Hepatitis C Pada Pria

SehatFresh.com – Hepatitis C adalah jenis penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hati memproduksi empedu untuk membantu mencerna makanan serta menghilangkan racun dari tubuh. Hepatitis C menyebabkan peradangan dan jaringan parut di hati. Hepatitis C adalah penyakit yang ditularkan melalui darah. Ini berarti bahwa seseorang dapat tertular melalui kontak darah-ke-darah dengan seseorang yang terinfeksi HCV.

Kontak darah-ke-darah dapat terjadi dalam beberapa cara yang berbeda, termasuk seks. Mereka yang terlibat dalam seks anal memiliki peningkatan risiko tertular virus hepatitis C karena anus memiliki jaringan yang rapuh sehingga rentan robek dan berdarah. Tidak harus ada banyak darah untuk menularkan virus HCV. Bahkan, luka mikroskopis pada kulit yang berdarah sudah dapat menjadi gerbang masuk virus.

Hepatitis C yang merespon pengobatan dalam waktu relatif singkat disebut hepatitis “akut”. Pria dan wanita dengan hepatitis C akut biasanya sembuh dalam waktu enam bulan. Sementara, hepatitis C kronis adalah bentuk yang lebih parah, di mana sistem kekebalan tubuh mungkin tidak berhasil dalam memerangi virus, sehingga virus tetap dalam tubuh untuk jangka panjang. Jika tidak diobati, hepatitis C kronis dapat menyebabkan kerusakan hati atau kanker hati.

Hepatitis C bisa bisa saja telah berkembang selama bertahun-tahun tanpa diketahui. Beberapa pasien mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi virus awal hingga penyakit telah maju secara signifikan. Kerusakan hati dan gejala hepatitis C mungkin tidak berkembang hingga 10 tahun atau lebih setelah infeksi virus. Meskipun hepatitis C adalah asimtomatik pada beberapa orang, lainnya mungkin memiliki gejala penyakit dalam beberapa bulan setelah terkena virus. Gejalanya seperti kelelahan, bagian putih mata menguning, sakit perut, nyeri otot, diare, hilang nafsu makan, urin berwarna gelap dan tinja berwarna tanah liat.

Menurut  Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pria yang berhubungan seks dengan sesama pria memiliki risiko lebih tinggi tertular hepatitis C. Ironisnya, pria kurang mampu melawan virus hepatitis C setelah mereka telah terinfeksi daripada wanita. Menurut artikel dari US National Center for Biotechnology Information, pria memiliki tingkat pembersihan (clearance rate) yang secara konsisten lebih rendah daripada wanita. Tingkat pembersihan adalah kemampuan tubuh untuk menyingkirkan virus sehingga tidak lagi terdeteksi. Sayangnya, alasan untuk perbedaan ini, masih belum sepenuhnya jelas di kalangan para ilmuwan. Terkait ini, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan, yaitu :

  • Usia ketikaseorang priaterinfeksi hepatitis C
  • Apakah iamemilikiinfeksi lain, seperti HIV
  • Ruteinfeksisepertitransfusi darah, kontak seksual, ataupenggunaan narkoba

Pria dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindari dan menjaga diri dari paparan HCV. Secara spesifik, menggunakan kondom untuk semua bentuk seks adalah salah satu metode yang paling penting untuk perlindungan hepatitis C. Tindakan pencegahan lainnya adalah dengan memakai sarung tangan karet ketika menyentuh darah orang lain atau luka terbuka. Hindari juga berbagi barang pribadi seperti peralatan cukur, sikat gigi, dan alat perlengkapan obat.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY