Hepatitis C

Definisi

Hepatitis C adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan. Kebanyakan orang yang terinfeksi virus hepatitis C (HCV) tidak memiliki gejala. Bahkan, kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka memiliki infeksi hepatitis C sampai munculnya kerusakan hati, beberapa dekade kemudian, pada saat tes medis rutin.

Hepatitis C merupakan salah satu dari beberapa virus hepatitis dan dianggap menjadi salah satu yang paling serius dari jenis virus ini. Hepatitis C ditularkan melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi – biasanya melalui jarum bersama selama penggunaan narkoba secara ilegal.

Gejala

Infeksi hepatitis C biasanya tidak menimbulkan gejala sampai infeksi menjadi kronis. Pada tahap awal, dimulai sekitar satu sampai tiga bulan setelah terpapar virus, tanda-tanda dan gejala berikut terjadi pada sebagian kecil orang yang terinfeksi:

  • Kelelahan
  • Mual atau nafsu makan yang buruk
  • Sakit perut
  • Urin berwarna gelap
  • Warna kulit dan bagian putih mata menguning(jaundice)
  • Demam
  • Nyeri sendi dan otot

Tanda dan gejala infeksi kronis biasanya terjadi setelah bertahun-tahun dan merupakan hasil dari kerusakan hati yang disebabkan oleh virus. Awalnya mungkin ini termasuk gejala infeksi akut. Kemudian, dari waktu ke waktu, tanda dan gejala mungkin termasuk:

  • Mudah berdarah
  • Memar dengan mudah
  • Kulit gatal
  • Adanya akumulasi cairan di perut Anda (ascites)
  • Pembengkakan di kaki Anda
  • Berat badan menurun
  • Kebingungan, mengantuk dan bicara cadel (ensefalopati hepatik)
  • Pembuluh darah beberbentuk Spider pada kulit Anda (angiomas spider)

Kapan harus ke dokter

Buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda dan gejala di atas.

Penyebab

Infeksi hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). HCV menyebar ketika Anda melakukan kontak dengan darah yang terkontaminasi virus.

Faktor Risiko

Risiko infeksi hepatitis C meningkat jika Anda:

  • Pekerja bagian perawatan kesehatan yang telah terkena darah yang terinfeksi, seperti jarum suntik yang terinfeksi menembus kulit Anda
  • Pernah menyuntik atau menghirup obat-obatan terlarang
  • Mengidap HIV
  • Melakukan tindik atau tato di lingkungan yang tidak bersih dan menggunakan peralatan yang tidak steril
  • Menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum 1992
  • Mengalami masalah faktor pembekuan sebelum 1987
  • Menerima perawatan hemodialisis untuk jangka waktu yang panjang
  • Lahir dari wanita yang terinfeksi hepatitis C
  • Pernah di penjara
  • Lahir antara tahun 1945 dan 1965, kelompok usia dengan wabah tertinggi infeksi hepatitis C

Komplikasi

Terinfeksi hepatitis C selama bertahun-tahun dapat menyebabkan komplikasi yang signifikan, seperti:

  • Luka pada jaringan hati (sirosis). Setelah 20 sampai 30 tahun terinfeksi hepatitis C, sirosis dapat terjadi. Luka jaringan di hati akan menyulitkan hati untuk berfungsi denga baik.
  • Kanker hati. Sejumlah kecil orang dengan infeksi hepatitis C dapat terkena kanker hati.
  • Gagal hati. Hati yang rusak parah oleh hepatitis C tidak dapat berfungsi secara memadai.

Persiapan Sebelum ke Dokter

Jika Anda berpikir Anda mungkin memiliki risiko hepatitis C, temui dokter keluarga Anda atau dokter umum. Setelah Anda didiagnosa dengan infeksi hepatitis C, dokter mungkin menyarankan Anda menemui seorang spesialis. Spesialis yang harus anda temui, meliputi:

  • Dokter yang mengkhususkan diri dalam penyakit menular
  • Dokter yang mengkhususkan diri dalam penyakit hati (hepatologists)

Bagaimana mempersiapkannya

Akan lebih baik jika anda mempersiapkan diri sebelum menemui dokter anda, karena biasanya pertemuan akan berlangsung dengan singakt. Untuk mempersiapkannya, cobalah untuk:

  • Menyadari batasan pra-janji. Pada saat Anda membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang perlu Anda lakukan sebelumnya, seperti membatasi diet Anda.
  • Tuliskan gejala yang Anda alami, termasuk yang mungkin tampak tidak berhubungan dengan alasan anda membuat janji.
  • Tuliskan informasi pribadi, termasuk tekanan besar atau perubahan kehidupan baru-baru ini.
  • Buatlah daftar semua obat, vitamin atau suplemen Anda konsumsi.
  • Pertimbangkan untuk membawa anggota keluarga atau teman bersama anda. Seseorang yang menemui anda mungkin bisa mengingat apa yang anda lupakan.

Pertanyaan yang akan Anda tanyakan pada dokter

Persiapkanlah dafar pertanyaan yang akan anda tanyakan pada dokter untuk menghemat waktu anda.. Untuk infeksi hepatitis C, beberapa pertanyaan dasar yang anda tanyakan, meliputi:

  • Berapa banyak virus hepatitis C yang saya miliki di tubuh saya?
  • Haruskah saya diuji untuk penyebab lain dari penyakit hati, seperti hepatitis B?
  • Apakah virus hepatitis C yang merusak hati saya?
  • Apakah saya perlu pengobatan untuk infeksi hepatitis C?
  • Apa pilihan pengobatan saya?
  • Apa manfaat dari setiap pilihan pengobatan?
  • Apa potensi resiko dari setiap pilihan pengobatan?
  • Apakah perawatan yang terbaik untuk saya?
  • Saya memiliki kondisi medis lainnya. Apakah ini akan mempengaruhi pengobatan hepatitis C saya?
  • Haruskah keluarga saya melakukan tes untuk hepatitis C?
  • Apakah mungkin bagi saya untuk menyebarkan hepatitis C kepada orang lain?
  • Bagaimana saya bisa melindungi orang-orang di sekitar saya dari hepatitis C?
  • Haruskah saya menemui seorang spesialis? Berapa biayanya? Dan apakah asuransi saya akan menutupinya?
  • Apakah ada brosur atau bahan lain yang dapat saya bawa? Situs apa yang Anda rekomendasikan?
  • Apakah saya harus menemui anda untuk tindak lanjut?
  • Apakah aman bagi saya untuk minum alkohol?
  • Obat apa yang harus saya hindari?

Jangan ragu untuk bertanya jika anda mengalami keraguan.

Apa yang bisa Anda harapkan dari dokter

Dokter Anda mungkin akan menanyakan sejumlah pertanyaan. Mempersiapkan jawabannya bisa mempersingkat waktu anda. Dokter Anda mungkin bertanya:

  • Kapan Anda pertama kali mengalami gejala?
  • Apakah gejala Anda terjadi secara terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apa, jika ada, tampaknya yang memperbaiki gejala Anda?
  • Apa, jika ada, tampaknya yang memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda pernah melakukan transfusi darah atau transplantasi organ? Jika pernah, kapan?
  • Apakah Anda pernah menggunakan obat atau menyuntikkan obat sendiri tanpa resep dari dokter Anda?
  • Pernahkah Anda didiagnosis hepatitis atau penyakit kuning?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda menderita hepatitis C?
  • Apakah ada riwayat penyakit hati dalam keluarga Anda?

Tes dan Diagnosis

Skrining untuk hepatitis C

Pengujian untuk infeksi hepatitis C pada orang yang memiliki risiko tinggi melakukan kontak dengan virus dapat membantu dokter memulai perawatan atau merekomendasikan perubahan gaya hidup yang dapat memperlambat kerusakan hati. Hal ini direkomendasikan karena infeksi hepatitis C sering merusak hati sebelum menyebabkan tanda dan gejala.

Orang-orang yang mungkin ingin berbicara dengan dokter mereka tentang skrining untuk infeksi hepatitis C meliputi:

  • Siapa pun yang pernah menyuntik atau menghirup obat-obatan terlarang
  • Siapapun yang mendapatkan hasil tes fungsi hati yang tidak biasa
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis C
  • Perawat kesehatan dan pekerja darurat yang telah terkena darah atau jarum suntik tanpa disengaja
  • Orang dengan hemofilia yang diobati dengan faktor pembekuan sebelum 1987
  • Orang-orang yang pernah menjalani perawatan hemodialisis jangka panjang
  • Orang yang menerima transfusi darah atau transplantasi organ sebelum 1992
  • Mitra seksual dari orang yang didiagnosis dengan infeksi hepatitis C
  • Orang dengan infeksi HIV
  • Siapapun yang lahir 1945-1965
  • Siapa saja yang pernah di penjara

Tes darah untuk mendiagnosis hepatitis C

Tes darah dapat membantu untuk:

  • Menentukan apakah Anda memiliki virus hepatitis C
  • Mengukur kuantitas virus hepatitis C dalam darah Anda (viral load)
  • Mengevaluasi susunan genetik virus (genotip), yang membantu menentukan pilihan pengobatan Anda

Pengujian sampel jaringan hati untuk menentukan keparahan kerusakan hati

Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan prosedur untuk mengambil sampel kecil berupa jaringan hati untuk pengujian laboratorium. Biopsi hati dapat membantu menentukan parahnya penyakit dan mambantu keputusan pengobatan. Selama biopsi hati, dokter akan memasukkan jarum tipis melalui kulit ke dalam hati Anda untuk mengambil sampel jaringan.

