Jenis-jenis Mioma Berdasarkan Letaknya dalam Kandungan

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernahkah Anda membaca info tentang jenis-jenis mioma? Jika belum, informasi berikut akan membuka pertanyaan Anda. Bernarkah mioma memiliki beberapa jenis? Simak artikel berikut.

Apa Saja Jenis-jenis Mioma Berdasarkan Letaknya?

  • Fibroid Intramural

Jenis miom yang letaknya di antara jaringan otot rahim. Secara umum, letak tersebut paling sering terjadi pertumbuhan miom.

  • Fibroid Subserous

Jenis miom yang letaknya di bagian luar dinding rahim ke arah rongga panggul. Jenis miom yang satu ini sangat berpotensi untuk tumbuh dan berkembang semakin besar.

  • Fibroid Submucous

Jenis miom ini tumbuh di lapisan otot bagian dalam dekat dengan dinding rahim.

Tumbuhnya miom dikaitkan dengan hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. Miom dapat bertumbuh pada wanita yang berusia sekitar 16 tahun hingga 50 tahun. Kadar estrogen wanita sedang tinggi. Kemudian akan memasuki masa, sehingga miom semakin menyusut. Penyusutan terjadi karena adanya penurunan kadar estrogen. Satu dari tiga wanita memiliki miom pada usia yang sama, yaitu di antara usia 30-50 tahun.

Miom cenderung muncul pada wanita yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas. Berat tubuh wanita semakin bertambah, berarti hormon estrogen juga semakin meningkat. Faktor keturunan berperan munculnya miom. Wanita yang memiliki ibu dan saudara perempuan yang pernah mendapatkan miom akan cenderung memiliki miom.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko tumbuhnya miom ialah menstruasi terlalu dini, terlalu banyak mengonsumsi daging merah daripada sayur dan buah, serta terlalu sering mengonsumsi alkohol. Risiko wanita mengalami miom dapat menurun setelah melahirkan anak. Bahkan resikonya semakin kecil jika memiliki banyak anak.

Miom didiagnosis secara tidak disengaja dengan melakukan pemeriksaan ginekologi, tes, dan pencitraan. Miom seringkali tidak mengeluarkan gejala sama sekali. Bisa dirasakan gejalanya biasanya saat miom sudah bertumbuh cukup lama, sehingga perlu dicari tahu penyebabnya. Dokter akan menyarankan adanya pemindaian ultrasonografi (USG) untuk memastikan diagnosis atau penyebab gejala miom.

Miom yang tidak menimbulkan adanya gejala tidak memerlukan pengobatan khusus. Tapi setelah masa menopause, maka miom dapat menyusut atau n menghilang tanpa adanya pengobatan dari dokter. Pengobatan akan dilakukan pada miom yang menimbulkan gejala. Pengobatan bisa dilakukan untuk meringankan gejala yang bisa dirasakan. Jika pengobatan dilakukan tidak memiliki dampak efektif, maka perlu dilakukan operasi untuk mengambilnya.

Demikian informasi tentang jenis-jenis mioma yang tumbuh berdasarkan letaknya di dalam kandungan. Setidaknya informasi tersebut telah membuka mata kita bahwa memang ada jenis miom yang letaknya tidak berbahaya sehingga tidak perlu diobati. Ada juga yang letak dan potensi bertambah besarnya semakin tinggi sehingga perlu diobati dan dioperasi. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY