Ibu Hamil Terkena Flu dan Pengobatan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Flu merupakan penyakit yang sering menyerang banyak orang. Flu tak hanya menyerang saat musim hujan, flu juga bisa menyerang ketika cuaca normal, yaitu ketika imun atau daya tahan kita menurun. Flu sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan.

Masa inkubasi virus flu termasuk singkat, di mana virus paling memungkinkan menular ialah ketika sehari setelah terinveksi dan enam hari setelahnya. Gejala flu semakin parah ketika telah menyerang selama dua atau tiga hari. Gejala yang biasa di rasakan ialah sakit kepala, demam, batuk-batuk, pegal, dan kehilangan nafsu makan.

Banyak orang yang beranggapan bahwa pilek dan flu itu sama. Tapi, ternyata mereka berdua berbeda. Flu cenderung memiliki masa inkubasi yang lebih singkat dengan gejala yang lebih parah sehingga dapat menghambat rutinitas penderita. Sementara,  pilek biasanya muncul secara bertahap dengan gejala yang lebih ringan. Sehingga tidak terlalu berdampak kepada rutinitas penderita.

Di awal kita telah membahas bahwa flu bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Tak hanya saat musim hujan, atau pancaroba, tapi bisa juga ketika musim normal. Tidak menutup kemungkinan bila yang terserang virus adalah seorang ibu hamil. Memilih obat flu untuk ibu hamil tidaklah mudah.

Tak sedikit masyarakat yang bertanya–tanya apakah obat apotek yang biasa dikonsumsi dan aman digunakan untuk ibu hamil atau tidak. Untungnya masih ada obat apotek yang dapat digunakan untuk ibu hamil, walau penggunaannya tetap perlu diwaspadai. Selain obat apotek, ibu hamil juga dapat mencoba beberapa obat tradisional dan kiat lainnya untuk mengatasi penyakit ini.

Terjadi perubahan pada tubuh seorang perempuan ketika ia memasuki masa kehamilan. Perubahan tersebut tidak hanya berupa perut ibu menjadi lebih buncit, namun juga melibatkan perubahan pada sistem tubuh. Daya tahan tubuh menurun pada masa kehamilan. Hal ini terjadi supaya tubuh ibu tidak ‘menolak’ janin yang sedang dikandungnya. Sayangnya hal tersebut dapat menjadi pedang bermata dua, yaitu menyebabkan ibu lebih rentan terserang penyakit, terutama flu. Terlebih lagi, risiko terjadinya komplikasi karena flu meningkat bagi ibu hamil. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah radang paru-paru, bronchitis, dan infeksi sinus.

Semua yang ibu hamil konsumsi tidak hanya menimbulkan efek pada tubuhnya, namun juga memberikan efek bagi janinnya. Beberapa jenis obat yang diminum ibu hamil tidak hanya beredar di dalam darah ibu namun dapat ikut beredar di peredaran darah janin. Perlu diketahui bahwa beberapa jenis obat dapat membahayakan pertumbuhan janin.. Fakta ini membuat ibu hamil harus lebih berhati-hati terutama dalam hal mengkonsumsi obat.

Obat flu untuk ibu hamil yang paling banyak digunakan dan dikatakan aman adalah obat yang mengandung parasetamol. Parasetamol berguna untuk mengobat sakit kepala, demam, dan gejala tidak enak badan lainnya. Ikuti pentunjuk penggunaannya di kertas informasi obat. Carilah obat yang hanya mengandung parasetamol, jangan obat yang mengandung kombinasi obat lain.

Suplemen penambah daya tahan tubuh merupakan obat yang cukup banyak dipakai orang Indonesia untuk dikonsumsi saat tidak enak badan. Biasanya suplemen tersebut mengandung zat herbal yang disebut Echinacea. Apakah Echinacea aman digunakan sebagai obat flu untuk ibu hamil? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suplemen ini pada ibu hamil trimester pertama tidak menimbulkan efek yang buruk bagi janin.

Ibu hamil harus menghindari segala obat kombinasi, atau obat yang dalam satu tablet mengandung berbagai macam jenis obat, karena kita tidak tahu apakah obat tersebut akan memberikan efek yang buruk bagi janin. Hindari pula obat yang megandung ibuprofen, aspirin (keduanya merupakan obat flu dan demam), dan kodein (obat batuk kering).

Agar terhindar dari flu ada baiknya jika Anda lebih memperhatikan kebersihan, menjaga asupan makanan, mengonsumsi buah dan sayur, serta memastikan Anda mengonsumsi air dengan cukup.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY