Ibu Hamil Kurang Tidur Berisiko Memiliki Tekanan Darah Tinggi

www.sehatfresh.com

SehatFreh.com – Setiap ibu hamil pasti memiliki rasa  tidak nyaman pada kehamilannya salah satunya pada pola istirahatnya yaitu tidur. Kurang tidur saat hamil memang sering terjadi pada setiap orang dengan berbagai keluhan dan alasan tertentu. Karena janin yang dikandungnya semakin besar perubahan pada bagian tubuh pun berbeda seperti pada perut ibu hamil terebut. Karena perut yang semakin membesar akibatnya kandung kencing pun akan tertekan oleh bagian perut bagian atas tersebut dan akibatnya ibu yang sedang hamil cenderung akan sering sekali bolak-balik kamar mandi untuk buang air kecil.

Ketidaknyamanan yang dirasakan saat malam hari perlu dihindari ibu hamil karena jika ibu hamil terus menerus seperti itu akan sedikit berisiko pada pola istirahat tidur malamnya akan terganggu dan akibatnya memberikan efek negatif pada kesehatannya. Hal ini diungkapkan oleh DR. Dr. Noroyono Wibowo SPOG (K).  “Ibu hamil yang tidak dapat tidur pada malam hari tidak boleh dianggap sepele, jika terlalu sering kurang tidur, tekanan darah ibu hamil tersebut akan dapt meningkat dan akan menimbukan hipertensi dalam kehamilan yaitu preeklamsia sampai eklamsia”, jelasnya.

Hal ini di akibatkan tekanan darah yang sistolik atau tekanan darah yang batas atas pada ibu hamil yang pola tidurnya kurang sekitar enam jam lebih tinggi dari pada mereka yang tidur lebih dari tuju jam. Dan akibatnya ibu hamil yang kurang tidur itu akan berisiko 9 kali lipat untuk mengalami preeklmasia. Pada faktanya menurut hasil penelitian dari Center for Parinatal Studies di Swedish Medical Center, Seattle, Amerika Serikat.

Dikutip pula dari Mayoclinic ada beberapa waktu lalu, ibu hamil yang memiliki waktu tidur yang pendek akan membuat energinya berkurang dan menurun, penumpukan lemak di tubuhnya, depresi dan juga menggunakan suasana hatinya sehingga akan lebih mudah marah yang tentunya akan berdampak pada peningkatan tekanan darahnya.

Hindari tidur siang yang terlalu lama

Pada masa kehamilan berisiko akan adanya tanda-tanda komplikasi yang bisa saja di awal atau diakhir kehamilan mengalami geja komlikasi tersebut seperti mengalami preeklamsia, preeklamsia adalah tekanan darah tinggi yang dialami ibu hamil yang ditandai dengan protein urine positif dua yang terjadi pada awal trimester ke 3. Jika anda mengalami preeklamsia maka plasenta yang ada didalam rahim tidak akan mendapatkan jumlah darah yang cukup sehingga nantinya bayi akan berisiko mengalami BBLR (berat badan lahir rendah).  Preeklamsia yang bisa terjadi pada ibu hamil tidak boleh dianggap remeh karene akan menyangkut nyawanya, preeklamsi yang tidak dapat ditangani akan mengakibatkan eklamsia dan akan terjadi kejang pada ibu hamil.

Akibat tekanan darah yang terlalu tinggi. Salah satu cara menghidarinya anda perlu mengontrolkan kehamilan anda sesuai jadwal yang sudah ditetapkan bidan atau dokter agar dapat dipantau pada masa kehamilannya dan anda bisa mengantur pola istirahat anda agar teratur tidur malam kurang lebih 8 jam dan perlu anda mengkonsumsi banyak air putih dan mengurangi konsumsi garam yang berlebihan. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here