Hewan yang Tersering Jadi Korban Seks Menyimpang Zoofilia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Perilaku seks menyimpang beraneka ragam jenisnya. Salah satunya adalah zoofilia, yakni berhubungan seks dengan hewan. Selain bertentangan dengan norma sosial dan agama, perilaku seks ini juga membahayakan.

Zoofilia adalah sebuah bentuk penyimpangan seksual. Zoofilia berbeda dengan beastiality. Pada kasus zoofilia, pelaku mendapat kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan hewan. Tak sebatas fisik, pelaku juga menjalin hubungan emosi dengan hewan tersebut.

Ini yang membedakannya dengan beastiality. Pada kasus beastiality, pelaku mendapat kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan hewan. Tapi, perilaku ini hanya sebatas kontak fisik, tanpa melibatkan hubungan emosi.

Zoofilia sendiri dibagi menjadi berbagai jenis, seperti zooseksual, yaitu orientasi seksual hanya pada hewan (tidak tertarik pada manusia secara seksual). Ada pula yang disebut zoophilic fantasizer yaitu orang yang memiliki fantasi seksual dengan binatang tanpa pernah benar-benar melakukan aktivitas seksual dengan hewan. Jenis-jenis zoofilia ini pertama kali dikategorikan oleh dr. Anil Aggrawal dalam Journal of Forensic and Legal Medicine pada tahun 2011. Sejauh ini, para ahli menggolongkan zoofilia sebagai parafilia atau selera seks (atau pasangan seksual) yang sangat tidak biasa.

Lantas, hewan-hewan apa sajakah yang sering menjadi korban zoofilia? Umumnya kasus-kasus zoofilia melibatkan anjing, kucing, kambing, kuda serta unggas seperti angsa dan bebek. Para ahli menduga bahwa binatang-binatang ini sering menjadi sasaran para penderita zoofilia karena sifat hewan tersebut yang jinak dan mudah menurut. Cara lainnya ialah para penderita zoofilia menggunakan alat untuk mengendalikan binatang, seperti tali untuk mengikat, obat atau makanan sehingga hewan-hewan itu mau menuruti keinginan para penderita.

Sebuah studi dalam Journal of Sexual Medicine melaporkan, pria lebih sering tersangkut kasus zoofilia daripada perempuan. Namun, jumlah kasus zoofilia dan prevalensinya sulit untuk ditentukan. Selain itu, orang dengan penyimpangan seksual zoofilia akan menyembunyikan kecenderungan ini akibat banyaknya kecaman dari masyarakat. Yang pasti, zoofilia sendiri termasuk penyimpangan seksual yang langka, lebih jarang diketahui dibandingkan pedofilia atau sadisme.

Perilaku seks zoofilia sangat membahayakan manusia. Selain penyakit, ancaman kematian mengintai para pelakunya. Salah satu kasus yang cukup menyita perhatian adalah seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat (AS) berusia 45 tahun yang meninggal dunia setelah berhubungan seks anal dengan seekor kuda jantan beberapa tahun silam.

Di berbagai negara, sudah ada hukum yang mengatur penyimpangan perilaku ini. Meski begitu, praktik perilaku seks menyimpang ini patut dikhawatirkan.

Di sejumlah wilayah, perilaku seks zoofilia terdeteksi. Seperti dilansir dari laman Mirror.co.uk, di Serbia, tepatnya di ibu kotanya Berlgrade, ditemukan adanya banyak hewan yang dijadikan aset dalam sebuah prostitusi. Para penggunanya berasal dari berbagai negara, mulai dari Inggris, Swedia, Jerman dan Belanda. Hewan yang ditawarkan bervariasi, mulai dari anjing, domba, sapi hingga keledai. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here