Hati-hati dengan Penyebab Orgasme Kering

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Normalnya, orgasme pada pria ditandai dengan ejakulasi air mani. Tapi karena beberapa kondisi, ejakulasi juga bisa terjadi tanpa keluarnya air mani. Dalam istilah medis, kondisi itu dikenal dengan orgasme kering (dry orgasm).

Orgasme kering terjadi ketika seorang pria mencapai klimaks seksual, namun tidak melepaskan (ejakulasi) semen–cairan yang membawa sperma keluar dari penis–atau hanya mengeluarkan semen sangat sedikit.

Ejakulasi kering tidak berpengaruh terhadap kemampuan seorang pria untuk berejakulasi. Orgasme kering biasanya tidak berbahaya. Namun, ada bahaya ketidaksuburan yang mengancam pria karena sperma yang keluar tidak dapat mencapai uterus atau rahim wanita.

Pria dengan kondisi normal akan mengeluarkan satu sampai satu setegah sendok teh sperma setiap kali berejakulasi namun takarannya bisa bervariasi. Nah, karena tidak adanya semen pada pria yang mengalami orgasme kering, maka hal itu bisa mengganggu kemampuan pria untuk memiliki keturunan. Selain itu, sensasi menuju akhir sesi hubungan juga akan hilang yang sering diikuti dengan klimaks yang basah.

Pada pria muda, orgasme kering dapat terjadi setelah orgasme berulang kali. Tapi ini bukanlah tanda bahaya dan umumnya membaik setelah beberapa jam istirahat. Berikut penyebab terjadinya orgasme kering pada pria:

  • Kanker kandung kemih
  • Saluran sperma terblokir (ejaculatory duct obstruction)
  • Obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi, pembesaran prostat dan gangguan mood
  • Diabetes
  • Kelainan genetik dari sistem reproduksi
  • Pria hipogonadisme (defisiensi atau kekurangan testosteron)
  • Multiple sclerosis
  • Prostatectomy, operasi untuk meringankan gejala gangguan kencing yang disebabkan oleh pembesaran prostat
  • Operasi laser prostat
  • Terapi radiasi
  • Retrograde ejaculation (air mani masuk kandung kemih selama orgasme)
  • Seminal vesicle obstruction
  • Cedera tulang belakang
  • Transurethral incision of the prostate (TUIP), jenis operasi prostat untuk meringankan gejala gangguan kencing sedang yang disebabkan oleh pembesaran prostat
  • Transurethral microwave therapy (TUMT), prosedur rawat jalan untuk mengobati gejala gangguan kencing yang disebabkan oleh pembesaran prostat
  • Transurethral needle ablation (TUNA), prosedur rawat jalan untuk mengobati gejala gangguan kencing yang disebabkan oleh pembesaran prostat
  • Transurethral resection of the prostate (TURP), jenis operasi prostat yang dilakukan untuk meringankan gejala gangguan kencing sedang sampai parah yang disebabkan oleh pembesaran prostat

Penyakit jenis ini dapat didiagnosa oleh dokter biasa atau seorang urologis atau dokter yang khusus menangani masalah atau gangguan organ seksual dan gangguan saluran kencing pria. Biasanya, hasil diagnosa akan menunjukan banyaknya jumlah sperma yang ditemukan pada air seni.

Jadi, jika Anda mengalami tanda-tandanya, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter dan mengatasinya. Dokter akan mencari tahu penyebab agar dapat segera mengatasinya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here