Jadikan Puasa Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pembangunan karakter (character building) bisa dilakukan melalui banyak sarana, termasuk puasa di bulan Ramadhan. Lebih spesifik, berpuasa dapat menjadi sarana yang ampuh untuk internalisasi nilai pendidikan karakter ke dalam diri remaja.

Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik dan bermoral. Sementara itu, puasa (shaum) secara bahasa bermakna menahan. Secara istilah, puasa bermakna menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari, menahan diri dari makan, minum, berhubungan seks dan termasuk juga menahan diri dari segala perkataan dan perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasanya.

Makna puasa di atas memiliki dimensi garis vertikal dan horisontal. Vertikal karena puasa diawasi langsung oleh Sang Khalik. Horisontal karena kental dengan nuansa kehidupan sosial, seperti berderma. Puasa adalah bagian dari proses internalisasi nilai-nilai pendidikan dan kemanusian. Dalam berpuasa tentu membutuhkan ketekunan hati dalam melakukannya.

Dari ketekunan itulah lahir kualitas puasa dan hidup yang humanis. Meningkatnya kualitas hidup, bukan karena kita mampu menahan makan dan minum, melainkan juga kita wajib menahan hawa nafsu yang sudah melekat pada diri setiap manusia.

Puasa juga mengajarkan orang yang melaksanakannya untuk bisa bersikap lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika seseorang terlatih untuk bersikap peduli terhadap persoalan sosial yang timbul di masyarakat, diharapkan akan muncul kekuatan dan keberanian moral untuk melakukan koreksi dan tindakan perbaikan bersama-sama. Karakter orang yang berpuasa seperti ini tentu akan membawa dampak kepedulian sosial dalam membangun pendidikan yang berbasis karakter.

Kelebihan puasa dari ritual upacara ibadah lainnya dalam Islam adalah karena sifatnya yang pribadi dan tersembunyi alias tidak terlihat oleh pandangan kasat manusia. Di samping itu, puasa sebenarnya sarat dengan pesan etika kesalehan sosial yang sangat tinggi, seperti pengendalian diri, disiplin, kejujuran, kesabaran, solidaritas dan saling tolong-menolong. Ini merupakan sebuah potret yang mengarah kepada eratnya keshalihan pribadi dengan keshalihan sosial.

Oleh sebab itu, puasa juga mengandung nilai kesalehan pribadi dan kesalehan sosial (kelompok). Perpaduan keduanya diharapkan memunculkan pribadi dengan jiwa keagamaan yang inovatif, kreatif dan efisien. Dengan kata lain, puasa mengandung kebajikan yang bersifat holistik.

Jadi, puasa merupakan salah satu media untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Hal ini karena esensi pendidikan karakter, sepenuhnya menjadi bagian esensi puasa itu sendiri. Esensi pendidikan karakter terletak pada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behavior), motivasi (motivation) dan keterampilan (skills) yang bermuara pada pembentukan karakter manusia yang mulia dan bermoral.

Seseorang yang sudah dapat menangkap nilai yang terkandung dalam puasa, maka diharapkan ia mampu membebaskan dirinya dari bayang-bayang egoisme dan menghayati kembali nilai-nilai fitrah suci dalam dirinya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here