Perawatan dan Obat-Obatan

Obat antivirus

Infeksi hepatitis C diobati dengan obat antivirus yang dimaksudkan untuk membersihkan virus dari tubuh Anda. Tujuan pengobatan adalah untuk membasmi virus hepatitis C yang terdeteksi dalam tubuh Anda setidaknya 12 minggu setelah Anda selesai pengobatan.

Meskipun obat untuk mengobati hepatitis C telah tersedia selama beberapa dekade dan telah berangsur-angsur membaik seiring berjalannya waktu, namun memiliki efek samping yang membutuhkan waktu sekitar 24-72 minggu untuk mengatasinya. Efek samping termasuk depresi, gejala seperti flu, dan hilangnya sel darah merah atau putih yang sehat (anemia atau neutropenia). Oleh karena itu banyak orang yang menghentikan pengobatan.

Para peneliti baru-baru ini membuat kemajuan signifikan dalam pengobatan hepatitis C, yaitu menggabungkan obat anti-viral baru dengan yang sudah ada. Sehingga, orang mendapatkan hasil yang lebih baik, lebih sedikit efek samping dan waktu pengobatan yang lebih pendek – sekitar 12 minggu. Rejimen dapat bervariasi, tergantung pada genotipe hepatitis C, kerusakan hati yang ada, kondisi medis lain dan perawatan sebelumnya, tapi pada umumnya jauh lebih efektif daripada yang sebelumnya.

Karena laju penelitian, rekomendasi untuk obat dan rejimen pengobatan berubah dengan cepat, dan pengobatan menjadi cukup kompleks. Oleh karena itu akan lebih baik untuk mendiskusikan pilihan pengobatan Anda dengan spesialis.

Sepanjang pengobatan dokter akan memantau respons Anda terhadap obat.

Transplantasi hati

Jika hati Anda telah rusak parah, transplantasi hati mungkin menjadi pilihan. Selama transplantasi hati, ahli bedah akan mengangkat hati yang rusak dan menggantikannya dengan hati yang sehat. Sebagian hati yang ditransplantasikan berasal dari donor yang sudah meninggal, meskipun sejumlah kecil berasal dari donor yang masih hidup yang menyumbangkan sebagian dari hati mereka.

Bagi orang-orang dengan infeksi hepatitis C, transplantasi hati tidak dapat menyembuhkan. Pengobatan dengan obat antivirus biasanya berlanjut setelah transplantasi hati, karena infeksi hepatitis C cenderung akan kambuh pada hati baru.

Vaksinasi

Meskipun tidak ada vaksin untuk hepatitis C, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menerima vaksin virus hepatitis A dan B. Karena ini adalah virus yang terpisah yang juga dapat menyebabkan kerusakan hati dan menyulitkan pengobatan hepatitis C.

Gaya Hidup dan Pengobatan Rumah

Jika Anda didiagnosis hepatitis C, dokter mungkin akan merekomendasikan perubahan gaya hidup tertentu. Langkah-langkah ini akan membantu Anda tetap sehat lebih lama dan dapat melindungi kesehatan orang lain juga:

  • Berhenti minum alkohol. Alkohol mempercepat perkembangan penyakit hati.
  • Hindari obat-obat yang dapat menyebabkan kerusakan hati. Tinjau obat Anda dengan dokter Anda, termasuk obat apotik serta herbal dan suplemen makanan yang anda konsumsi. Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk menghindari obat-obat tertentu.
  • Mencegah orang lain melakukan kontak dengan darah Anda. Menutup luka yang Anda miliki dan tidak berbagi pisau cukur atau sikat gigi. Jangan menyumbangkan darah, organ tubuh atau air mani, dan memberi petugas kesehatan bahwa Anda terkena virus.

Pencegahan

Melindungi diri dari infeksi hepatitis C dengan mengambil tindakan pencegahan seperti berikut:

  • Berhenti menggunakan obat-obatan terlarang. Jika Anda menggunakan obat-obatan terlarang, carilah bantuan.
  • Berhati-hatilah saat membuat tindik dan tato. Jika Anda memilih untuk memiliki tindik atau tato, carilah toko terkemuka. Ajukan pertanyaan terlebih dahulu tentang bagaimana peralatan dibersihkan. Pastikan karyawan menggunakan jarum yang steril. Jika karyawan tidak menjawab pertanyaan Anda, carilah toko lain.
  • Praktek hubungan seks yang aman. Tidak terlibat dalam seks tanpa kondom dengan beberapa pasangan atau dengan pasangan yang status kesehatannya tidak pasti. Transmisi seksual antara pasangan monogami mungkin terjadi, tetapi risikonya rendah.