Henti Napas Saat Tidur

SehatFresh.com – Sadar atau tidak, banyak orang mengalami gangguan kesehatan saat tidur, salah satunya masalah henti napas saat tidur. Secara medis, ini disebut sleep apnea. Sleep apnea bisa menyebabkan napas berhenti secara berulang-ulang ketika tidur, yang kemudian disertai penurunan kadar oksigen darah. Masalah tidur ini bisa dialami siapa saja mulai dari bayi hingga orang dewasa.

Pada dasarnya, apnea adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan melambatnya atau berhentinya napas. Henti napas yang terjadi saat tidur disebut sleep apnea. Penyebab apnea secara langsung berkaitan dengan jenis apnea itu sendiri. Semua jenis apnea di bawah ini bisa muncul saat tidur.

  • Obstructive apnea, terjadibila adahambatan dalamsaluran udarasehingga menyebabkan adanya gangguan pada fungsi pernapasan. Salah satu penyebabutamanya adalah pembesaran amandel.
  • Central apnea, terjadi ketika daerah otak yang memfasilitasi pernapasan tidak berfungsi dengan baik. Bentuk apnea ini paling sering terlihat pada bayi prematur karena perkembangan otak mereka yang belum sempurna.
  • Mixed apnea, campuran dari kedua obstructive apnea dan central apnea. Bentuk apnea ini dapat terjadi ketika tidur atau terjaga.

Gejala sleep apnea bisa berlangsung hanya beberapa detik atau sampai beberapa menit. Mendengkur adalah gejala utama dari sleep apnea. Mendengkur kronis, mendengkur keras, sering terengah-engah ketika tidur, sering buang air kecil di malam hari dan sakit tenggorokan setelah bangun mengindikasikan perlunya penanganan. Lebih baik segera ke penyedia layanan kesehatan.

Sleep apnea dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan dan berkontribusi terhadap rasa kantuk di siang hari. Orang dengan sleep apnea bisa berulang kali mengalami henti napas akibat menyempitnya saluran napas saat tidur. Akibatnya, oksigen menjadi turun-naik sepanjang malam. Orang yang tidak menyadari sleep apnea selama bertahun-tahun menjadi lebih berisiko terkena stroke iskemik (stroke ringan) karena kekurangan oksigen sedikit demi sedikit.

Sleep apnea juga telah dikaitkan dengan penyakit jantung. Masalah jantung dapat terjadi karena penurunan tekanan darah dan kadar oksigen dalam darah yang mendadak, yang terjadi seiring melambatnya atau berhentinya napas. Oleh karenanya, deteksi dan pengobatan dini adalah cara terbaik untuk mencegah komplikasi ini.

Jika mengalami sleep apnea, hal pertama yang harus dilakukan adalah modifikasi gaya hidup. Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko untuk kondisi tersebut. Ini karena orang-orang yang kelebihan berat badan cenderung memiliki jaringan berlebihan di bagian belakang tenggorokannya. Jaringan berlebih tersebut bisa menghalangi jalan napas, dan akhirnya menyebabkan Anda mendengkur dan terkadang jalan napas terhenti. Dengan demikian, perubahan gaya hidup dan perilaku untuk mengontrol berat badan sangatlah penting dalam penanganan sleep apnea.

Sumber gambar : pulasinn.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY