Jangan Malas Mengganti Pembalut saat Datang Bulan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketika seorang wanita waktunya mengalami menstruasi, banyak yang mengeluhkan moodswing dan gejala yang biasanya menyertai menstruasi seperti nyeri pada perut bagian bawah. Seringkali nyeri saat menstruasi hingga menghambat aktivitas seperti biasa.

Selain itu masalah yang seringkali dapat menimbulkan dampak yang tidak baik dari menstruasi adalah terlambat mengganti pembalut. Berbagai alasan seperti terlalu sibuk, fasilitas yang kurang memadai dan lainnya. Apakah hal ini merupakan perawatan saat menstruasi yang benar?

Menjaga kebersihan vagina pada saat menstruasi adalah hal yang sangat penting. Jika anda telat mengganti pembalut atau bahkan tidak menggantinya hingga kapasitas pembalut telah penuh akan memberikan dampak yang buruk untuk kesehatan vagina.

Berapa kali harus mengganti pembalut ?

Vagina darah yang keluar dari vagina selama masa kehamilan memiliki frekuensi yang berbeda-beda. Walaupun saat ini telah banyak pembalut yang memiliki bentuk yang lebih lebar dan panjang, permukaan yang lebih cepat menyerap cairan, bantalan yang lebih nyaman dan tebal, namun tetap harus mengganti pembalut pada waktunya. Hal ini dikarenakan mengganti pembalut bukan hanya hal untuk menghnindari kebocoran, tetapi juga untuk menjaga kesehatan.

Terlebih ketika mengalami awal menstruasi, lebih baik untuk mengganti pembalut sebanyak 4 sampai 6 kali dalam sehari. Hal ini biasanya dilakukan karena pembalut tidak akan sepenuhnya menampung darah haid yang keluar. Namun, darah haid pada masing-masing wanita juga berbeda, tetapi jangan membuat hal ini sebagai alasan untuk tidak mengganti pembalut karena menundanya juga akan mendukung pertumbuhan bakteri pada pembalut.

Bagaimana cara merawat kebersihan saat menstruasi?

Selain dengan mengganti pembalut 4 hingga 6 kali dalam sehari jika masa awal menstruasi, vagina juga tidak luput untuk diperhatikan kebersihannya. Sebagai wanita anda juga harus paham betul bagaimana cara merawat vagina agar terhindar dari bau berlebih ketika masa haid atau menstruasi datang.

Cara yang dilakukan cukup sederhana, yaitu saat anda mengganti pembalut, bersihkan vagina sekaligus tetapi perlu diingat untuk penggunaan pewangi vagina tidak diperlukan. Anda cukup membersihkan dengan air bersih dan gerakan membasu dari depan ke  ke belakang (vagina hingga anus). Hal ini supaya vagina tidak terpapar bakteri dari anus. Selain itu, anda juga perlu mengganti celana dalam sehari minimal 2 kali.

Dampak ketika anda tidak mengganti pembalut

  1. Mengalami kandidiasis

Jika vagina lembab karena pembalut yang penuh darah akan menyebabkan bakteri mudah berkembang dan dapat menyebabkan kandidiasis yaitu infeksi dengan sensasi gatal yang ekstrem, muncul kemerahan, hingga rasa sakit pada miss V. Cairan pada vagina juga terlihat abnormal yaitu berwarna putih dan kental.

  1. Vaginosis bakterialis

Banyaknya bakteri pada vagina juga dapat menyebabkan vaginosis bakterialis yang ditandai dengan keputihan encer dan berbau amis, vagina gatal dan nyeri serta perih ketika buang air kecil.

  1. Trikomoniasis

Area lembab juga dapat mengakibatkan organisme seperti bakteri atau jamur menyebar dan menyebabkan infeksi. Trikomoniasis ditandai dengan keluarnya cairan berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap dan mengalami peradangan.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here