Jenis-jenis Detak Jantung tidak Normal yang Perlu Anda Ketahui

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Detak jantung merupakan salah satu hal yang biasa dibilang sebagai alat ukur kesehatan seseorang. Memiliki detak jantung yang normal sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga kesetabilan fungsi tubuh. Sayangnya, ada beberapa orang yang memiliki detak jantung tidak normal. Beberapa diantaranya memiliki detak jantung yang cepat. Kondisi ini dikenal sebagai Takikardia.

Kondisi penderita takikardia sendiri akan mengalami detak jantung lebih cepat dari kondisi normal. Jika pada umumnya seseorang memiliki detak jantung 60 kali sampai 100 kali per menit, maka penderita takikardia memiliki kecepatan detak jantung 100 kali permenit. Kondisi ini membuat darah yang seharusnya dialirkan keseluruh tubuh menjadi tidak terpompa secara efektif.

Pada beberapa penderita, kondisi takikardia menyebabkan komplikasi. Hal ini dikarenakan, otot jantung kekurangan oksigen akibat bekerja terlalu keras. Komplikasi yang biasanya terjadi akibat takikardia ialah serangan jantung, stoke, sering mengalami pingsan, atau bahkan kematian secara mendadak.

Beberapa penderita takikardia tidak merasakan gejala tertentu. Jika hal ini terjadi, maka penderita takikardia ini harus melakukan tes elektrokardiogram dan tes fisik. Namun, pada umumnya gejala yang akan dirasakan oleh penderita takikardia adalah  sebagai berikut:

  • Pusing
  • Mudah merasa lelah
  • Sering merasa bingung
  • Jantung berdebar-debar
  • Detak jantung menjadi cepat
  • Sesak napas
  • Sakit kepala ringan
  • Nyedi di dada
  • Pingsan

Terdapat beberapa jenis takikardia yang biasa ditemukan ialah sebagai berikut:

  • Atrial Flutter. Penderita jenis ini akan mengalami jantung yang berdebar cepat namun, tetap berdetak dengan Takikardia jenis ini terjadi akibat hantaran sinyal elektrik yang terdapat di jantung tidak teratur.
  • Fibrilasi Ventrikular. Takikardia jenis ini terjadi karena, impuls elektrik pada jantung yang menjadi kacau dan cepat, sehingga menyebabkan ventrikel hanya mengalami getaran tanpa benar-benar memompa darah ke seluruh tubuh penderitanya.
  • Fibrilasi Atrium. Penderitanya mengalami detak jantung sangat cepat, karena kacaunya impuls atrium pada serambi jantung.
  • Takikardia Ventrikular. Takikardia jenis ini terjadi karena,sinyal elektrik terbagi dua yakni, menuju serambi jantung dan menuju ventrikel jantung. Karena detak jantungnya sangat cepat, maka membuat ventrikel menjadi tidak terisi dan berkontraksi secara benar.
  • Takikardia supraventricular. Jenis takikardia yang satu ini terjadi di bagian ventrikel atau serambi jantung. Takikardia jenis ini biasanya merupakan penyakit bawaan sejak lahir, yang dikarenakan kurangnya hantaran elektrik pada jantung penderitanya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY