Hormon dan Kerontokan Rambut Pada Wanita

SehatFresh.com – Rambut rontok adalah salah satu masalah kesehatan yang umum dialami banyak orang terlebih pada wanita. Ada banyak sekali hal-hal yang menyebabkan kerontokan pada rambut. Banyak yang menyebutkan karena faktor genetik, tetapi sebenarnya ada penyebab lain yang lebih umum selain faktor tersebut. Menurut mayoclinic.com, para peneliti menyebutkan bahwa hampir 65% penyebab kerontokan rambut adalah masalah hormonal dan ini menimpa baik pria mau pun wanita.

Pada dasarnya, hormon memainkan peran penting dalam semua fungsi tubuh. Tidak hanya pada pria yang identik dengan masalah kebotakan berpola, hormon juga ada kaitannya dengan kerontokan rambut pada wanita. Hormon testosteron, progesteron dan estrogen adalah tiga hormon yang paling berpengaruh terhadap kerontokan rambut pada wanita.

  • Testosteron

Hormon pria, yang disebut androgen, bertanggung jawab untuk kebotakan berpola pada pria dan wanita. Kebotakan berpola pada wanita terjadi ketika tingkat dihidrotestosteron (DHT) menjadi meningkat pada kulit kepala. DHT diproduksi di folikel di mana enzim mengubah testosteron menjadi DHT. Sebuah kecenderungan genetik terhadap kebotakan menyebabkan testosteron akan berubah menjadi DHT lebih mudah. Selain itu, rendahnya tingkat hormon wanita dapat menyebabkan hormon pria menjadi lebih tinggi pada wanita, yang pada gilirannya mengakibatkan rambut rontok.

  • Progesteron

Progesteron diproduksi selama ovulasi dan menurun setelah menopause. Ketika tidak ada terapi penggantian hormon, tubuh mencoba untuk memperbaiki ketidakseimbangan hormon itu sendiri dengan menghasilkan steroid korteks adrenal yang disebut androstenedion. Androstenedion memiliki karakteristik hormon pria. Produksi hormon ini menyebabkan rambut rontok.

  • Estrogen

Rambut rontok dapat terjadi ketika tingkat estrogen menjadi meningkat dan kemudian menurun tiba-tiba akibat kehamilan. Estrogen mengganggu siklus pertumbuhan rambut normal, namun folikel rambut tetap aktif ketika mereka harus memasuki fase istirahat. Hormon estrogen memperpanjang fase pertumbuhan rambut, sehingga rambut terasa lebih tebal ketika hamil. Setelah persalinan, hormon kembali normal dan fase pertumbuhan rambut akan kembali lagi. Ini ditandai dengan terjadinya kerontokan rambut yang cukup banyak. Kabar baiknya, kerontokan rambut yang terjadi pasca melahirkan, akan dapat kembali normal dengan sendirinya.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerontokan rambut tersebut? Menurut sejumlah ahli, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menjaga kondisi tubuh selalu dalam keadaan sehat. Perbanyak konsumsi sayur dan buah yang pada dasarnya kaya akan kandungan nutrisi yang membantu menjaga keseimbangan hormon. Secara emosional, penting juga untuk sebisa mungkin menghindari stres. Hal ini akan sangat berdampak pada kondisi rambut dan membuat kadar hormon dalam tubuh tetap stabil. Perhatikan juga kebersihan rambut dan berikan tonik rambut untuk menjaga kekuatan akar rambut jika diperlukan.

Sumber gambar : sehat-secara-alami.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY