Intip Yuk! Gejala Radang pada Adnexa Rahim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Namanya terdengar cukup manis yakni adnexitis. Namun, jangan terkecoh dengan nama manisnya itu. Ternyata adnexitis adalah semacam infeksi yang menyerang wanita. Mari kenali apa saja gejalanya.

Lebih tepatnya, adnexitis adalah infeksi atau radang pada adnexa rahim. Adnexa adalah jaringan yang berada di sekitar rahim, termasuk tuba fallopi dan ovarium. Istilah lain adnexitis antara lain pelvic inflammatory disease, salpingitis, parametritis, dan salpingo-oophoritis.

Radang atau infeksi ini biasanya akibat infeksi yang menjalar ke atas dari uterus. Tetapi, radang atau infeksi juga bisa datang dari tempat ekstra vaginal lewat jalan darah atau menjalar dari jaringan-jaringan di sekitarnya. Tak hanya itu, adnexitis bisa pula dipicu oleh infeksi gonorrhea (kencing nanah) dan Chlamidia. Infeksi yang terjadi  setelah aborsi dan masa nifas juga berpotensi menjadi awal adnexitis.

Risiko terkena adnexitis juga dapat meningkat karena berganti-ganti pasangan seks, tertular dari pasangan yang menderita infeksi Chlamidia ataupun gonorrhea, atau sebelumnya sudah pernah terkena pelvic inflammatory disease.

Terkadang, adnexitis didahului dengan berbagai gejala. Tapi, kadangkala juga tidak. Sebagai bentuk kehati-hatian, sebaiknya Anda mengenali gejala adnexitis.

Secara umum, gejala adnexitis adalah sebagai berikut:

  • Demam parah yang terjadi secara tiba-tiba
  • Sakit pada perut bagian bawah atau kram yang tidak berhubungan dengan haid (bukan premenstuasi syndrom)
  • Nyeri punggung
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Sakit saat buang air kecil
  • Keluarnya cairan berbau dan berwarna kekuningan dari vagina
  • Menstruasi tidak teratur, yaitu pendarahan bercak atau spoting sampai pendarahan irregular
  • Dismenore
  • Mual dan muntah

Sementara itu, gejala adnexitis kronis antara lain:

  • Nyeri di perut bagian bawah bertambah sebelum dan saat haid
  • Kadang-kadang nyeri dirasakan juga di pinggang atau saat buang air besar
  • Nyeri pada daearah panggul akibat menstruasi dan produksi zat prostaglandin (disminorea)
  • Keluarnya darah menstruasi secara berlebihan (mennoragia)

Bila tidak ditangani dengan baik, adnexitis akan menyebar ke organ lain di sekitarnya, seperti ruptur piosalping atau abses ovarium serta terjadinya appendisitis akuta dan salpingo ooforitis akuta.

Menurut (Winkjosastro, Hanifa, 2007), prevalensi adneksitis di Indonesia sebesar 1:1.000 wanita dan rata-rata terjadi pada wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Adnexitis dapat mengganggu aktivitas seksual pasangan suami-istri. Hubungan seksual merupakan kebutuhan biologis setiap manusia untuk mendapatkan keturunan. Namun, masalah seksual dalam kehidupan rumah tangga terkadang mengalami hambatan karena salah satu pihak (suami atau isteri) atau bahkan keduanya mengalami gangguan seksual.

Nah, jika tidak segera diobati, adnexitis dapat menyebabkan terjadinya keretakan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, alangkah baiknya apabila kita dapat mengenal organ reproduksi dengan baik sehingga dapat melakukan deteksi dini apabila terdapat gangguan pada organ reproduksi. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here