Hematospermia Darah Dalam Air Mani

SehatFresh.com – Air mani akan keluar secara normal pada saat pria melakukan aktivitas seksual, baik melakukan masturbasi ataupun hubungan seks bersama pasangan. Ini menjadi tanda bahwa pria tersebut telah mencapai klimaksnya. Air mani pada dasarnya berwarna keputihan. Dalam beberapa kasus, air mani dapat berubah warna menjadi kemerahan, yang disebabkan karena adanya darah pada air mani. Kondisi ini disebut dengan istilah hematospermia.

Infeksi dan peradangan adalah penyebab paling umum terkait adanya darah dalam air mani. Darah dapat berasal dari infeksi atau peradangan di salah satu kelenjar, tabung atau saluran yang memproduksi air mani. Ini termasuk :

  • Prostat(kelenjar yang menghasilkanbagian cairandariair mani)
  • Uretra(saluran yang membawa urindan air manidari penis)
  • Epididimisdanvasdeferens(struktur seperti tabungkecil di manaspermamatangsebelum ejakulasi)
  • Vesikula seminalis (sepasang kelenjar yang menambah lebih banyak cairan untuk air mani)

IMS (infeksi menular seksual) seperti gonore atau klamidia, atau dari infeksi virus atau bakteri lain juga dapat menyebabkan hematospermia. Hematospermia juga umum terjadi setelah prosedur medis. Prosedur yang dilakukan sebagai pengobatan untuk masalah kencing dapat menyebabkan trauma ringan yang mengarah ke perdarahan sementara. Ini biasanya hilang dalam beberapa minggu setelah prosedur. Terapi radiasi, vasektomi, dan suntikan untuk wasir juga dapat menyebabkan darah. Trauma fisik pada organ seks setelah fraktur panggul, cedera pada testis, aktivitas seksual berlebihan atau masturbasi, atau cedera lain dapat menyebabkan darah dalam air mani.

Melihat darah di air mani bisa membuat pria cemas. Untungnya, itu tidak selalu menandakan masalah kesehatan yang serius. Untuk pria muda yang berusia kurang dari 40, bila tidak ada gejala lain dan tidak ada faktor risiko untuk kondisi medis yang mendasari, maka darah dalam air mani sering menghilang dengan sendirinya. Tapi untuk pria usia 40 dan lebih, kemungkinan adanya darah di air mani memerlukan evaluasi dan pengobatan medis. Hal ini terutama berlaku bagi pria yang :

  • Mengalami hematospermia berulang-ulang
  • Mengalami gejala seperti rasa nyeri atau panassaat kencingatauejakulasi
  • Beresiko untukkanker, gangguanperdarahan, ataukondisi lain

Sumber gambar : www.klikdokter.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY