Hubungan Seksual Setelah Melahirkan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Perlu diketahui bahwa persalinan adalah proses yang traumatik. Sehingga banyak wanita yang takut jika ingin melakukan hubungan seksual kembali pasca melahirkan. Trauma ini pun terjadi karena proses ini melibatkan hormonal yang berubah pada tubuh wanita, hal ini juga menyebabkan vagina lebih kering dalam 3 bulan pertama masa nifas, sehingga kalaupun memaksakan diri melakukan hubungan seks/intim, proses penetrasi akan lebih sulit.

Selama masa nifas, karena pada masa ini leher rahim wanita membutuhkan waktu untuk menutup, keputihan yang terjadi pun membutuhkan waktu untuk berhenti, serta robekan, sayatan, dan luka memerlukan waktu untuk sembuh, selain itu seorang wanita akan mengeluarkan cairan yang berasal dari rahim dan vagina. Cairan ini mempunyai reaksi bassa/alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat dari kondisi asam yang ada pada vagina normal. Apabila wanita tersebut melakukan hubungan intim pada masa nifas maka resiko munculnya infeksi semakin besar.

Namun jika Anda ingin melakukan hubungan seksual pasca melahirkan berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan saat pertama kali berhubungan seks setelah melahirkan:

  • Dapatkan izin dari dokter. ini penting terutama jika wanita melahirkan secara normal atau melalui vagina. Hubungan seks sebelum 4 minggu masa persalinan tidak hanya dapat merusak jahitan vagina yang belum pulih total setelah melahirkan, tetapi juga membuat Anda rentan terhadap infeksi vagina. Jika proses kelahiran melalui operasi caesar, tunggu hingga sayatan pada perut telah benar-benar sembuh. Melakukan hubungan seks ketika tubuh belum siap untuk seks akan membuat wanita merasakan rasa sakit, bukan lah kepuasan.
  • Pemanasan. Foreplay perlu dilakukan sebelum penetrasi karena hal ini dapat meningkatkan keintiman dan menambah pelumasan vagina, sehingga seks tidak menyakitkan. Bahkan secara psikologis wanita usai melahirkan memerlukan pemanasan yang lebih panjang untuk hubungan seks y ang saling memuaskan.
  • Pelumasan. Kondisi vagina yang kering pasca melahirkan memerlukan pelumas karena pelumas dapat membantu melicinkan vagina dan mengurangi rasa sakit, serta meningkatkan kenikmatan.
  • Gunakan kembali alat kontrol kehamilan. Meskipun wanita setelah melahirkan tidak mengalami menstruasi tetapi kemungkinan wanita dapat hamil kembali maka dari itu diperlukan penggunaan alat kontrol kehamilan, kecuali jika Anda ingin segera memiliki anak kembali. Dokter mungkin akan menyarankan penggunaan alat kontrol kehamilan yang tidak mempengaruhi aktivitas menyusui. Dokter dapat menyarankan pil yang hanya mengandung progestin dan tidak mengandung estrogen, yang paling sering digunakan oleh ibu menyusui. Tapi jika Anda tidak menyusui, metode hormonal seperti pil atau cincin akan bekerja dengan baik .
  • Posisi yang tepat. Lakukan percobaan untuk menemukan posisi seks yang tepat, sehingga hanya memberikan sedikit tekanan pada setiap jahitan vagina. Pilih juga posisi yang dapat memberi kontrol atas kedalaman penetrasi. Posisi wanita di atas atau women on top dapat menjadi pilihan dan pastikan melakukan seks dengan kecepatan lambat agar lebih nyaman.
  • Latihan kegel. Tujuan latihan ini adalah untuk memompa aliran darah ke vagina dan mengembalikan kekencangan otot vagina agar kembali kuat seperti sebelum melahirkan. Latihan ini biasanya dilakukan dengan cara menegangkan dan melepaskan vagina seperti ketika menahan pipis.
  • Hindari rangsangan payudara. Pada saat melakukan hubungan seksual kembali lebih baik Anda hindari karena jumlah ASI yang keluar dari payudara cukup banyak setelah melahirkan. Sehingga pada saat merangsang payudara, keluarnya ASI menjadi hal yang tidak bisa dihindari seringkali hal ini membuat risih suami saat melakukan seks.
  • Komunikasi yang baik dan saling mengerti. Seks pertama pasca-melahirkan adalah sesuatu yang baru bagi pasangan. Saling mengerti dan mengalah akan membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah, dengan komunikasi pun jika ada rasa tidak nyaman, mintalah untuk berhenti sejenak dan menyentuh atau mencium pasangan pelan-

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY