Jarak Ideal Antara Kehamilan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kehamilan merupakan suatu proses alamiah bertemunya sel sperma dan sel telur kemudian bernidasi didalam rahim. Kehamilan merupakan dambaan bagi seorang perempuan yang sudah menikah dan setiap pasangan berharap setelah menikah ingin memiliki keturunan. Kehamilan dibagi menjadi 3 bagian yaitu trimester pertama usia kehamilan 0–12 minggu, trimester kedua 13 – 28 minggu, trimester ketiga usia kehamilan 29 – 42 minggu.

Pada zaman dahulu orang mengatakan banyak anak maka banyak rezeki pula, begitupun pada zaman saat ini pernyataan tersebut masih dilontarkan beberapa orang. Sebenarnya berbahaya tidak apabila jarak kehamilan terlalu dekat? Lantai berapakah usia ideal jarak antar kehamilan?

Melahirkan memerlukan persiapan yang harus difikirkan mateng-mateng, sebab tubuh sang ibu banyak mengeluarkan cadangan energi dan banyak perubahan fisiologi ataupun perubahan psikologi karena itu ibu memerlukan waktu untuk hamil lagi.

Journal of the American Association menyatakan bahwa jarak antar kehamilan 2 – 5 tahun. Apabila jarak kehamilan < 2 tahun dikhawatirkan tubuh ibu belum pulih dari kehamilan dan persalinan sedangkan apabila jarak kehamilan > 5 tahun dikhawtirkan kemampuan tubuh ibu telah menurun seperti mengulang pada kehamilan pertamanya.

Ada sebagian masyarakat yang menyatakan bahwa agama islam melarang program KB, kenyataannya agama islam mendukung program KB untuk mengatur jarak kehamilan. Agama islam mengarahkan jarak ideal antara kehamilan sekitar 3 tahun. hal ini sebagaimana dijelaskan pad QS Al-Baqarah ayat 233 yang menganjurkan untuk menyusui selama 2 tahun selanjutnya masa untuk menyapih. Apabila proses penyusui lancar dan proses penyapian bisa dilakukan maka ibu pada saat hamil dengan jarak 9 bulan maka jarak antara anak pertama dengan anak kedua rata-rata sekitar 3 tahun.

Agama islam menganjurkan jarak kelahiran 3 tahun karena mempertimbangkan keadaan fisik dan psikis ibu serta janin. Hal ini di dukung oleh berbagai penelitian yang menyatakan apabila ibu kembali hamil < 18 bulan beresiko bayi prematur dan apabila ibu kembali hamil 12 bulan beresiko lebih besar terjadinya komplikasi. Meskipun pada kenyataannya tidak semua ibu yang kembali hamil < 2 tahun mengalami komplikasi akan tetapi rata-rata hal ini terjadi.

Faktor resiko apabila jarak kehamilan tidak ideal akan berpengaruh kepada ibu dan janin diantaranya sebagai berikut :

  • Meningkatkan resiko perdarahan yang memicu kematian pada ibu. Banyak penyebab angka kematian ibu (AKI) di Indonesia mapun di dunia disebabkan oleh pendarahan.
  • Ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Jarak kehamilan yang terlalu dekat memicu ibu tidak memberikan ASI kepada bayinya secara eksklusif
  • Kelahiran yang beresiko cacat pada bayi. Apabila jarak kelahiran terlalu dekat mengakibatkan tubuh ibu belum siap. Hal ini mengakibatkan asupan nutrisi pada bayi terhambat sehingga pertumbuhan dan perkembangan janin tidak sempurna yang menyebabkan kecacatan ataupun kematian pada bayi
  • Bayi prematur. Journal of The Americam Medical Association menyatakan bahwa ibu yang hamil kembali < 6 bulan meningkatkan 40% resiko bayi prematur dan 61% beresiko bayi BBLR. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here