Hubungan Antara Polip Serviks dan Kesuburan Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehadiran seorang anak merupakan dambaan bagi setiap pasangan suami istri apalagi bagi mereka yang telah lama menikah. Akan tetapi, tidak semua pasangan suami istri bisa mendapatkan keturunan secara biologis dengan mudah. Suatu kondisi dimana pasangan suami istri belum mampu memiliki anak walaupun telah melakukan hubungan seksual sebanyak 2-3 kali seminggu dalam kurun waktu 1 tahun, dengan tanpa menggunakan alat kontrasepsi jenis apapun disebut dengan infertile (tidak subur).

Infertilitas masih merupakan masalah kesehatan di dunia termasuk di Indonesia. Kejadian infertil meskipun tidak berpengaruh pada aktivitas fisik dan tidak mengancam jiwa, bagi banyak pasangan hal ini berdampak besar pada kehidupan keluarga karena selain menyebabkan masalah medis, infertilitas juga dapat menyebabkan masalah ekonomi maupun psikologis.

Dewasa ini, penyakit atau masalah pada organ reproduksi wanita dapat menyebabkan ia mengalami masalah pada kesuburannya. Salah satu masalah pada organ reproduksi wanita adalah polip serviks atau benjolan yang ada di leher rahim. Pandangan tersebut merupakan isu yang berkembang di kalangan masyarakat. Namun, apakah benar adanya?

Baiklah, sebelumnya kita bahas lebih lanjut mengenai ketidaksuburan atau infertil. Infertilitas dapat disebabkan oleh pihak wanita, pria, maupun keduanya akan tetapi dari jumlah pasangan infertil yang ada, sebagian besar penyebabnya berasal dari faktor wanita. Seorang wanita menjadi infertil dapat disebabkan oleh faktor risiko yang meningkat dan faktor tersebut sangat beragam diantaranya usia, pekerjaan, tingkat stres, body mass index kaitannya dengan status gizi, dan kelainan organ reproduksi seperti ada atau tidaknya gangguan pada ovulasi, gangguan tuba dan pelvis serta gangguan uterus (rahim).

Dari pendapat tersebut telah membuktikan bahwa adanya gangguan uterus (rahim) mungkin dapat menyebabkan wanita tidak subur, akan tetapi serviks merupakan bagian dari rahim, kemungkinan juga dapat menyebabkan wanita tidak subur.

Adanya benjolan yang terdapat di leher rahim dapat mempersulit masuknya sperma ke dalam rahim, bahkan saat melakukan hubungan seksual, wanita akan mengalami kesakitan dan perdarahan dari polip. Mungkin pendapat ini lebih mengarahkan pada ketidaksuburan yang diakibatkan karena faktor fisik, bukan faktor hormonal. Sehingga, wanita mungkin saja masih dapat hamil.

Faktor penyebab infertilitas pada wanita secara umum disebabkan oleh kelainan organ reproduksi yang terdiri dari gangguan ovulasi (PCOS, gangguan pada siklus haid, insufisiensi primer), gangguan tuba dan pelvis (infeksi maupun endometriosis), dan gangguan rahim (mioma submukosum, polip endometrium, leiomyomas dan sindrom asherman).

Dari ulasan di atas kita dapat mengetahui bahwasanya polip atau benjolan yang terdapat di bagian leher rahim memungkinkan seorang wanita untuk menjadi infertil. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk selalu berusaha jika sudah memiliki polip serviks yakni dengan segera mengkonsultasikannya dengan dokter. (SPT)


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here