Infeksi Sinus Pada Balita

SehatFresh.com – Orang tua perlu waspada bila anak sering mengalami pilek. Dalam jangka panjang dan sering berulang, pilek bisa mengarah pada komplilkasi sinusitis. Sinusitis adalah suatu kondisi di mana saluran hidung (sinus) menjadi meradang dan bengkak. Mayo Clinic menjelaskan bahwa kondisi ini mengganggu fungsi normal pembuangan lendir.

Sinusitis (infeksi sinus) terjadi jika membran mukosa saluran pernapasan atas (hidung, kerongkongan, sinus) mengalami pembengkakan. Pembengkakan tersebut menyumbat saluran sinus yang bermuara ke rongga hidung. Akibatnya cairan lendir tidak dapat keluar secara normal. Akumulasi lendir di dalam sinus menjadi faktor yang mendorong terjadinya infeksi sinus.

Sinusitis bisa terjadi akibat pilek yang berlangsung berulang dan berkepanjangan. Lendir yang terkontaminasi dengan kuman akan berubah menjadi ingus. Orang bisa terserang pilek karena berbagai penyebab. Selain serangan virus flu yang memang bisa datang berulang, pilek juga bisa terjadi akibat alergi pada hidung. Maka dari itu, apa pun penyebab pileknya, maka jangan dibiarkan berkepanjangan. Pada anak yang memiliki bakat alergi, risiko sinusitis menjadi lebih tinggi. Hal ini dikarenakan alergi membuat anak rentan alami flu berkepanjangan sehingga membuat rongga hidung mudah bengkak.

Tekanan pada sinus karena penyumbatan dapat menyebabkan rasa sakit, nyeri dan pembengkakan. Lokasi ketidaknyamanan dapat mencakup area mata, pipi, hidung dan dahi. Rahang atas, gigi dan telinga juga mungkin terasa sakit. Sakit kepala dan nyeri wajah umumnya memudahkan diagnosis sinusitis pada orang dewasa dan remaja tetapi gejala ini tidak terlalu umum pada anak-anak. Nyeri tenggorokan sering terjadi menyertai infeksi sinus. Sekitar setengah dari semua balita juga ditemukan mengalami infeksi telinga bersamaan dengan infeksi sinus.

Terkait alergi, gejala utama sinusitis adalah bersin-bersin, pengeluaran cairan terhambat, hidung terasa panas dan gatal. Infeksi sinus alergi berhubungan dengan rhinitis (radang selaput lendir hidung).  Akibat gejala fisiknya, sinusitis dapat menyebabkan balita menjadi lebih mudah marah, lelah atau mengalami kesulitan tidur, menjadi tidak tertarik bermain dan nafsu makannya berkurang. Mereka juga mungkin mengalami bau mulut atau demam akibat infeksi. Akibat infeksi sinus, lingkaran hitam di bawah dan di sekitar mata juga sering muncul. Selain gelap, jaringan wajah mungkin terlihat bengkak dan sembap.

Adanya peradangan atau infeksi pada sinus yang masih awal umumnya sulit didiagnosis hanya dengan pemeriksaan fisik. Sinusitis baru bisa terdeteksi apabila dilakukan foto rontgen pada sinus (wajah). Pada kasus yang parah, pengobatan tidak cukup dengan obat-obatan saja, melainkan perlu tindakan operasi untuk mengeluarkan lendir dan nanah yang ada dalam sinus. Dengan tindakan ini, sinusitis dapat disembuhkan.

Sumber gambar : gigisusu.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY