Hati-hati Remaja Sangat Rentan Terhadap Diet Berbahaya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Usia remaja adalah salah satu masa pertumbuhan yang sangat menyenangkan. Di mana pada masa itu, orang akan cenderung mencari banyak teman dan membentuk pergaulan yang luas. Namun berdasarkan survey, banyak remaja yang enggan membuka pergaulan secara luas dengan alasan tidak percaya diri karena memiliki berat badan yang berlebih. Karena itu banyak kalangan remaja yang melakukan diet untuk melangsingkan badan mereka untuk meningkatkan rasa percaya diri.

Padahal berdasarkan hasil beberapa penelitian, dampak negatif diet yang dilakukan remaja lebih banyak daripada dampak positifnya. Biasanya dokter hanya menyarankan untuk memperbaiki pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik seperti berolahraga jika remaja ingin memiliki berat badan ideal. Melakukan kebiasaan seperti saran dokter itu lebih aman diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan melakukan cara diet dengan berbagai pantangan mengkonsumsi makanan tertentu.

Bahaya diet bagi remaja juga bisa terjadi karena banyaknya remaja yang diam-diam melakuan diet tanpa meminta ijin kepada orang tua atau konsultasi kepada dokter sebelum melakukan diet ketat. Akhirnya para remaja melakukan jenis diet yang terlihat ekstrim tanpa pengawasan dari orang tua atau ahli kesehatan. Hal ini bisa  meningkatkan resiko terjadinya bahaya diet ketat yang salah, bahkan bisa mengakibatkan gangguan kesehatan.

Menurut penelitan dari The American Academy of Pediatrics, peran orang tua sangat besar untuk mencegah obesitas dan gangguan pola makan pada anak usia remaja. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya orang tua mampu mendorong atau menciptakan kebiasaan anak remaja untuk menjaga pola makan yang sehat dibandingkan hanya fokus pada menurunkan berat badan saja. Cara ini dinilai lebih efektif untuk menjaga kesehatan anak remaja dan mencegah mereka terjerumus pada diet berbahaya yang tidak sehat.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Minnesota, ketika orang tua meminta anak usia remaja menurunkan berat badan mereka, remaja ini akan berpikir tentang bagaimana cara yang cepat untuk menurunkan berat badan mereka. Biasanya cara yang dipilih oleh para remaja ini justru cenderung berbahaya dan tidak sehat. Dalam penelitian itu mengambil data dua kelompok yang telah disurvei sebelumnya, yaitu orang tua dan remaja. Dengan jumlah 3.528 orang tua dan 2.348 remaja dengan rata-rata usia 14 tahun terlibat dalam survei tersebut.

Hasil dari penelitian tersebut didapatkan data bahwa di antara remaja yang ibunya melakukan perbincangan tentang menjaga pola makan yang sehat, hanya sedikit di antara mereka yang menjalani diet berbahay dan tidak sehat untuk mengontrol berat badan mereka. Sedangkan diet dan kebiasaan mengontrol berat badan dengan cara  tidak sehat lebih sering dialami oleh remaja yang memiliki kelebihan berat badan atau bahkan mereka yang memiliki berat badan normal, yang ibunya lebih fokus pada berat badan anak remajanya daripada kesehatan anaknya.

Dari penelitian tersebut, ada 64 persen remaja yang memiliki kelebihan berat badan, ditambah ibunya selalu membicarakan tentang cara menurunkan berat badan, akhirnya para anak remaja itu cenderung melakukan kebiasaan berbahaya dengan tujuan untuk menurunkan berat badannya. Namun, hanya ada 41 persen remaja yang menggunakan cara berbahaya dan tidak sehat saat perbincangan di keluarga hanya tentang menjaga pola makan yang sehat.

Jadi, sebagai orang tua anda tetap harus menjaga kesehatan anak remaja anda dengan cara mengawasi pola makan atau cara diet anak remaja anda. Jangan sampai hanya karena masalah berat badan dan bentuk tubuh andak remaja anda harus melakukan diet berbahaya dan tidak sehat. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here