Indeks Glikemik Makanan

SehatFresh.com – Diet seimbang sangat penting untuk kesehatan yang baik. Mencari tahu makanan mana yang baik terkadang membingungkan terutama terkait masalah karbohidrat yang seringkali dianggap sebagai pemicu kegemukan. Karbohidrat merupakan zat gizi makro yang menjadi bahan bakar utama bagi tubuh. Karbohidrat itu jangan dihindari, tapi akan lebih baik bila kita makan sumber karbohidrat yang berkualitas tinggi. Nah, indeks glikemik dalam hal ini membantu dalam membandingkan kualitas karbohidrat dalam makanan yang berbeda.

Indeks glikemik (IG) adalah pengukuran yang dilakukan pada makanan yang mengandung karbohidrat dan dampaknya terhadap gula darah. IG adalah cara yang relatif baru dalam menganalisis makanan. Sebelumnya, sebagian besar rencana makan dirancang untuk memperbaiki gula darah dianalisis dengan jumlah total karbohidrat (termasuk gula dan pati) dalam makanan itu sendiri.

Dr David Jenkins menciptakan indeks glikemik (IG) untuk mempelajari makanan terbaik untuk penderita diabetes. Ini tidak mengkategorikan karbohidrat menjadi sederhana atau kompleks, IG membuat “rangking” pada makanan menggunakan skala mulai dari 0 sampai 100. Makanan yang cepat menaikkan kadar glukosa darah mendapatkan nomor indeks glikemik lebih tinggi dari makanan yang meningkatkan kadar glukosa darah lebih lambat.

Tubuh merespon lonjakan glukosa darah dengan memproduksi lebih banyak insulin, hormon yang menyebabkan tubuh untuk berhenti membakar lemak dan mulai membakar karbohidrat. Hal ini juga mengirimkan sinyal lapar dan memberitahu tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak. Bila Anda mengkonsumsi makanan IG rendah, hal ini membantu Anda menghindari lonjakan glukosa darah, serta mengelola berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

Menurut Mayo Clinic, makanan dengan angka 70 atau lebih dianggap makanan glikemik tinggi. Roti putih, kentang panggang, dan donat termasuk dalam kategori ini. Angka glikemik mulai 56-69 dikategorikan sebagai indeks glikemik menengah. Contoh makanan tersebut meliputi pisang dan nanas. Makanan dengan IG rendah diwakili dengan angka kurang dari 55. Beberapa contohnya adalah susu skim, kacang merah, dan wortel mentah. Banyak makanan yang diperlukan untuk diet sehat juga membawa nilai IG rendah seperti roti gandum, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak serta buah-buahan dan sayur-sayuran.

Kebanyakan sayuran memiliki angka indeks glikemik rendah. Contohnya wortel (35), kacang hijau (51), ubi (54) dan lobak (52). Apel (39), prune (29), grapefruit (25), pear (38) dan jeruk (40) adalah beberapa contoh buah dengan IG rendah yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan, menunda isyarat lapar, dan membantu manajemen berat badan.

Ketika menghindari makanan olahan dan lebih berfokus pada makanan segar, Anda mungkin menuai manfaat kesehatan yang sama dengan diet indeks glikemik. Namun, indeks glikemik dapat membantu mengarahkan pada pilihan yang lebih sehat terutama bagi mereka yang menderita diabetes.

Makanan dengan IG rendah dapat membantu orang dengan diabetes lebih baik mengelola kondisi mereka. Apakah Anda diabetes atau tidak, diet IG rendah juga dapat membantu mengelola berat badan, mengontrol kadar gula darah serta membantu Anda tetap kenyang lebih lama dengan lebih banyak energi.

Sumber gambar : asurya1414.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY