Herpes Simpleks pada Anak

blogspot.com

SehatFresh.com – Herpes simpleks adalah erupsi vesikula pada kulit dan membran mukosa yang disebabkan oleh virus herpes. Herpes simpleks berkenaan dengan sekelompok virus yang menulari manusia. Serupa dengan herpes zoster, herpes simpleks menyebabkan luka-luka yang sangat sakit pada kulit. Gejala pertama biasanya gatal-gatal dan kesemutan/perasaan geli, diikuti dengan lepuh yang membuka dan menjadi sangat sakit. Infeksi ini dapat dorman (tidak aktif) dalam sel saraf selama beberapa waktu. Namun tiba-tiba infeksi menjadi aktif kembali. Herpes dapat aktif tanpa gejala atau tanda kasatmata.

Gejala herpes simpleks umumnya terjadi pada bagian bibir dan mulut merupakan gambaran khas dari gejala herpes tersebut. Di bibir tumbuh lenting-lenting atau benjolan kecil berupa bening sebesar kepala jarum pentul bergerombil. Tumbuhnya di perbatasan selaput merah bibir dengan kulit tampak agak kemerahan.

Virus herpes simpleks (HSV) banyak ditemukan. Virus ini memiliki predileksi pada lokasi-lokasi mukokutan, terjadi pada orang yang sering mengonsumsi jamu dengan sistem imun normal atau sistem imun yang tertkan dan ditransmisikan melalui kontak genital atau oral. Ada dua tipe yaitu virus HSV1 dan HSV2 yang mempunyai pola klinis dan epidemiologis yang berbeda walaupun dapat bertumpang tindih.

Virus HSV1 menyebabkan perasaan sakit, pedih namun tidak panas. Sebagian besar penderita mendapat infeksi virus HSV1 pada masa balita dan anak-anak. Mereka tertular melalui kontak yang erat dengan anggota keluarga atau teman-temannya yang mengidap virus ini. Penyakit ini ditularkan melalui ciuman, atau melalui alat makan lainnya, dan melalui handuk. Perasaan sakit dan pedih biasa terjadi pada bibir, sekitar mulut, hidung atau pipi dan terjadi beberapa saat setelah kontak. Gejala-gejala penyakit ini bermacam-macam dapat terjadi sangat ringan namun bisa juga membawa penderita ke sarana kesehatan dengan keluhan sakit pedih.

Disebut juga demam gelembung (lepuh) atau lesi dingin. Infeksi HSV1 berupa gelembung halus, bening, lepuh terisi cairan, dan biasa nya sering timbul di daerah muka. Dapat juga terjadi di daerah kelamin, walaupun jarang. Infeksi HSV1 dapat timbul pada luka di daerah kulit. Jenis infeksi HSV1 ada dua macam, primer dan rekuren. Walaupun hampir setiap orang terinfeksi virus, namun hanya 10% yang berkembang lebih lanjut berupa gelembung/lepuh atau lesi yang pedih pada waktu infeksi terjadi. Perasaan sakit atau pedih pada infeksi primer berakhir setelah 7-10 hari, dan muncul setelah 2-20 hari setelah kontak dengan penderita infeksius.

Jumlah lepuh bervariasi, dari satu gelembung lepuh saja sampai lepuh yang berkelompok. Sebelum gelembung lepuh terjadi, pada kulit terasa gatal atau menjadi lebih sensitif. Gelembung yang terbentuk dapat pecah karena senggolan halus atau pecah sendiri, cairan yang keluar meleleh dan kemudian mengeras membentuk keropeng. Biasanya keropeng akan lepas dengan meninggalkan kemerahan pada kulit.

Lesi pada infeksi primer sembuh sempurna dan sangat jarang menimbulkan parut. Namun, virus penyebab infeksi tetap berada pada tubuh penderita. Virus berada pada sel saraf dalam keadaan istirahat.

HSV1 jarang menimbulkan rekurens. Pada penderita rekurens lesi terjadi pada tempat yang sama dengan kejadian primer atau disekitarnya. Lesi rekurens terjadi setiap beberapa minggu atau bisa juga lebih jarang.

Infeksi rekurens cenderung lebih ringan dari infeksi primer dan dapat terjadi karena beberapa faktor seperti demam, sengatan matahari atau menstruasi. Namun sebagian besar rekurens tidak dapat diramalkan dan dikenali faktor pencetusnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY