Jenis Pola Asuh

SehatFresh.com – Bagaimana orang tua menanggapi dan mendisiplinkan anak-anak mereka akan sangat berpengaruh pada perkembangan kognitif dan sosial anak. Proses pengembangan seorang anak dipengaruhi oleh campuran semua rangsangan baik antar individu atau lingkungannya. Karena orang tua adalah orang yang paling dekat dengan anak, mereka akan memberi dampak yang paling signifikan apakah perkembangan anak menjadi positif atau negatif melalui pola asuh yang mereka terapkan.

Kecerdasan anak hingga dewasa kelak dipengaruhi faktor lingkungan dan pola asuh yang diterimanya. Pola asuh orang tua terhadap anak berbeda dari satu keluarga dengan keluarga lainnya, dan bahkan dapat bervariasi dari waktu ke waktu dalam satu keluarga. Ada orang tua yang menerapkan aturan ketat dan ada pula yang cenderung memanjakan memanjakan anak mereka. Secara umum, ada tiga jenis pola asuh, yaitu otoritatif, otoriter dan permisif.

  • Otoritatif

Orang tua otoritatif yang tegas, penuh kasih dan baik. Mereka menetapkan aturan sebagai batasan dan mengharapkan anak-anak mereka untuk mematuhinya. Baik terlalu ketat atau terlalu memanjakan, orang tua otoritatif keseimbangan yang baik antara harapan yang terlalu tinggi dan harapan yang terlalu rendah. Orang tua ini memungkinkan anak-anak mereka untuk membuat pilihan yang sesuai dengan usia, mendorong mereka untuk mengambil tanggung jawab lebih saat mereka tumbuh.

Orang tua otoritatif akan merespon dengan baik untuk kebutuhan anak mereka, tetapi tidak menyerah pada setiap keinginan. Mereka memberikan alasan pada anak mengenai aturan dan pedoman tertentu. Menurut Cornell University Cooperative Extension, anak-anak dari orang tua otoritatif sering memperlihatkan kompetensi sosial, kemandirian dan rasa tanggung jawab yang tinggi saat mereka tumbuh menjadi dewasa muda.

  • Otoriter

Orang tua otoriter adalah orang tua yang ketat, kaku dan tidak fleksibel. Mereka mungkin mencoba untuk mengontrol setiap aspek kehidupan anak mereka, dan tidak memungkinkan anak untuk membuat pilihan. Orang tua otoriter mengharapkan ketaatan tanpa mempertanyakan. Mereka mungkin menggunakan metode disiplin yang keras dengan anak-anak mereka, dan mungkin tidak sensitif terhadap kebutuhan emosional anak-anak mereka. Mereka sering tidak menjelaskan alasan di balik aturan-aturan yang mereka tetapkan, dan memaksakan konsekuensi mereka sendiri setiap kali anak melanggar aturan. Anak-anak dewasa dari orang tua yang otoriter mungkin tidak dapat bertindak tanpa arah tertentu, dan cenderung mengalami kesulitan mengekspresikan diri.

  • Permisif

Orang tua yang permisif cenderung memanjakan dan tidak ingin memaksakan kehendak mereka terhadap anak-anaknya. Mereka sering tidak menetapkan aturan dan tidak memiliki konsekuensi. Orang tua permisif biasanya baik dan penuh kasih, tapi mungkin menjadi frustrasi ketika anak menunjukkan perilaku yang memberontak atau perilaku lain yang tidak dapat diterima. Meskipun frustrasi, orang tua permisif biasanya membiarkan perilaku anak-anak mereka selama mereka tidak dirugikan secara fisik. Menurut Cornell University Cooperative Extension, pola asuh permisif bisa menyebabkan anak-anak mereka menjadi dewasa muda yang tetap egosentris (lebih peduli terhadap dirinya sendiri daripada orang lain) dan kurang kontrol diri.

Sumber gambar : blog.sendnpay.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY