Jenis-jenis Cairan Lubrikasi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Vagina adalah organ intim yang sangat penting dalam berhubungan seksual. Vagina yang kering bisa menyebabkan momen bercinta menjadi menyakitkan. Keringnya vagina bisa disebabkan karena kurangnya cairan pelumas (lubrikasi).  Penggunaan pelumas atau cairan pelicin vagina saat hendak melakukan hubungan seksual dapat membantu meningkatkan gairah seksual saat berhubungan intim serta memberikan kepuasan pasangan Anda.

Ada banyak cairan lubrikasi yang ada di pasaran, sebaiknya Anda mengenali jenis-jenis cairan lubrikasi tersebut agar dapat menemukan cairan dengan bahan dasar paling sesuai untuk diri Anda, berikut adalah beberapa jenis cairan lubrikasi:

  • Pelumas dengan efek hangat. Pelumas jenis ini bisa memberikan sensasi selama berhubungan, terutama jika digunakan di luar kondom. Namun hati-hati, jangan menggunakan terlalu banyak. Cukup satu tetes sebesar uang logam. Sebab organ intim perempuan lebih sensitif dari pria. Rasa hangat bisa berubah menjadi panas jika lubrikan ini digunakan terlalu banyak.
  • Berbahan dasar air. Kebanyakan cairan lubrikasi yang dijual di pasaran berbahan dasar air. Jenis ini paling aman untuk mereka yang memiliki organ intim amat sensitif. Namun berbahan dasar air, bukan berarti bebas dari iritasi. Karena itu baca dulu label kemasan sebelum membeli. Jika Anda sensitif terhadap bahan-bahan tertentu, bahan-bahan yang mengandung propylene glycol atau chlorhexidine sebaiknya dihindari karena sering menyebabkan iritasi pada perempuan.
  • Pelumas berbahan dasar minyak alami (bukan minyak mineral). Jenis pelumas seperti minyak sayur, jagung, alpukat, kacang, zaitun, dapat bermanfaat saat berhubungan intim. Pelumas ini bagus untuk pijat vulva karena aman untuk vagina dan aman jika tertelan. Pelumas dengan bahan dasar minyak boleh dibilang cukup baik, karena tidak terlalu basah atau lengket. Kekurangan pelumas jenis ini adalah meninggalkan noda dikain dan bisa merobek kondom dari bahan lateks. Untuk mencegah kondom robek, sebaiknya gunakan kondom dari bahan polyurethane. Ada pula pendapat bahwa pelumas jenis ini cocok untuk pria, namun tidak untuk wanita.
  • Pelumas dengan aroma. Pelumas dengan aroma tertentu biasanya digunakan saat pasangan ingin melakukan seks oral. Pelumas jenis ini jarang disukai oleh wanita, karena pada umumnya yang menggunakan pelumas ini adalah pria. Umumnya aroma buah-buahan lah yang ditawarkan pelumas ini. jika ingin menggunakan pelumas ini Anda sebaiknya mencari tahu apakah pelumas jenis ini mengandung gula atau tidak, dan mereka yang mempunyai kecenderungan diabetes tidak dapat menggunakan pelumas jenis ini.
  • Berbahan dasar silikon. Pelumas berbasis silikon merupakan hypoallergenic dan aman digunakan dengan kondom. Cara terbaik untuk menggunakan pelumas berbasis silikon adalah di dalam air atau di kamar mandi. Meskipun di dalam air silikon akan menjadi lembap dan tidak mudah rusak. Jika Anda menggunakan pelumas ini di kamar mandi sebaiknya Anda berhati-hati karena pelumas ini bertekstur licin dan tahan lama sehingga Anda bisa saja terpeleset dan terjatuh di bak atau kamar mandi. Pelumas jenis ini tidak berbau dan berasa, meskipun begitu pelumas ini tak direkomendasikan untuk bercinta oral. Pelumas jenis ini termasuk efektif untuk wanita yang mempunyai organ intim yang sensitif. Selain itu keuntungannya menggunakan pelumas ini ternyata bagus untuk pijat sensual di tubuh. Pelumas silikon lebih mahal dibandingkan pelumas berbahan air dan membutuhkan usaha yang lebih untuk membersihkannya. Pelumas tersebut tidak dianjurkan digunakan untuk mainan seks.
  • Bahan natural. Pelumas dari bahan organik, natural, atau ramah lingkungan yang dijual di toko obat atau apotik memang masih jarang. Namun, pelumas jenis ini tidak memiliki banyak tambahan zat kimia atau zat adiktif yang bisa membuat alergi.
  • Pelumas buatan sendiri. Apakah Anda pernah mendengar pelumas yang dibuat dari putih telur atau minyak kacang? Belum ada penelitian khusus mengenai pelumas dari putih telur atau minyak kacang, maka berhati-hatilah menggunakan cara ini karena ada peluang pelumas dengan bahan ini bisa melukai atau membuat organ intim Anda menjadi irirtasi.
  • Pelumas untuk kesuburan. Pelumas sering merusak kemampuan pembuahan sperma. Pasangan yang ingin hamil perlu pelumas yang bisa membantu pembuahan, bukan mencegahnya. Pelumas sebelum pembuahan dianjurkan sebagai produk kelembaban di organ intim untuk memperbaiki kekeringan vagina tanpa merugikan sperma.

Dalam memilih cairan ini bijaklah dalam memilih dan membeli pelumas yang aman tanpa menimbulkan efek samping berarti, dan terbuat dari bahan-bahan yang tidak mengandung alkohol atau kandungan kimia berbahaya lainnya, bahan herbal jauh lebih baik dan aman.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY