Hukum Melakukan Suntik KB saat Puasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Suntik KB merupakan salah satu upaya alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan atau menunda jarak kehamilan setiap anak. Alat kontrasepsi ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu suntik 3 bulan dan suntik 1 bulan. Cara kerja dari kontrasepsi suntik yaitu dengan melepaskan hormon progesteron ke dalam aliran darah sehingga mencegah terjadinya kehamilan.

Pada umumnya cara penyuntikan KB suntik dilakukan di bagian lengan atas, paha dan bokong. Akan tetapi saat ini KB suntik pada umumnya dilakukan dibokong. Selama melaksanakan ibadah puasa kita harus menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Banyak rumor yang beredar mengenai hukum melakukan KB suntik saat puasa. Bolehkah melakukan KB suntik saat puasa?

Menurut pandangan medis melakukan KB suntik saat puasa tidak dilarang, hal ini dikarenakan kb suntik tidak membatalkan puasa. Kontrasepsi suntik yang dimasukan ke dalam tubuh tidak sampai ke rongga perut. Alasan ini berbeda dengan memasukan cairan glukosa ke dalam tubuh yang alirkan melalui infus, cairan glukosa ini masuk sampai rongga perut sehingga hal ini dapat membatalkan puasa. Cairan glukosa yang masuk ke dalam tubuh disamakan halnya orang tersebut makan dan minum.

Suntik KB memiliki beberapa efek samping seperti becak, pusing, haid tidak teratur, perdarahan dan lain-lain. Efek samping tersebut terjadi sampai beberapa bulan atau tahun. Pada umumnya efek samping tersebut terjadi sekitar 6-12 bulan dan setiap orang mengalami efek samping KB suntik yang berbeda-beda. Bahkan ada beberapa wanita yang melakukan KB suntik tidak mendapatkan haid sedangkan ada beberapa wanita lagi yang melakukan KB suntik mendapatkan haid secara teratur.

Akan tetapi apabila ada wanita yang mengalami perdarahan atau bercak akibat efek samping dari suntik maka wanita tersebut tidak bisa melakukan puasa karena hal tersebut dapat membatalkan puasa. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya efek samping dari hal tersebut anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter sehingga anda dapat mengurangi atau menghindari kemungkinan efek samping perdarahan setelah suntik. Lalu bagaimana pandangan islam saat melakukan KB suntik dalam kondisi puasa?

Menurut saran dan pendapat para ulama peserta rapat Komisi Fatwa MUI Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 5 Dzulqa’dah 1421 H atau tanggal 1 Febuari 2001 M menyatakan fatwanya bahwa jika orang yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan mengalami sakit atau penyakit menular pengobatan termasuk dengan suntikan. Maka yang bersangkutan harus berobat dan diperbolehkan untuk berpuasa, hal tersebut harus didasarkan pada Firman Allah SWT yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 183-184.

Akan tetapi pendapat lain yang disampaikan oleh ulama salaf menjelaskan bahwa memasukan obat ke dalam tubuh melalui pori-pori dibawah kulit atau pembuluh darah bersifat membatalkan puasa karena pada hakikatnya suntikan adalah memasukan sesuatu benda ke dalam tubuh meski tidak melalui lubang yang lazim (mulut). Hal tersebut dijelaskan dalam kitab fiqh salaf. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here