Infeksi Bakteri Picu Infertilitas Pada Pria

SehatFresh.com – Sistem reproduksi pada manusia bisa mengalami gangguan akibat penyakit atau kelainan yang terjadi pada tubuh seseorang. Tidak hanya pada wanita, infeksi bakteri pada organ reproduksi pria juga bisa memicu masalah infertilitas. Jaringan parut di lokasi infeksi dapat menyebabkan infertilitas jika jaringan parut menyumbat saluran dalam testis, epididimis atau saluran ejakulasi.

Infeksi testis dapat mematikan produksi sperma dengan menghalangi tubulus testis kecil di mana sperma diproduksi yang disebut seminiferous tubules. Sperma baru akan diproduksi disimpan sementara di dalam epididimis, organ samping testis yang terdiri dari saluran sperma melingkar di mana sperma mengalami pematangan akhir kemudian perlahan-lahan bergerak melalui saluran sperma. Infeksi pada epididimis dapat mengganggu pematangan sperma dan menghambat transportasi sperma. Karena prostat menghasilkan sebagian besar cairan ejakulasi, infeksi pada prostat dapat menghalangi pelepasan cairan dari prostat sehingga mengurangi volume ejakulasi.

Dalam menanggapi infeksi, sel darah putih membanjiri lokasi infeksi. Kelebihan sel darah putih dalam air mani dapat menyebabkan masalah kesuburan juga, karena sel-sel darah putih yang terlibat dalam proses peradangan melepaskan senyawa oksigen reaktif (reactive oxygen species, ROS). ROS adalah radikal bebas yang meracuni sperma. Membran plasma sperma bisa rusak jika terkena paparan ROS tingkat tinggi, yang pada gilirannnya memengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

Selanjutnya, ROS dalam air mani dapat menyebabkan kerusakan DNA sperma sehingga mengakibatkan kegagalan pembuahan. Sitokin, pembawa pesan kimia yang diproduksi sebagai bagian dari respon inflamasi juga mengakibatkan terganggunya produksi sperma secara normal. Selain itu, antibodi anti-sperma yang menjadi bagian dari respon imun tubuh, juga dapat menyebabkan sel sperma saling menempel dan tidak bisa membuahi sel telur.

Tergantung pada jenis bakteri, antibiotik dapat diresepkan untuk membunuh bakteri. Jika infeksi telah menyebabkan peradangan dan jaringan parut pada saluran, pengobatan antibiotik saja mungkin tidak cukup untuk mengembalikan kesuburan. Tindakan operasi mungkin diperlukan untuk membuka penyumbatan saluran. Jika saluran yang tersumbat adalah seminiferous tubules atau epididimis, operasi mungkin mungkin tidak bisa mengembalikan lagi kondisi saluran.

Beberapa bakteri umum yang menginfeksi manusia dan menyebabkan infertilitas adalah bakteri yang menyebabkan gonore (neisseria gonorrhea), sifilis (treponema pallidium) dan klamidia (chlamydia trachomatis). Semuanya termasuk dalam kategori penyakit menular seksual. Risiko infeksi karena bakteri ini dapat dikurangi dengan menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. Dan tentunya penting juga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sumber gambar : kehamilanibuhamil.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY