HPV Penyebab Infeksi Menular Seksual

SehatFresh.com – Human papilloma virus (HPV) adalah virus yang paling umum menyebabkan infeksi menular seksual. Lebih dari 40 jenis virus ini dapat menginfeksi daerah kelamin dan kebanyakan tidak menimbulkan gejala. Umumnya, sistem kekebalan tubuh menangani infeksi dalam waktu delapan sampai 13 bulan, tetapi beberapa strain dapat bersembunyi di dalam tubuh selama bertahun-tahun tanpa memperlihatkan gejala.

HPV memiliki beberapa strain, tetapi hanya empat strain yang bertanggung jawab untuk menyebabkan infeksi serius. Menurut National Cancer Institute, Amerika Serikat, empat strain tersebut lebih lanjut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu strain risiko rendah (low-risk) dan strain risiko tinggi (high-risk). Strain risiko rendah mencakup HPV-6 dan HPV-11, di mana keduanya mengakibatkankan timbulnya luka yang tidak berpotensi menjadi kanker, sedangkan strain risiko tinggi yang meliputi HPV-18 dan HPV-18 menimbulkan luka yang berpotensi menjadi sel kanker, salah satu yang paling umum adalah kanker serviks.

Menurut Rutgers University, HPV menyebar melalui kontak intim kulit ke kulit sehingga kemungkinan besar akan menyebar melalui kontak seksual. Masa inkubasi (waktu dari saat infeksi terjadi hingga gejala muncul) virus ini umumnya beberapa bulan sampai satu tahun. Selain itu, banyak infeksi tidak menunjukkan gejala sama sekali. Infeksi HPV muncul dari virus yang menyebabkan sel-sel normal pada kulit yang terinfeksi menjadi tumbuh tidak normal.

HPV strain risiko rendah dapat menyebabkan pertumbuhan kutil yang disebut kondiloma acuminata di area genital. Kutil ini dapat ditemukan di sekitar vulva, leher rahim, dan dalam atau di luar vagina, penis (pada pria) dan sekitar anus di kedua jenis kelamin. Terkadang, kutil menyebar ke kulit di sekitarnya. Kutil kelamin umumnya tumbuh tunggal atau dalam kelompok berbentuk datar seperti kembang kol.

HPV juga dapat menyebabkan pembentukan kutil dan lepuhan di sekitar mulut, lidah dan langit-langit mulut, yang ditularkan melalui seks oral dengan pasangan yang terinfeksi. Infeksi HPV oral bisa disebabkan strain risiko tinggi dan risiko rendah sehingga beberapa luka pada mulut berpotensi menjadi kanker. Lebih lanjut, luka tersebut dapat mengarah pada infeksi tenggorokan serius akibat HPV yang disebut recurrent respiratory papillomatosis (RRP). Orang dewasa dapat mengembangkan kutil tumor akibat penularan virus melalui kontak seksual, sedangkan anak-anak dapat terinfeksi selama kelahiran dari ibu mereka yang memiliki kutil kelamin.

Menurut National Cancer Institute, lebih dari 11.000 perempuan terkena kanker serviks di Amerika Serikat setiap tahunnya. Telah ditetapkan bahwa HPV persisten adalah penyebab hampir semua kasus kanker serviks. Gejala kanker serviks mungkin tidak muncul sampai tahap terakhir dari penyakit, tetapi perubahan sel di awal perkembangan penyakit dapat dideteksi melalui pemeriksaan pap-smear. Perdarahan vagina abnormal adalah gejala yang paling umum dari kanker serviks stadium lanjut.

Bagi yang memiliki aktivitas seksual rutin, penggunaan kondom sangat disarankan untuk menurunkan risiko tertular HPV. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, kondom harus digunakan pada setiap berhubungan seksual, dari awal sampai akhir. Risiko penularan HPV juga dapat ditekan dengan berkomitmen memiliki satu pasangan saja. Dan sebaiknya hindari melakukan aktivitas seksual yang berisiko seperti seks oral, jika Anda ragu dengan kondisi kesehatan pasangan Anda.

Selian itu, banyak orang tidak tahu jika mereka terinfeksi. Vaksin HPV dapat memberi perlindungan terhadap beberapa tipe HPV yang paling sering menyebabkan penyakit. Vaksin HPV diberikan dalam tiga dosis selama enam bulan dan sudah dapat diberi mulai umur 9 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Sangat penting untuk menerima tiga dosis vaksin untuk mendapatkan perlindungan terbaik. Vaksin akan efektif bila diberikan sebelum kontak seksual pertama seseorang, yaitu sebelum orang tersebut memiliki kemungkinan terpapar HPV.

Sumber gambar : www.blog-netizen.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY