Infeksi Kulit Yang Membahayakan Bayi

SehatFresh.com – Jika ibu menemukan luka pada kulit bayi dan mulai terlihat melebar, bengkak atau kemerahan, bisa jadi ia terkena selulitis. Ini tidak sama dengan selulit. Selulitis adalah infeksi bakteri pada kulit dan jaringan di bawahnya. Seorang bayi bisa terkena selulitis ketika bakteri menular, seperti staphylococcus atau streptokokus, bersarang di bawah kulit melalui luka terbuka.

Kulit kering, pecah-pecah atau mengelupas, luka kulit, gigitan dan sengatan serangga, cakaran hewan peliharaan dan bekas garukan pada lepuhan cacar air adalah semua yang berhubungan dengan perkembangan selulitis pada bayi. Bayi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan terhadap infeksi ini.

Bakteri akan menyebar di bawah kulit lalu masuk ke jaringan lunak di bawah kulit. Hal ini menyebabkan infeksi dan peradangan. Selulitis paling sering menyerang wajah dan tungkai. Kulit bengkak dan memerah yang terkadang terasa hangat adalah gejala klasik dari selulitis. Selulitis juga terkadang menyebabkan bayi menjadi menggigil, berkeringat dan demam. Demam tinggi pada bayi harus diperlakukan sebagai darurat medis.

Infeksi selulitis pada bayi umumnya dapat diobati dengan antibiotik oral. Rejimen standar berlangsung tujuh sampai 10 hari. Gejala biasanya mulai hilang dalam waktu dua atau tiga hari. Dalam beberapa kasus, bayi mungkin memerlukan antibiotik intravena. Kunjungan tindak lanjut sangat penting dalam beberapa hari untuk memeriksa bahwa obat tersebut bekerja dan memastikan infeksi sepenuhnya telah sembuh.

Untuk membantu mempercepat pemulihan, hal yang dapat Anda lakukan di rumah adalah mengistirahatkan area tubuh yang terinfeksi dan jaga agar tidak tersentuh tangan atau apa pun yang tidak terjamin kebersihannya. Cuci tangan Anda dengan air hangat dan sabun antibakteri sebelum dan setelah memegang bayi Anda.

Selulitis ini merupakan penyakit serius dan bila dibiarkan, berpotensi mengancam nyawa karena infeksi bisa menyebar dengan cepat. Bakteri yang menyebabkan selulitis dapat menyebar dari kulit dan jaringan di bawahnya ke kelenjar getah bening dan aliran darah. Ketika ini terjadi, infeksi pada pembuluh getah bening atau tulang atau meningitis dapat berkembang. Sepsis, yang juga merupakan infeksi bakteri yang mengancam jiwa dalam darah, juga dapat terjadi.

Untuk mencegah selulitis, perawatan dan pembersihan luka terbuka secara tepat sangatlah penting. Jika ada luka pada kulit bayi, bersihkan dengan hati-hati. Cuci area luka dengan cairan antiseptik. Pastikan untuk menutupi luka dengan perban atau kasa, dan pastikan bayi tidak menggaruk luka tersebut agar tidak terjadi infeksi.

Sumber gambar : www.ibudanbalita.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY