Hati-hati Bahaya Tersembunyi di Balik Bedak Bayi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bedak sudah menjadi salah satu benda yang identik dengan bayi. Biasanya, bedak ditaburi ke bayi sehabis ia mandi. Tujuannya untuk mencegah kulit bayi mengalami iritasi, tetap terasa lembut dan beraroma wangi. Tapi, hati-hati ada bahaya tersembunyi di balik bedak bayi lho.

Salah satu zat berbahaya yang lazimnya terkandung pada bedak ialah phthalates. Ini merupakan bahan kimia sejenis plasticizer yang sudah banyak digunakan sejak tahun 1950-an untuk melenturkan plastik agar tidak retak atau patah saat dibengkokkan. Karena secara kimia tidak terikat pada plastik yang ditambahkan, phthalates secara terus-menerus akan dikeluarkan ke udara, makanan atau cairan.

Selain bedak, phthalates juga digunakan pada mainan, benda elektronik, produk perawatan mobil, pembasmi serangga, dan produk rumah tangga, termasuk bungkus dan wadah plastik atau tirai mandi.

Anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terpapar zat ini karena perilaku mereka kerap memasukkan tangan ke mulut atau bermain di lantai. Sebuah studi di Februari 2008 yang dikeluarkan pada Journal of Pediatrics, peneliti dari Universitas Washington dan Universitas Rochester mendapati bayi yang ibunya menggunakan produk perawatan bayi, seperti lotion, shampoo dan bedak bayi lebih mungkin memiliki kandungan phthalates dalam urine daripada bayi yang ibunya tidak menggunakan produk-produk ini.

Parahnya, phthalates juga berisiko pada orang dewasa. Phthalates dapat masuk ke plasenta sehingga diterima bayi saat di dalam kandungan. Phthalates juga bisa dialirkan ke ASI. Jadi, penting sekali untuk mengetahui bagaimana membatasi pemaparan zat ini pada ibu untuk menjaga bayinya.

Hingga kini masih diperdebatkan tentang bahaya phthalates. Bukti yang ada sejauh ini berdasarkan penelitian pada hewan. Belum ada penelitian pada manusia yang dilakukan. Penelitian pada hewan menyatakan, ada kemungkinan phthalates mempengaruhi hasil kelahiran, termasuk usia dan berat badan, kesuburan dan kenormalan anatomi yang berhubungan dengan alat vital laki-laki.

Sayangnya, tidak selalu mudah untuk mengetahui hal ini dengan membaca dari komposisi bahannya. Pihak pabrik memang tidak diwajibkan untuk mencantumkan phthalates secara terpisah. Artinya, mungkin saja zat ini dikategorikan bersama istilah wewangian. Sebagai antisipasi, tetap utamakan produk berlabel bebas phthalates.

Selain phthalates, beberapa bedak bayi mengandung talc atau talk. Kandungan ini cukup berbahaya jika terhirup terlalu sering atau banyak karena bisa menimbulkan gangguan pada paru-paru dan pernapasan.

Sudah makin jelaskan, zat-zat berbahaya pada bedak bayi? American Academy of Pediatrics merekomendasikan untuk tidak menggunakan bedak bayi karena berisiko menyebabkan masalah pernapasan.

Umumnya, efek samping yang dapat muncul akibat terpapar bedak bayi yang mengandung zat-zat berbahaya seperti di atas antara lain:

  • Iritasi pada mata dan tenggorokan.
  • Gangguan pada paru-paru, seperti batuk, sesak napas, sakit di bagian dada dan mengi.
  • Menimbulkan lecet dan biru-biru pada bagian kulit, kuku atau bibir.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi), pingsan dan kejang.
  • Muncul kedutan pada otot wajah, tangan, atau kaki dan kadang disertai dengan demam. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here