Jenis-jenis Tes Masa Subur pada Wanita yang Perlu Diketahui

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ada beberapa jenis tes yang akan memberitahukan bahwa anda ada subur atau tidak. Pasangan usia muda maupun yang telah menikah lama sedang merencanakan kehamilan biasanya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui masa subur pada wanita.

Wanita yang telah menikah dan belum mengalami kehamilan jika sudah berusaha hamil seara alami setidaknya melewati 12 bulan dan pada seorang wanita sehat berusia diatas 35 tahun mencoba hamil melalui hubungan intim normal selama 6 bulan harus menjalani tes kesuburan.

Untuk mengetahui berbagai penyebab seperti bertambahnya usia, indung telur yang rusak, rahim atau saluran tuba, masalah hormon dan leher rahim yang tidak berfungsi dengan baik, maka wanita perlu menjalani tes masa subur wanita. Ada beberapa tes masa subur yang perlu anda ketahui:

Tes ovulasi

Tes ini dilakukan untuk melihat apakah anda mengalami ovulasi secara normal melalui berbagai metode. Dokter akan meminta anda memantau suhu tubuh basal untuk periode waktu yang berkelanjutan.

Hal ini bertujuan untuk membuat bagan suhu yang dapat menunjukkan waktu ovulasi. Alat tes ovulasi juga bisa memperlihatkan apakah tubuh cukup memproduksi hormon tertentu yang menyebabkan ovulasi terjadi dan penting sekali ketika hormon mencapai pada kadar tertinggi, anda bisa mencatat kapan puncak masa subut terjadi.

Tes serviks

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa lendir serviks untuk melihat apakah sperma dapat bertahan hidup dan melewati lendir serviks. Tes ini juga memeriksa keberadaan bekteri berbahaya. Lendir serviks adalah cairan yang dikeluarkan oleh leher rahim wanita, dan cairan itu memberi sperma perlindungan dan nutrisi saat mereka naik ke saluran reproduksi untuk membuahi telur. Produksi lendir serviks distimulasi oleh hormon estrogen.

Tes fungsi ovarium

Tes ini dilakukan untuk memastikan bahwa hormon-hormon bekerja secara normal saat sedang berovulasi. Contoh dari tes ini adalah tes FSH (folicle stimulating hormon) hari ketiga, tes level estrogen hari ketiga, ultrasound dan tes darah.

Tes luteal

Tes ini akan memeriksa tingkat progesteron dalam tubuh dan termasuk tes hormon yang lebih menyeluruh. Fase luteal dari siklus ovulasi terjadi setelah sel telur dilepaskan. Hormon-hormon yang dikeluarkan dalam tubuh membuat lapisan rahim semakin tebal untuk mempersiapkan kehamilan.

Tes darah hormon

Pemeriksaan kesuburan pada wanita melibatkan pengujian ekstensif fungsi berbagai hormon dalam tubuh yang terlibat dalam siklus reproduksi wanita. Tes darah hormon wanita untuk kesuburan meliputi pengujian hormon seperti estrogen, progesteron, prolaktin, inhibin B, dehydroepiandrosterone, hormon luteinisasi, testosteron dan hormon perangsang folikel.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here