Jenis-jenis Infeksi Telinga Bagian Dalam (Labirinitis)

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Dua saraf vestibular di telinga bagian dalam bertanggung jawab mengirimkan informasi mengenai navigasi spasial dan kontrol keseimbangan ke otak. Ketika salah satu saraf ini mengalami peradangan, Anda bisa terkena infeksi telinga bagian dalam yang secara medis dikenal dengan istilah labirinitis.

Gejalanya meliputi pusing, mual, pendengaran yang menurun dan vertigo yang biasanya memburuk ketika Anda menggerakkan kepala, duduk, berguling atau melihat ke atas. Pada tahap awal, Anda mungkin merasa pusing terus-menerus dan mengalami vertigo yang parah sehingga Anda sebaiknya beristirahat guna menghindari risiko jatuh.

Mereka yang sedang menderita labirinitis harus menghindari aktivitas seperti mengemudi, bekerja di ketinggian atau mengoperasikan mesin berat setidaknya satu minggu setelah gejala berhenti, karena gejalanya bisa kambuh. Dalam kebanyakan kasus, gejala akan sembuh dalam waktu satu sampai tiga minggu, dan Anda bisa pulih sepenuhnnya dalam beberapa bulan.

Meskipun gejalanya sama, namun pengobatan labirinitis bisa berbeda karena setiap kasus labirinitis tak selalu sama jenisnya. Berdasarkan penyebabnya, labirinitis dalam dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

Labirinitis virus

Kebanyakan kasus labirinitis virus disebabkan oleh virus yang menyerang dada, hidung, mulut dan saluran udara (seperti flu dan selesma) yang menyebar ke telinga bagian dalam. Gejala awalnya meliputi vertigo, mual, dan muntah. Gejala biasanya memburuk dalam 24 jam pertama, tapi kemudian perlahan mereda dalam beberapa hari ke depan. Ketimbang anak-anak, kasus labirinitis virus lebih sering ditemukan pada orang dewasa, rentang usia 30-60 tahun.

Labirinitis bakteri

Meski kasusnya lebih jarang ketimbang labirinitis virus, labirinitis terkadang disebabkan oleh infeksi bakteri dan dampaknya mungkin lebih serius. Bakteri bisa memasuki area telinga bagian dalam jika lapisan tipis jaringan yang memisahkan telinga tengah dan telinga bagian dalam mengalami kerusakan. Hal ini bisa terjadi sebagai komplikasi infeksi telinga tengah atau infeksi pada lapisan otak (meningitis). Bakteri juga bisa masuk ke telinga bagian dalam jika Anda mengalami cedera kepala. Labirinitis bakteri lebih berisiko menyebabkan kerusakan pendengaran permanen, terutama pada anak-anak yang terinfeksi meningitis.

Labirinitis yang berkaitan dengan penyakit autoimun

Labirinitis seringkali dialami oleh orang-orang yang memiliki penyakit autoimun (penyakit di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan sehat dalam tubuh). Beberapa penyakit autoimun yang dapat memengaruhi telinga antara lain sindrom Cogan, kolitis ulseratif, sindrom Sjogren, dan rheumatoid arthritis. (RFZ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here