Infeksi Radang Panggul Picu Rasa Sakit saat Bercinta

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada berbagai sebab wanita sulit hamil atau infertilitas (ketidaksuburan/mandul). Peradangan pada organ reproduksi wanita menjadi satu di antaranya. Sayangnya, tak banyak wanita yang menyadari mengalami hal ini.

Peradangan juga terdiri atas berbagai macam. Salah satu peradangan terkait kepuasan seksual adalah radang panggul. Penyakit radang panggul atau yang dikenal dengan Pelvic inflammatory disease (PID) adalah infeksi pada organ reproduksi wanita. Hal ini biasanya terjadi ketika bakteri menular seksual menyebar dari vagina ke rahim dan saluran kelamin bagian atas.

Radang panggul menjadi salah satu penyebab wanita sulit hamil. Parahnya, wanita yang menderita radang panggul juga berisiko lebih tinggi mengalami kehamilan di luar kandungan.

Penularan utama penyakit ini adalah melalui hubungan seksual. Tak heran infeksi ini banyak dikaitkan dengan penyakit menular seksual (PMS), seperti klamidia dan gonore. Pada kasus yang berat, infeksi bisa menimbulkan abses (pus atau nanah) di rongga panggul. Akibatnya, tidak hanya meningkatkan risiko kesehatan organ reproduksi lain, tetapi juga memerlukan penanganan yang lebih serius. Oleh sebab itu, gejala radang panggul harus segera ditangani.

Selain itu, radang panggul juga bisa disebabkan oleh adanya pertumbuhan bakteri vagina atau prosedur aborsi dan pemasangan kontrasepsi spiral (IUD) yang tidak steril.

Meski demikian, radang panggul bisa diobati dengan mengonsumsi antibiotik. Namun, penyakit ini menyebabkan luka parut di organ reproduksi.

Nyeri panggul atau disebut juga pelvic pain merupakan salah satu gejala yang paling sering dijumpai pada radang panggul. Nyeri perut bagian bawah ini juga bisa menjadi gejala beberapa penyakit lain, seperti kehamilan ektopik, appendisitis, irritable bowel syndrome, endometriosis, kista indung telur (ovarium) yang terpuntir atau pecah (ruptur), dan infeksi saluran kencing.

Radang panggul umumnya diikuti gejala lain seperti, keputihan disertai bau, nyeri saat berhubungan seksual, atau pendarahan setelah berhubungan seksual. Selain itu, juga bisa ditandai dengan pendarahan di luar siklus haid, nyeri saat haid (dysmenorhea), dan atau disertai demam. Tapi, sejumlah penderita mengaku juga mengalami gejala yang ringan hingga tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Radang panggul merupakan komplikasi dari penyakit menular seksual. Penularan PMS adalah melalui hubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi PMS. Penyakit radang panggul juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Faktor-faktor risiko itu antara lain:

  • Wanita seksual aktif, terutama usia kurang dari 25 tahun.
  • Semakin banyak pasangan seks atau berganti-ganti pasangan seks, maka semakin meningkatkan risiko PMS. Akibatnya, seseorang yang memiliki gaya hidup seks bebas berisiko terkena radang panggul.
  • Wanita yang melakukan douching (membilas atau mencuci vagina dengan cara menyemprotkan air atau cairan tertentu) lebih berisiko mengalami radang panggul daripada yang tidak melakukan douching. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here