Hubungan Stres, Depresi dan Penyakit Jantung

SehatFresh.com – Depresi dan stres adalah dua kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Stres disebabkan oleh suatu peristiwa yang membuat seseorang merasa frustrasi, sedangkan depresi membuat seseorang berada dalam kesedihan dan merasa putus asa. Meskipun stres merupakan reaksi normal terhadap peristiwa kehidupan yang signifikan, dalam beberapa situasi dapat menyebabkan depresi. Gejalanya ditandai dengan kesedihan persisten, kecemasan, kehilangan minat dalam kegiatan yang menyenangkan serta masalah konsentrasi dan pola tidur.

Satu penjelasan untuk bagaimana stres dapat menyebabkan depresi adalah faktor biologis. Bukti menunjukkan bahwa penanda genetik tertentu dapat memengaruhi depresi sebagai respon terhadap stres bagi sebagian orang. Hal ini juga membantu menjelaskan mengapa beberapa orang mengembangkan depresi setelah peristiwa traumatis sementara yang lainnya tidak. Potensi stres utama juga datang dari pikiran yang terus-menerus menginterpretasikan isyarat-isyarat dari lingkungan secara tidak tepat. Bagaimana seseorang menginterpretasi peristiwa-peristiwa yang terjadi menentukan apakah ia akan mengalami stress atau tidak. Ini sangat dipengaruhi oleh cara berpikir seseorang mengenai pandangan hidup.

Menurut Mayo Clinic, stres kronis dapat meningkatkan risiko seseorang terkena depresi. Beberapa gejala depresi dan stres ditandai dengan gejala yang sama, seperti masalah tidur dan konsentrasi, meskipun keduanya berbeda dalam suasana hati dan gejala perilaku. Stres kronis berlangsung untuk jangka waktu yang lama, sering dikaitkan dengan timbulnya depresi dan disebabkan oleh perubahan hidup yang tidak diinginkan atau trauma. Masalah dengan pekerjaan atau hubungan, masalah ekonomi atau masalah kesehatan adalah masalah dalam kehidupan yang bertanggung jawab terhadap stres. Stres semacam ini dapat menyebabkan kesedihan, keputusasaan dan gejala lain dari depresi dengan menciptakan perasaan bahwa tidak ada cara bagi Anda untuk memperbaiki masalah atau untuk melewati situasi.

Berurusan dengan stres juga bisa dibuat lebih sulit oleh masalah psikologis. Sebagai contoh, jika Anda pernah mengalami depresi di masa lalu atau sudah tertekan, Anda lebih mungkin terpengaruh oleh stres kehidupan. Penelitian juga menyebutkan bahwa rendah diri, sikap disfungsional dan kerentanan interpersonal berkaitan dengan pengembangan depresi dan stres kehidupan.

Hidup di tengah keadaan stres, depresi, dan isolasi sosial telah diyakini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, baik jantung koroner maupun penyakit jantung lainnya. Stres dan depresi bisa mengakibatkan seseorang memiliki pola hidup yang kurang baik, misalnya merokok, mengonsumsi makanan siap saji, dan kurang melakukan aktifitas fisik. Pola hidup yang kurang baik inilah yang dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit jantung koroner.
Stres sendiri dapat berpengaruh terhadap sistem peredaran darah dan saraf. Suatu penelitian menyebutkan bahwa stres akut memicu berkurangnya aliran darah ke jantung sehingga meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah pada jantung. Inilah yang memicu timbulnya penyakit kardiovaskuler.

Penyakit jantung dan stres adalah kondisi yang serius. Kedua kondisi tersebut dapat dikendalikan melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup. Jika Anda didiagnosa mengidap salah satu atau bahkan dua kondisi tersebut, berkonsultasilah dengan dokter agar Anda mendapatkan rekomendasi pengobatan dan pilihan gaya hidup yang tepat.

Sumber gambar : quaker.co.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY