Inilah Beberapa Faktor Risiko Torsio Testis pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Testis sendiri adalah salah satu organ yang dimiliki oleh seorang pria. Testis sendiri merupaka organ yang berada di skrotum.  Pada umumnya ukuran testis sendiri adalah 4x3x2.5cm. Organ testis ini terbungkus oleh jaringan bernama tunika albuginea. Jaringan tunika albuginea ini melekat pada testis, sedangkan di bagian luar tunika albuginea, terdapat tunika vaginalis yang memiliki tiga lapisan, yakni viseralis dan parietalis, serta tunika darto.

Torsio testis merupakan satu keadaan dimana funikulus spermatikus terpelintir dan mengakibatkan gangguan aliran darah pada testis. terjadinya torsio testis juga dapat mengakibatkan stangulasi dari pembuluh darah. Hal ini biasanya terjadi pada pria yang keadaan sekitar testisnya tidak melekat dengan baik ke scrotum. Testis dapat mengalami infark sehingga mengalami atrophy jika testis tidak mendapatkan aliran darah selama lebi dari enam jam.

Keadaan torsio testis ini biasanya diderita oleh pria berusia dibawah 25 tahun. Paling banyak diantara penderita torsio testis adalah pria remaja pada masa pubertas, yakni sekitar usia 12 tahun sampai 20 tahun. Selain diderita oleh pria usia remaja, janin dalam kandungan juga bias mengalami torsio testis yang sering kali tidak terdiagnosis. Keadaan seperti ini dapat berakibat pada hilangnya testis baik unilateral ataupun bilateral.

Penderita torsio testis akan mengalami beberapa gejala, seperti sakit kepala ringan hingga berat, mual dan muntah, sakit di salah satu testis meskipun tanpa fakktor predisposisi, dan scrotum yang membengkak secara tiba-tiba.

Torsio testis ini bias terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya ialah testis yang bergerak dengan sangat bebas, dan testis terlalu banyak bergerak atau gerakan berlebihan. Gerakan berlebihan ini sendiri memiliki beberapa faktor yaitu, ketika mengalami batuk, ketakutan, atau penggunaan celana yang terlalu ketat.

Terjadinya cidera pada scrotum juga bias menjadi salah satu penyebab mengapa testis mengalami torsio testis. Hal ini terjadi karena scrotum yang letaknya dekat dengan testis.

Selain itu, aktifitas fisik yang terlalu berat juga bisa mengakibatkan torsio testis. seperti yang dijelaskan di atas, torsio testis terjadi karena gerakan berlebih. Gerakan berlebih ini bisa terjadi lebih parah karena adanya kegiatan fisik yang terlalu berat, sehingga menyebabkan testis bergerak lebih sering dari biasanya.

Perubahan suhu secara drastic juga dapat menyebabkan torsio testis. contohnya adalah ketika berenang. Itulah sebabnya mengapa sebelum seseorang berenang harus melakukan pemanasan dan penyesuaian suhu terlebih dahulu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY