Insomnia Akibat Sering Begadang

Tidur merupakan waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran setelah beraktivitas seharian. Pola tidur yang buruk dan tidak teratur dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Sebuah studi mengungkapkan bahwa jika begadang dijadikan pola hidup sehari-hari bisa mengurangi harapan hidup. Sering begadang dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Hal ini mengakibatkan sistem saraf dan refleks menjadi melemah. Begadang juga bisa menghancurkan sel darah putih yang memiliki fungsi sebagai penguat sistem kekebalan tubuh. Hal ini tentu berakibat pada melemahnya imunitas tubuh. Kebiasaan begadang ini pada akhirnya berujung pada insomnia. Hal ini terjadi karena tubuh akan menyesuaikan diri jika jam tidur yang larut malam sudah menjadi kebiasaan. Ketika Anda sudah terbiasa tidur larut malam, maka secara otomatis jam tubuh akan menyesuaikan sehingga Anda akan lebih sulit tidur lebih awal. Jam tubuh akan diset tidur larut malam. Hal ini terjadi dikarenakan perubahan jam biologis tubuh.

Dalam sebuah penelitian tahun 1997, peneliti dari Universitas Pennsylvania melaporkan jam tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Orang yang kurang tidur juga cenderung mengalami gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia. Insomnia erat kaitannya dengan depresi. Dalam studi tahun 2007 melibatkan 10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat Anda lebih sulit tidur.

Ada dua jenis insomnia yaitu: insomnia primer dan insomnia sekunder.

  • Insomnia primer: seseorang mengalami masalah tidur, yang tidak terkait dengan kondisi atau masalah kesehatan lain.
  • Insomnia sekunder: bseseorang mengalami masalah tidur karena masalah lain, seperti:
    • Kondisi kesehatan, seperti: asma, depresi, arthritis, kanker, atau mulas,
    • Sakit
    • Obat-obatan atau zat yang digunakan, seperti: alkohol.

Berapa lama berlangsung dan seberapa sering terjadi insomnia bisa bervariasi. Insomnia dapat berlangsung dalam jangka pendek (insomnia akut) atau dapat juga bertahan lama (insomnia kronis). Insomnia juga dapat hilang dan muncul kembali. Insomnia akut dapat berlangsung selama satu malam sampai beberapa minggu. Sedangkan, insomnia kronis dapat berlangsung berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun.

Insomnia akut mungkin tidak memerlukan pengobatan medis, namun untuk kasus kronis mungkin perlu mendapat penanganan dokter. Insomnia ringan sering kali dapat dicegah atau disembuhkan dengan merubah kebiasaan tidur menjadi lebih baik. Tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun tidur pada waktu yang sama juga setiap pagi. Hindari juga konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol di malam hari. Kafein dan nikotin bersifat stimulan dan membuat Anda sulit untuk tertidur.

*pic baneofyourresistance

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here