Jantung Berdebar Saat Hamil

SehatFresh.com – Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh. Selain yang terlihat jelas seperti perut yang semakin besar, ada juga beberapa perubahan yang tidak terlihat. Salah satunya, peningkatan jumlah darah dalam tubuh. Peningkatan jumlah darah ini memengaruhi denyut jantung, di mana jantung akan terasa berdetak lebih cepat dari biasanya.

Jantung menjadi bekerja lebih keras seiring pertumbuhan bayi. Pasalnya, tubuh ibu harus meningkatkan suplai darah untuk memenuhi kebutuhan bayi agar bayi tumbuh dan berkembang. Karena tubuh memiliki darah ekstra, jantung harus memompa lebih cepat untuk mengalirkan darah ini. Akibatnya, detak jantung bisa meningkat 10 sampai 20 detakan per menit. Ketika jantung harus bekerja lebih keras, beberapa kelainan dapat terjadi. Ini termasuk irama jantung yang tidak biasa seperti jantung berdebar-debar (palpitasi jantung).

Ibu hamil mengalami jantung berdebar-debar secara berbeda. Beberapa mungkin merasa pusing atau tidak nyaman ketika jantung mereka berdebar sangat keras. Beberapa mungkin merasa seperti ada yang menghentakkan sesuatu di dada mereka. Apa ini berbahaya? Jantung berdebar-debar biasanya tidak berbahaya bagi kehamilan. Namun, tetap ada kemungkinan bahwa ini menandakan adanya kondisi mendasar yang lebih serius.

Jantung berderbar juga telah dikaitkan dengan anemia. Anemia disebabkan karena kekurangan hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah protein yang ditemukan dalam sel-sel darah merah. Tubuh membutuhkan cukup zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Karena volume darah yang melimpah saat hamil, tubuh juga membutuhkan ekstra zat besi untuk produksi hemoglobin. Jika permintaan besi tidak terpenuhi, seseorang mungkin menjadi anemia dan ini mungkin mengakibatkan jantung berdebar-debar sebagai salah satu gejalanya.

Selain karena hal di atas, jantung berdebar-debar telah dikaitkan dengan beberapa penyebab lain, diantaranya :

  • Kecemasan ataustres
  • Makananatauminumanyang mengandung kafein
  • Obat fludan alergiyang mengandungpseudoephedrine
  • Gangguanjantung yang mendasarinya, seperti hipertensiparu, fibrilasi atrium, penyakit jantung bawaan, atau penyakitarteri koroner

Jika ibu hamil mengalami jantung berdebar yang semakin intens dan durasinya berlangsung lebih lama, segera periksa ke dokter. Terlebih bila ibu juga mengalami kesulitan bernapas, sakit dada, denyut jantung sangat cepat dan batuk darah. Jika keluhan jantung berdebar tidak menyebabkan gejala yang parah dan tampaknya tidak menjadi akibat dari kondisi serius, ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah bayi lahir dan tubuh telah kembali normal.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY