Jenis-jenis Tes Kesuburan untuk Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Beberapa tahun lalu, Reader’s Digest Asia mempublikasikan sebuah laporan tentang kesuburan wanita dan kemandulan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Laporan tersebut menyatakan bahwa 20% wanita Asia menghadapi masalah pada kesuburan dan pembuahan.

Umumnya, wanita menjadi pihak yang bertanggung jawab saat pasangan tidak berhasil mendapatkan anak. Untuk itu, beberapa pasangan menjalani ritual kesuburan wanita yang tidak wajar agar segera hamil. Padahal, ada beberapa tes kesuburan untuk wanita yang sering dipraktekan di dunia medis, yakni:

  • Pap smear

Tes ini untuk mendeteksi kanker serviks serta masalah lain seperti leher rahim atau penyakit menular seksual. Semua masalah tersebut dapat mengganggu kehamilan.

  • Tes hormon Luteinizing (LH), progesteron dan tiroid

Untuk bisa hamil,  tubuh wanita perlu melepaskan telur setiap bulan yang disebut ovulasi. Nah, hormon LH ini muncul dalam kadar tinggi, tepat sebelum wanita mengalami ovulasi. Dokter juga dapat memeriksa kadar hormon progesteron dalam darah. Peningkatan progesteron menunjukkan bahwa Anda sedang berovulasi. Dokter mungkin juga melakukan tes pada tiroid atau memeriksa masalah hormonal lainnya.

  • Hysterosalpingogram (HSG)

Sebelum bisa hamil, rahim, saluran telur, dan indung telur harus berfungsi dengan benar. Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan kesehatan organ-organ tersebut dengan cara Hysterosalpingogram (HSG). HSG atau disebut juga tubogram adalah rangkaian tes sinar-X untuk memeriksa tuba fallopii (saluran tub) dan uterus (rahim). Sinar-X dilakukan setelah dokter menyuntikkan cairan pewarna melalui vagina. Tes ini biasanya dilakukan tepat setelah periode menstruasi.

  • USG transvaginal

Dokter akan memasukan tongkat USG ke dalam vagina menuju ke area dekat organ panggul. USG jenis ini menggunakan gelombang suara. Tujuannya untuk melihat atau memeriksa indung telur dan rahim apakah ada masalah di area ini.

  • Histeroskopi

Histeroskopi adalah pemeriksaan dengan menggunakan tabung tipis dan lentur–dengan kamera di ujung. Tujuannya memeriksa kondisi leher rahim dan rahim. Bila diperlukan, alat ini dapat mengambil sampel jaringan jika diperlukan.

  • Laparoskopi

Operasi ini dapat memeriksa seluruh panggul dan masalah yang mungkin terjadi, seperti endometriosis atau penyakit yang memengaruhi rahim.

  • Tes lainnya

Dokter mungkin menyarankan tes lain untuk memeriksa masalah kesuburan pasangan. Misalnya, tes darah untuk memeriksa kadar hormon FSH, yang memicu ovarium untuk menyiapkan telur untuk dilepas setiap bulan. Bila hasil FSH tinggi, berarti tingkat kesuburan wanita dalam kondisi rendah. Dokter juga mungkin menyarankan tes darah untuk memeriksa hormon inhibin B. Bila hasilnya menunjukkan angka yang rendah, mungkin terjadi masalah kesuburan. Tes lainnya adalah uji postcoital. Dokter akan memeriksa lendir serviks setelah Anda melakukan hubungan seks. Tapi beberapa penelitian menunjukkan tes itu mungkin tidak begitu berguna. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here