Inkontinensia Urin pada Pria Pertanda Penyakit

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Para pria, Anda perlu waspada jika sering mengalami kesulitan mengontrol dorongan untuk buang air kecil atau bahkan urin keluar saat batuk atau bersin. Itu menandakan inkontinensia urin, yakni suatu kondisi di mana Anda tidak mampu menahan buang air kecil. Inkontinensia urin bisa membuat Anda ingin buang air kecil tiba-tiba atau bahkan mengompol sebelum ke toilet. Kondisi ini bukan penyakit, melainkan sebagai gejala akibat kebiasaan sehari-hari, masalah fisik, dan sejumlah kondisi medis.

Berikut adalah beberapa penyebab inkontinensia urin pada pria:

  • Terlalu banyak minum kopi dan alkohol. Kedua minuman tersebut bersifat diuretik sehingga dapat merangsang kandung kemih dan meningkatkan volume urin.
  • Kurang cairan. Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan urin terkonsentrasi dan berkumpul di kandung kemih. Hal ini dapat mengiritasi kandung kemih dan membuatnya terlalu aktif.
  • Obat-obatan. Obat-obatan, seperti obat penyakit jantung, obat hipertensi, sedatif, dan pelemas otot juga memiliki sifat diuretik sehingga berpotensi meningkatkan dorongan buang air kecil secara berlebihan.
  • Penuaan. Seiring bertambahnya usia, otot kandung kemih akan mengalami penuaan sehingga kapasitas kandung kemih dalam menahan urin pun berkurang.
  • Konstipasi. Rektum (anus) terletak dekat kandung kemih dan bergantung pada banyak saraf yang sama. Jika Anda sering mengalami konstipasi, saraf-saraf pada area rektum dan kandung kemih dapat menjadi terlalu aktif dan meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Jika inkonetinesia urin yang dialami sifatnya persisten (menetap), kemungkinan itu mengindikasikan adanya kondisi medis, seperti:

  • Masalah prostat. Inkontinensia urin pada pria juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada kelenjar prostat, seperti pembesaran prostat hingga kanker prostat yang tidak diobati. Terkadang, inkontinensia urin juga menjadi efek samping dari pengobatan kanker prostat.
  • Obstruksi pada saluran kemih. Tumbuhnya sel tumor di sepanjang saluran kemih dapat menghambat aliran urin secara normal, yang pada gilirannya menyebabkan inkontinesia urin. Adanya batu pada kandung kemih juga terkadang membuat penderitanya sulit mengendalikan dorongan untuk buang air kecil.
  • Kelainan saraf. Masalah atau penyakit yang berhubungan dengan saraf, seperti multiple sclerosis, penyakit Parkinson, tumor otak, atau stroke dapat mengganggu sinyal saraf yang terlibat dalam kontrol kandung kemih. Salah satu dampaknya adalah inkontinensia urin.

Karena inkontinensia urin dapat memengaruhi kelancaran aktivitas sehari-hari serta mengindikasikan kondisi medis yang serius, penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis jika Anda sering mengalami inkontinensia urin. Dengan demikian, penyebab pastinya dapat diketahui dan ditangani secara tepat. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here