Ibu Menyusui Sebaiknya tidak Berpuasa Bila Alami Hal Ini

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dalam Islam, sebenarnya ibu menyusui mendapat keringanan untuk tidak berpuasa saat menyusui. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat sang ibu disarankan tidak berpuasa. Bagi ibu menyusui, selain penting memperhatikan asupan nutrisinya, penting juga memperhatikan kesehatan tubuh.

Seorang ibu yang sedang menyusui jangan memaksakan diri untuk berpuasa jika mengalami tanda-tanda seperti di bawah ini:

  • Jika bayi masih berusia 0–6 bulan

Bayi yang baru lahir tentu membutuhkan ASI eksklusif dari sang ibu. Itu artinya, bayi akan tergantung penuh pada ibunya untuk mendapatkan asupan makanan. Maka, jika bayi Anda masih tergolong newborn, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk berpuasa.

  • Urine berwarna gelap dan berbau

Jika urine Anda berwarna gelap dan berbau tak sedap, segera hentikan puasa. Itu menandakan Anda sedang kekurangan cairan. Untuk mengatasinya, perbanyak minum air putih dan jaga asupan cairan. Hentikan pula puasa jika Anda mengalami dehidrasi. Bagi ibu menyusui yang mengalami dehidrasi atau rasa haus yang parah saat puasa akan mengurangi produksi ASI sekaligus bisa membahayakan kondisi kesehatan ibu menyusui dan bayinya. Ibu yang menyusui juga bisa mengonsumsi buah dan sayur untuk menjaga cairan tubuh tetap terjaga.

  • Bayi tidak kenyang

Jika bayi tidak kenyang dan puas dengan ASI yang ia konsumsi, ada baiknya Anda menghentikan berpuasa. Ciri bayi yang tidak kenyang adalah ia masih menangis dan merengek. Padahal, Anda sudah memberinya ASI. Hal itu menunjukkan kalau ASI dalam tubuh Anda kurang. Maka, makanlah secukupnya agar produksi ASI kembali normal.

  • Lemas dan pusing

Jika merasa lemas, letih, dan sakit kepala, Anda dapat menghentikan puasa karena Anda mungkin mengalami dehidrasi. Secara alamiah, tubuh Anda akan memberikan sinyal jika tidak kuat berpuasa. Kalau memang Anda merasa tak bisa melanjutkan berpuasa, berhentilah. Tanda lainnya ialah jika ibu menyusui merasakan sakit di beberapa bagian tubuh. Ini juga merupakan tanda kekurangan cairan atau gangguan kesehatan lainnya. Mengonsumsi minuman yang mengandung kafein juga bisa menyebabkan ibu mengalami sakit kepala. Sebaiknya ibu perhatikan lagi makanan yang dikonsumsi. Jika sakit kepala dan rasa sakit di bagian tubuh masih terasa, segera hentikan berpuasa.

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsi ibu menyusui ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan tiga kali sehari dan secara disiplin mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10–20% lemak. Jika tanda-tanda di atas tidak segera hilang meski sudah berhenti puasa dan istirahat, segera hubungi dokter. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here