Jangan Sepelekan Demam Saat Hamil

SehatFresh.com – Demam sering kali menjadi kondisi yang identik dengan anak-anak. Namun, ibu hamil juga bisa mengalami demam dan ini tidak bisa disepelekan. Demam dapat terjadi pada kehamilan, salah satu penyebab adalah daya tahan tubuh yang mengalami perubahan dan fungsinya lebih mengutamakan perlindungan pada sang janin. Hal ini bisa menjadi alasan kenapa ibu hamil lebih rentan terhadap kuman penyebab batuk, pilek dan demam.

Menurut Dr. Randy Fink, MD, ahli obstetri-ginekologi, dari Miami, Amerika Serikat, suhu tubuh melebihi 100,4 derajat Fahrenheit dianggap demam. Demam dapat berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Selain peningkatan suhu, demam biasanya disertai dengan gejala tambahan seperti nyeri otot, kurang nafsu makan, kelelahan, sakit kepala, menggigil, lekas marah, kebingungan, dehidrasi dan berkeringat. Jika demam menjadi parah dan berkepanjangan, ini dapat memicu kejang demam.

Peningkatan hormon progesteron yang yang terjadi selama kehamilan berdampak pada peningkatan suhu tubuh. Demam juga dapat dipicu oleh virus, infeksi bakteri, kulit terbakar akibat paparan sinar matahari atau kondisi peradangan seperti arthritis. Beberapa obat, seperti yang digunakan untuk mengelola tekanan darah tinggi atau antibiotik, juga berkontribusi terhadap demam selama kehamilan. Selain itu, imunisasi tertentu, seperti tetanus atau pertusis aselular, juga dapat memicu demam.

Ibu pasti mengharapkan agar bayi tetap selalu sehat. Saat hamil, ibu hamil memang lebih rentan terhadap penyakit karena adanya perubahan fisiologis yang menyertainya. Keluhan-keluhan kesehatan yang dialami ibu hamil memelurkan perhatian khusus. Maka dari itu, segera periksa ke dokter jika ibu hamil mengalami demam. Ini penting untuk memastikan apakah demam disebabkan infeksi atau kondisi serius. Jika demam tidak disebabkan kondisi medis yang serius, perawatan di rumah dengan mengambil acetaminophen dengan dosis yang tepat dan menempatkan kompres dingin pada dahi dapat menurunkan demam. Minum juga air putih lebih banyak untuk mendinginkan tubuh secara internal dan tetap terhidrasi.

Jangan biarkan demam yang ibu alami. Pasalnya, demam terutama selama trimester pertama kehamilan, dapat menyebabkan cacat lahir dan bahkan kelahiran prematur. Selain itu, kondisi yang memicu demam seperti infeksi atau penyakit seperti cacar air, bisa membahayakan bayi dalam kandungan. Infeksi intra-amnion, di mana bakteri menginfeksi cairan ketuban yang mengelilingi bayi, juga dapat memicu kontraksi dan mengharuskan bayi untuk segera dilahirkan (kelahiran prematur).

Sumber gambar : www.argaaditya.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY