Intip Rahasia Wanita Dibalik Seks Kilat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Apakah yang anda pikirkan saat mendengar seks kilat? Pastinya anda akan membayangkan keinginan bercinta yang besar, posisi bercinta yang ekstrim, gairah seksual yang menggebu-gebu dan durasi yang singkat dapat memicu anda untuk melakukan seks kilat.

Nah, Jika anda menikmati dan merasa puas dengan sensasi yang didapatkan tentunya anda menyukainya. Jika anda melakukan seks kilat tetapi merasa lelah dan tidak terpuaskan, maka anda tidak menyukainya.

Sangat penting dalam suatu hubungan untuk melakukan kegiatan seksual, jika dalam hubungan semakin sering dilakukan maka akan semakin hangat dan harmonis. Namun, rutinitas yang sangat padat membuat sebagian pasangan tidak mempunyai waktu untuk bercinta, maka seks kilat ini dapat menjadi solusi dalam mendapatkan kepuasan anda.

Quickie sex adalah sesi seks kilat yang biasanya dilakukan jika tak sempat meluangkan waktu lama untuk melakukan hubungan seksual. Seks kilat ini digunakan jika wanita sedang memiliki gairah seks atau hasrat yang tinggi, maka kesempatan untuk menggunakan seks kilat ini semakin besar dan pasangan dapat segera bersenggama tanpa banyak memberikan foreplay. Posisi bercinta yang paling banyak digunakan untuk melakukan seks kilat diantaranya posisi the lotus, X marks the spot, reserves sitting dan doggy style.

Sebenarnya, wanita melakukan hubungan seksual bukan hanya mencari kepuasan sesaat, tetapi wanita lebih menginginkan kedekatan, kenikmatan dan suasana bercinta dengan tenang serta romantis selama mendapatkan orgasme. Kepuasan wanita terdapat pada perlakuan pasangan yang diberikan saat melakukan hubungan seksual, seperti penghargaan dengan menciumnya, berbisik dan memberikan sentuhan lembut. Sedangkan kepuasan laki-laki terdapat pada inti hubungan yaitu mendapatkan kepuasan saat mencapai puncak/orgasme. Maka tak heran, banyak wanita yang tidak menyukai seks kilat ini.

Mengapa wanita tidak menyukai seks kilat? Alasan setiap wanita berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya masalah fisik yang ditimbulkan setelah melakukan seks kilat dan psikologis wanita. Beberapa hal berikut dapat menjadi alasan mengapa wanita tidak menyukai seks kilat ini. Mari kita simak!

  1. Suasana atau mood dan gairah wanita tidak begitu besar. Tidak adanya keinginan untuk bersenggama dan rendahnya gairah seks merupakan salah satu alasan mengapa wanita tidak ingin melakukan seks kilat.
  2. Nyeri bersenggama. Tak jarang wanita dalam melakukan kegiatan seksual merasakan efek yang timbul seperti nyeri setelah bersenggama. Setiap nyeri yang dirasakan wanita tentunya berbeda-beda tergantung intensnya usaha pasangan dalam mendapatkan klimaks/orgasme. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pasangan tidak menyadari dalam mendapatkan orgasme di waktu yang singkat ini telah melukai vagina karena kurangnya foreplay atau pelumas dalam melakukan seks kilat. Sehingga efek ini dapat membuat kebanyakan wanita menghindari seks kilat karena efek yang merugikannya.
  3. Frekuensi seks kilat terlalu sering dilakukan. Pasangan dapat menentukan seberapa seringnya seks kilat ini boleh dilakukan. Tidak banyak wanita yang menyukai seks kilat dalam keseharian kecuali saat-saat tertentu saja.
  4. Beberapa wanita memang sulit untuk mendapatkan orgasme, beberapa lainnya memerlukan waktu yang lebih lama untuk orgasme. Sehingga kurang tepat seks kilat ini dilakukan jika wanita membutuhkan waktu lama untuk orgasme.
  5. Waktu dan suasana yang tidak tepat. Waktu yang salah akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seks kilat ini. Waktu yang tepat untuk seks kilat ini adalah di jam istirahat bekerja, saat dirumah dan pagi hari sebelum kedua pasangan sibuk untuk bekerja. Tentunya harus diimbangi dengan suasana dan mood yang mendukung kedua pasangan.
  6. Tempat dan keadaan yang tidak pas. Laki-laki mengatakan 40% rumah adalah tempat yang cocok untuk seks kilat, 20% dilakukan di toilet umum, 8% di ruang meeting dan 32% sisanya dilakukan ditempat umum lain.

Tentunya Seks kilat ini dilakukan jika kedua pasangan setuju dan menjadikannya sebagai solusi singkat dalam mendapatkan orgasme. Jika hanya salah satu pasangan maka sebaiknya tidak dilakukan, karena kemungkinan akan mengurangi angka keberhasilan. (MLD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here