Jerawat karena Alergi

SehatFresh.com – Hampir semua orang menganggap jerawat adalah masalah kulit yang menjengkelkan karena sangat menurunkan rasa percaya diri. Namun, munculnya jerawat ini terkadang memang sulit dihindari. Masalah kulit ini tidak hanya muncul di wajah, tapi juga di leher, bahu, dan punggung. Ada banyak faktor yang memicu timbulnya jerawat. Pada dasarnya, jerawat disebabkan oleh penyumbatan pori yang disebabkan oleh kombinasi sel-sel kulit mati, minyak, dan bakteri. Ini umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Namun, alergi tertentu juga bisa memicu timbulnya jerawat.

  • Alergi makanan

Jerawat alergi seringkali muncul akibat alergi atau sensitifitas terhadap makanan tertentu. Ketika mengonsumsi makanan pemicu alergi, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi berlebihan terhadap protein dalam makanan tertentu. Tubuh menganggap protein sebagai zat asing berbahaya sehingga melepaskan zat yang disebut histamin untuk memerangi protein tersebut. Reaksi ini memicu gejala seperti gatal-gatal di mulut atau telinga. Pada beberapa orang, peradangan akibat reaksi sistem imun dimanifestasikan sebagai jerawat. Makanan pemicu alergi bervariasi setiap orangnya. Tapi, pemicu alergi makanan yang paling umum adalah telur, ikan, susu, kacang tanah, kerang, kedelai, dan tepung.

Sensitifitas terhapa suatu makanan berbeda dengan alergi. Ketika kita sensitif terhadap makanan tertentu, sel-sel darah putih melepaskan mediator yang merupakan bahan kimia inflamasi untuk menyerang makanan yang dianggap musuh. Gejalanya bervariasi karena mediator seluler peradangan yang disebabkan oleh makanan ini dapat bermanifestasi di area tubuh mana saja. Berapa banyak dari mediator ini bisa dilepaskan juga seringkali tergantung pada berapa banyak makanan yang telah dikonsumsi. Pada beberapa orang, sedikit makanan masih dapat ditolelir, tapi beberapa orang mungkin tidak dapat mentolelir makanan tersebut padahal ia hanya mengonsumsi sedikit makanan tersebut. Jerawat adalah salah satu tanda yang muncul sebagai gejala sensitivitas makanan.

  • Alergi kosmetik

Beberapa jenis produk kosmetik mengandung bahan-bahan yang dapat menyumbat pori-pori, sehingga menyebabkan reaksi alergi, dan bahkan masalah kulit seperti dermatitis. Meskipun reaksi alergi yang serius jarang terjadi, munculnya jerawat atau iritasi ringan akibat penggunaan kosmetik umum terjadi.

Produk kosmetik berbasis minyak bumi akan menetap di pori-pori dan menghambat kulit untuk mengeluarkan sebum dan sel kulit mati. Setelah pori tersumbat, bakteri jerawat bisa tumbuh dan menyebabkan peradangan dari dalam. Bahan lainnya yang menyumbat pori-pori adalah wheat germ oil, algae extract, aarrageenans, red algae, potassium chloride, sodium chloride, sodium lauryl sulfate, isopropyl myristate, hexadecyl alcohol, dan laureth 4.

Jerawat ringan umumnya bisa diobati dengan pembersih, toner dan salep yang mengandung asam salisilat atau benzoyl peroxide. Namun, jerawat yang dikaitkan dengan alergi makanan mungkin muncul tiba-tiba dan lebih parah. Maka lebih baik segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan obat resep. Jangan memencet jerawat agar tidak menjadi infeksi.

Jika kosmetik yang digunakan dianggap sebagai penyebab potensial timbulnya reaksi alergi atau jerawat, Anda dapat melakukan pengujian sendiri di rumah dengan mengoleskan produk kosmetik yang dicurigai pada kulit lengan bawah di area yang sama selama tiga atau empat hari. Jika reaksi muncul, Anda mungkin memerlukan tes alergi lebih lanjut oleh ahli medis untuk menentukan bahan dalam kosmetik yang menjadi pemicu reaksi tersebut. Dengan begitu, Anda bisa mengenali dan menghindari apa yang memicu alergi, dan menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan kosmetik.

Sumber gambar : hello-pet.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY