Ini Dia Penyebab Penyakit Asam Urat atau Gout Arthritis!

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit gout arthritis atau lebih dikenal dengan asam urat bisa menimpa siapa saja. Dijamin, rasanya tidak menyenangkan bila penyakit ini sudah menyerang. Ciri penyakit ini antara lain rasa nyeri ditambah dengan sensasi panas yang mendera persendian. Tentu, Anda tak ingin mengalaminya, bukan? Oleh sebab itu, minimalisir  penyakit ini terjadi pada Anda dengan mengetahui penyebabnya.

Gejala nyeri dan pembengkakan pada penyakit asam urat disebabkan oleh tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. Gejala ini bisa muncul karena beberapa faktor penyebab berikut ini:

  • Gangguan metabolisme

Salah satu penyebab penyakit ini adalah gangguan metabolisme tubuh sejak lahir. Gangguan metabolisme ini menyebabkan kadar asam urat dalam serum menjadi tinggi. Mekanisme yang menyebabkan terjadinya kelebihan asam urat dalam darah adalah adanya kelebihan produksi asam urat pada tubuh dan penurunan ekskresi asam urat melalui urine.

  • Keturunan

Menurut penelitian, seseorang yang memiliki keluarga penderita penyakit asam urat juga berpotensi terkena kondisi sama. Dengan kata lain, faktor keturunan juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena asam urat.

  • Penyakit ginjal kronis

Gangguan fungsi ginjal bisa mengganggu eskresi asam urat. Selain itu, kadar asam urat yang terlalu tinggi juga bisa mengganggu kinerja dan fungsi ginjal (Lingga, 2012:41).

  • Pola makan tak sehat

Makanan tertentu bisa menjadi pemicu penyakit gout. Jadi, hindari mengonsumsi makanan yang menyebabkan peningkatan asam urat, seperti jeroan, hidangan laut, dan daging merah.

  • Makan berlebihan

Asupan purin dari makanan akan menambah jumlah purin yang beredar di dalam tubuh. Secara teknis, penambahan purin yang beredar di dalam darah tergantung pada jumlah purin yang berasal dari makanan. Artinya, semakin banyak mengonsumsi purin, semakin tinggi kadar asam urat (produk akhir metabolisme purin) dalam tubuh (Lingga, 2012:98).

  • Konsumsi alkohol

Sejumlah studi mengatakan konsumsi alkohol memiliki pengaruh sangat besar dalam meningkatkan prevalensi gout. Dampak buruk alkohol akan semakin nyata pada individu yang mengalami obesitas.

  • Usia

Gout umumnya dialami oleh pria dan wanita dewasa yang berusia di atas 40 tahun. Setelah memasuki masa pubertas, pria memiliki risiko gout lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Ketika memasuki usia paruh baya, jumlahnya menjadi sebanding antara pria dan wanita. Risiko serangan gout mencapai puncaknya pada saat seseorang berusia 75 tahun. Setelah berusia di atas 75 tahun, risiko gout semakin menurun (Lingga, 2012:24).

  • Dehidrasi

Kekurangan cairan di dalam tubuh akan menghambat ekskresi asam urat. Air yang memiliki daya larut paling tinggi adalah air putih. Air putih dapat melarutkan semua zat yang larut di dalam cairan, termasuk asam urat. Air diperlukan sebagai pelarut asam urat yang dibuang atau diekskresi melalui ginjal bersama urine (Lingga, 2012:166).

  • Pascaoperasi

Seseorang yang telah menjalani operasi berisiko mengalami kenaikan kadar asam urat sesaat. Hal ini karena penurunan jumlah air yang mereka konsumsi pascaoperasi menyebabkan ekskresi asam urat terhambat untuk sementara waktu (Lingga, 2012:28). (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here