Jenis dan Tes Diagnosis Penyakit Emfisema

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Empisema disebut juga dalam penyakit paru obstruktif kronis (paru mengacu pada paru-paru), karena kerusakan jaringan paru sekitar kantung kecil yang disebut alveoli, membuat udara kantung ini tidak dapat menahan bentuk fungsional mereka pada pernafasan. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang diperlukan.

Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Terdapat 3 jenis emfisema yang diklasifikasikan berdasarkan perubahan yang terjadi dalam paru-paru, meliputi:

  1. Emfisema Paraseptal

Merusak alveoli lobus bagian bawah yang mengakibatkan isolasi blebs (udara dalam alveoli) sepanjang perifer paru-paru. Paraseptal emfisema dipercaya sebagai sebab dari pneumotorak spontan.

  1. Panlobular (panacinar)

Terjadi kerusakan bronkus pernapasan, duktus alveolar dan alveoli. Semua ruang udara di dalam lobus sedikit banyak membesar, dengan sedikit penyakit inflamasi. Ciri khasnya yaitu memiliki dada yang hiperinflasi dan ditandai oleh dispnea saat aktivitas dan penurunan berat badan.

  1. Sentrilobular (sentroacinar)

Perubahan patologi terutama terjadi pada pusat lobus sekunder dan perifer dari asinus tetap baik. Seringkali terjadi kekacauan rasio perfusi-ventilasi yang menimbulkan hipoksia, hiperkapnia (peningkatan CO2 dalam darah arteri), polisitemia dan episode gagal jantung sebelah kanan. Kondisi mengarah pada sianosis, edema perifer dan gagal napas.

Pemeriksaan emfisema akan dimulai dengan dokter menanyakan riwayat dan kebiasaan pasien, terutama kebiasaan merokok dan kondisi lingkungan rumah atau pekerjan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya kondisi paru-paru pasien. Dokter akan mengamati bagaimana Anda bernapas, suara jantung dan penampilan fisik Anda secara umum. Tes ini berfungsi untuk memperjelas sejauh mana penyakit, fungsi dan adanya infeksi paru-paru. Tes diagnosis lainnya meliputi:

  • Tes fungsi paru-paru

Tes ini bertujuan untuk mengukur seberapa banyak udara yang ada di paru-paru, seberapa cepat paru membuang udara selama ekspirasi dan berapa banyak cadangan paru-paru yang dapat dicapai.

Tes ini memberikan dokter informasi spesifik tentang bagaimana paru-paru bekerja secara mekanis. Tes ini dilakukan dengan cara yaitu Anda bernapas ke dalam tabung yang terhubung ke komputer atau perangkat monitoring lainnya untuk dianalisa  sesuai dengan informasi yang diperlukan.

  • Tes pencitraan

Contohnya yaitu foto rontgen dada, untuk mengidentifikasi adanya perubahan pada paru-paru yang menandakan emfisema. Pemeriksaan rontgen dianggap oleh kebanyakan dokter menjadi tes tercepat dan termudah untuk memisahkan kemungkinan penyebab yang berbeda dan merumuskan diagnosis. Pemeriksaan rontgen juga bisa menunjukkan adanya infeksi atau massa di paru-paru (seperti tumor). Foto Rontgen biasanya akan dipadukan dengan CT scan guna menghasilkan gambar yang lebih detail untuk memastikan emfisema.

  • Tes darah

Tes darah dapat digunakan untuk memeriksa jumlah sel darah putih. Sel darah putih bisa mengindikasikan infeksi akut. Tes ini juga berfungsi untuk melihat memeriksa jumlah oksigen dan karbondioksida dalam aliran darah atau dinamakan analisia gas darah.

  • Elektrocardiogram (EKG), untuk melihat adanya penyakit pada jantung Anda.

Pemeriksaan analisis gas darah arteri, untuk mengukur kadar darah dan karbon dioksida pada darah. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here