Infertilitas (ketidaksuburan) Pada Pria

SehatFresh.com – Setiap pasangan umumnya mendambakan kehadiran seorang buah hati sebagai tanda cinta dan pengikat keduanya. Namun, jika si kecil tak kunjung hadir, maka setiap pasangan sebaiknya berkonsultasi dengan konsultan fertilitas, melakukan pemeriksaan fisik maupun laboratorium.  Seiring dengan bertambahnya pengetahuan mengenai fungsi reproduksi pria maka pentingnya faktor dari pria (suami)  pada kasus infertilitas (ketidaksuburan) sejak beberapa tahun terakhir meningkat.

Dahulu, perhatian terfokus hanya pada pihak wanita saja sebagai penyebab ketidaksuburan pasangan. Saat ini diketahui kelainan pada pria memberikan kontribusi 30% dan 20% disebabkan kelainan kedua belah pihak pasangan. Maka faktor pria atau suami memegang kontribusi 50% pada pasangan infertil atau dengan kata lain baik suami maupun istri mempunyai kontribusi yang sama.

Menurut dunia medis, definisi Infertilitas adalah : “Istilah yang digunakan untuk menyebut pasangan yang belum mempunyai anak walaupun sudah berhubungan intim secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam kurun waktu satu tahun.”

Berikut faktor penyebab Infertilitas :

  1. Sperma Buruk

Kualitas Sperma menentukan akan terjadinya kehamilan. Hal ini menyangkut bentuk sperma dan gerakannya yang tidak sempurna (normal), maka tidak akan mampu mencapai sel telur. Berikutnya adalah konsentrasi sperma yang rendah, secara medis ukuran normal (sehat) ialah 20 juta atau lebih sperma/ml semen. Hal ini bisa terjadi akibat memakai celana ketat, alkohol, merokok, kelelahan atau terlalu sering berejakulasi.

  1. Kelainan Genetik

Sindroma Klinefelter atau kelainan genetik menyebabkan seorang pria mempunyai satu kromoson Y dan dua kromoson X. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan testis sehingga pria tersebut sedikit saja atau bahkan tidak memproduksi sperma sama sekali.

  1. Gangguan Hormonal

Hormon Testosteron yang terganggu bisa menghambat produksi sperma. Untuk merangsang agar testis memproduksi sperma, diperlukan hormon dari kelenjar pituitari. Bila hormon tersebut terganggu, jumlah menurun atau bahkan tidak ada, maka testis tidak akan bekerja sempurna.

  1. Impotensi

Bila aliran darah ke penis tidak normal maka penis tidak bisa berdiri dan berejakulasi.

  1. Varikokel

Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di daerah buah zakar.

  1. Saluran Sperma yang tersumbat

Hal ini bisa saja merupakan bawaan lahir, atau adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

  1. Pengaruh Radiasi dan Obat

Radiasi serta obat-obatan tertentu bisa mempengaruhi kualitas sperma, fungsi testis dan hormon reproduksi, hal tersebut menyebabkan masalah kesuburan.

Bagaimana cara mengobati infertilitas? Apakah bisa disembuhkan? Jawabannya ialah melihat kondisi dari pasien yaitu yang mengalami infertilitas. Misalkan pada pria jika penyebab terjadinya infertilitas disebabkan karena gangguan fungsi seksual seperti ejakulasi atau pun impotensi, maka diatasi dengan memberikan obat atau terapi perubahan perilaku.

Contohnya, Anda harus menjalankan pola hidup yang sehat, makan makanan yang bergizi maupun istirahat yang cukup serta menghindari alkohol, rokok dan zat-zat yang merusak tubuh. Bisa juga dengan menggunakan herbal yang aman untuk memberikan suplai agar sperma semakin sehat dan banyak. Bisa juga dengan memberikan suntikan hormone reproduksi untuk kasus tertentu misalkan produksi sperma yang kurang tapi tetap harus ada pengawasan dari ahli dalam hal ini yaitu dokter.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY