Jerawat

DEFINISI
Jerawat adalah kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut Anda tertutup oleh sel-sel minyak dan kulit mati. Jerawat biasanya muncul pada wajah, leher, dada, punggung dan bahu. Meskipun banyak pengobatan yang tersedia dan efektif untuk mengatasi jerawat, kondisi ini bisa berlanjut terus-menerus. Jerawat dan benjolan akan sembuh secara perlahan, dan namun ketika satu jerawat Anda hilang, jerawat baru akan muncul.

Jerawat ini sangat umum terjadi pada masa remaja, dengan prevalensi hingga 70-87 persen. Namun akhir-akhir ini, anak-anak juga terserang jerawat. Tergantung pada tingkat keparahannya, jerawat dapat menyebabkan gangguan emosi dan bekas luka kulit. Semakin awal Anda memulai pengobatan, risiko kerusakan fisik dan emosional yang ditimbulkan akan semakin rendah.

GEJALA
Tanda-tanda dan gejala jerawat bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya :

  • Beluk (pori-pori tersumbat pada area kulit yang tertutup)
  • Komedo (pori-pori tersumbat pada area kulit yang terbuka – minyak dari komedo akan berubah warna menjadi coklat bila terkena udara)
  • Benjolan lembut kecil berwarna merah (papula)
  • Jerawat (pustula), papula dengan nanah di ujungnya
  • Benjolan besar lagi padatyang terasa menyakitkan di bawah permukaan kulit (nodul)
  • Benjolan berisi nanah yang terasa nyeri tepat di bawah permukaan kulit (lesi kistik)

Kapan harus ke dokter

Jika pengobatan atau perawatan rumah tidak efektif membersihkan jerawat Anda, segera temui dokter perawatan primer Anda. Dokter dapat meresepkan obat yang dosis yang lebih kuat. Jika jerawat masih terus muncul atau semakin parah, Anda bisa mendapatkan perawatan medis dari dokter spesialis kulit (dokter kulit).

BPOM memperingatkan bahwa beberapa populer lotion jerawat non-preskripsi, pembersih dan produk kulit lainnya dapat menyebabkan reaksi serius. Jenis reaksi yang ditimbulkan cukup langka, jadi jangan tidak perlu cemas ataupun bingung jika pada kulit Anda muncul rona kemerahan, iritasi atau gatal-gatal setelah dioleskan lotion atau produk tertentu.

Cari pertolongan medis darurat jika setelah menggunakan produk kulit non-resep Anda mengalami :

  • Pingsan
  • Kesulitan bernapas
  • Pembengkakan pada mata, wajah, bibir atau lidah
  • Sesak tenggorokan

PENYEBAB
Empat faktor utama yang menyebabkan jerawat :

  • Produksi minyak
  • Sel-sel kulit mati
  • Pori-pori tersumbat
  • Bakteri

Jerawat biasanya muncul pada wajah, leher, dada, punggung dan bahu. Daerah kulit ini memiliki kelenjar minyak (sebaceous) paling banyak. Jerawat terjadi ketika folikel rambut dipenuhi oleh sel minyak dan kulit mati.

Folikel rambut kita terhubung ke kelenjar minyak. Kelenjar ini mensekresikan zat berminyak (sebum) untuk melumasi rambut dan kulit. Sebum biasanya muncul di sepanjang poros rambut dan melalui bukaan dari folikel rambut ke permukaan kulit.

Ketika tubuh menghasilkan sebum dan sel kulit mati dalam jumlah yang berlebihan, keduanya dapat menumpuk di folikel rambut dan kemudian membentuk sebuah plug lembut, menciptakan sebuah area di mana bakteri dapat berkembang. Jika pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri, hal ini akan menimbulkan peradangan.

Pori-pori yang tersumbat dapat menyebabkan dinding folikel membengkak dan menghasilkan whitehead. Atau steker mungkin terbuka ke permukaan dan mungkin gelap, menyebabkan komedo. Komedo mungkin akan terlihat seperti kotoran yang terjebak dalam pori-pori. Tapi sebenarnya pori-pori ini tersumbat oleh bakteri dan minyak, yang akan berubah warna menjadi coklat ketika terkena udara.

Jerawat merupakan bintik-bintik merah menonjol dengan pusat berwarna putih yang berkembang ketika folikel rambut yang tersumbat meradang atau terinfeksi. Sumbatan dan peradangan yang berkembang dalam folikel rambut bagian dalam menghasilkan benjolan menyerupai kista di bawah permukaan kulit. Pori-pori di kulit, yang merupakan bukaan kelenjar keringat, biasanya tidak terpengaruh oleh jerawat.

Faktor-faktor yang dapat memperburuk jerawat
Faktor-faktor berikut ini dapat memicu atau memperburuk jerawat :

  • Hormon. Androgen adalah hormon yang meningkat pada anak laki-laki dan perempuan selama masa pubertas dan menyebabkan kelenjar minyak (sebaceous) semakin besar dan menghasilkan lebih banyak sebum. Perubahan hormonal yang berhubungan dengan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi oral juga dapat mempengaruhi produksi sebum. Jika hanya sedikit androgen yang beredar dalam darah wanita, hal ini dapat memperburuk jerawat.
  • Obat-obat tertentu. Obat yang mengandung kortikosteroid, androgen atau lithium dapat memperburuk jerawat.
  • Diet. Studi menunjukkan bahwa faktor makanan tertentu, termasuk produk susu dan makanan kaya karbohidrat – seperti roti, bagel dan chip – dapat memicu jerawat. Cokelat telah lama dicurigai dapat memperburuk jerawat. Sebuah studi baru-baru ini yang diikuti oleh 14 orang dengan jerawat menunjukkan bahwa makan coklat terbukti dapat meningkatkan produksi jerawat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menelusuri hal ini.
  • Stres. Stres dapat membuat kondisi jerawat semakin buruk.

Mitos seputar jerawat
Faktor-faktor ini memiliki sedikit efek pada jerawat :

  • Makanan berminyak. Makan makanan berminyak memiliki sedikit atau tidak ada efek pada jerawat. Bekerja di daerah berminyak memang dapat menimbulkan jerawat karena minyak dapat menempel pada kulit dan memblokir folikel rambut. Hal ini akan semakin mengganggu kulit atau memicu munculnya jerawat.
  • Kulit kotor. Jerawat tidak disebabkan oleh kotoran. Faktanya, menggosok kulit terlalu keras atau membersihkan kulit dengan sabun atau bahan kimia yang keras dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan dapat membuat jerawat lebih buruk. Meskipun sabun dan bahan kimia tadi dapat membersihkan minyak, kulit mati, dan zat lainnya dengan lembut.
  • Kosmetik. Kosmetik tidak selalu memperburuk jerawat, terutama jika Anda menggunakan makeup bebas minyak yang tidak menyumbat pori-pori (noncomedogenics) dan menghapus makeup secara teratur. Kosmetik yang tidak berminyak tidak akan mengganggu efektivitas obat jerawat.

Faktor Risiko
Faktor risiko untuk jerawat meliputi:

  • Perubahan hormon. Perubahan seperti ini umum terjadi pada remaja, perempuan dan anak perempuan, dan orang-orang yang menggunakan obat-obatan tertentu, seperti obat yang mengandung kortikosteroid, androgen atau lithium.
  • Riwayat keluarga. Genetika memainkan peran dalam jerawat. Jika kedua orang tua memiliki jerawat, Anda juga akan cenderung untuk memiliki jerawat.
  • Berminyak atau zat berminyak. Jerawat dapat berkebang di area kulit yang bersentuhan bersentuhan dengan lotion berminyak dan krim atau dengan minyak di area kerja, seperti dapur.
  • Gesekan atau tekanan pada kulit. Hal ini dapat disebabkan oleh barang-barang seperti telepon, ponsel, helm, kerah ketat dan ransel.
  • Stres. Hal ini tidak menyebabkan jerawat, tetapi jika Anda sudah memiliki jerawat, stres dapat membuatnya lebih buruk.

Persiapan Sebelum ke Dokter
Jika Anda memiliki jerawat yang tidak merespon perawatan diri dan perawatan OTC, segera buat janji dengan dokter Anda. Pengobatan dini yang efektif dapat mengurangi risiko jaringan parut dan kerusakan kulit permanen yang akan memengaruhi rasa percaya diri Anda. Setelah pemeriksaan awal, dokter dapat merujuk Anda ke dokter spesialis pengobatan kondisi kulit (dokter kulit).

Berikut beberapa informasi yang dapat membantu Anda bersiap-siap untuk konsultasi.

Apa yang dapat Anda lakukan

  • Daftar informasi medis penting, seperti kondisi lain yang Anda derita dan setiap resep atau produk OTC yang Anda gunakan, termasuk vitamin dan suplemen.
  • Daftar informasi pribadi kunci Anda, termasuk tekanan besar atau perubahan dalam kehidupan Anda baru-baru ini.
  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan pada dokter. Membuat daftar pertanyaan di muka dapat membantu Anda menghemat waktu konsultasi.

Berikut beberapa pertanyaan dasar yang perlu Anda sertakan dalam daftar Anda. Jika ada pertanyaan tambahan yang muncul di pikiran Anda selama konsultasi, jangan ragu untuk menanyakannya.

  • Apa pendekatan pengobatan yang Anda rekomendasikan untuk saya?
  • Jika pengobatan pertama tidak bekerja, apa yang akan Anda rekomendasikan selanjutnya?
  • Apa efek samping yang mungkin ditimbulkan dari obat yang Anda resepkan?
  • Berapa lama obat resep ini aman digunakan?
  • Berapa lama setelah memulai pengobatan gejala jerawat saya akan mulai berkurang?
  • Kapan saya harus datang lagi untuk evaluasi efektivitas pengobatan?
  • Apakah aman untuk menghentikan penggunaan obat jika obat tersebut tampaknya tidak bekerja?
  • Langkah-langkah perawatan diri apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi gejala jerawat?
  • Apakah Anda juga merekomendasikan perubahan pola makan?
  • Apakah saya harus merubah produk OTC yang saat ini saya gunakan untuk perawatan kulit saya, termasuk sabun, lotion, tabir surya dan kosmetik?

Apa yang bisa Anda harapkan dari dokter
Dokter akan meminta Anda untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Mempersiapkan diri dengan matang sebelumnya akan membantu Anda menggunakan waktu konsultasi sebaik mungkin dan kemungkinan bisa menyisihkan sebagiannya untuk membahas hal penting lainnya dengan lebih mendalam. Dokter mungkin akan menanyakan hal berikut :

  • Kapan Anda pertama kali mengalami masalah ini?
  • Apakah sesuatu khusus yang tampaknya memicu tumbuhnya jerawat, seperti stres atau – pada anak perempuan dan wanita – siklus menstruasi?
  • Obat apa yang Anda ambil, termasuk obat-obatan OTC dan resep serta vitamin dan suplemen?
  • Pada anak perempuan dan wanita: Apakah anda menggunakan kontrasepsi oral?
  • Pada anak perempuan dan wanita: Apakah Anda memiliki periode menstruasi yang teratur?
  • Pada anak perempuan dan wanita: Apakah Anda sedng hamil, atau berencana untuk hamil segera?
  • Apa jenis sabun, lotion, tabir surya, produk rambut atau kosmetik yang Anda gunakan?
  • Apakah jerawat ini memengaruhi rasa percaya diri Anda dalam situasi sosial?
  • Apakah Anda memiliki keluarga dengan riwayat jerawat?
  • Pengobatan dan langkah perawatan diri apa yang telah Anda coba sejauh ini? Apakah ada yang efektif?

Perawatan dan Obat-obatan
Jika produk OTC (nonprescription) tidak efektif mengatasi jerawat Anda, dokter dapat meresepkan obat dengan dosis yang lebih kuat atau terapi lain. Seorang dokter kulit dapat membantu Anda :

  • Mengontrol jerawat
  • Menghindari jaringan parut atau kerusakan lainnya pada kulit
  • Membuat bekas jerawat tidak begitu terlihat

Obat jerawat bekerja dengan mengurangi produksi minyak, mempercepat pergantian sel kulit, melawan infeksi bakteri atau mengurangi peradangan – yang membantu mencegah jaringan parut. Dengan sebagian besar obat jerawat yang diresepkan, Anda mungkin tidak akan melihat hasil selama empat sampai delapan minggu, dan kulit kemungkinan akan tampak lebih buruk sebelum akhirnya berangsur membaik. Hal ini dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun hingga akhirnya kulit Anda benar-benar bersih dari jerawat.

Obat yang dianjurkan dokter akan tergantung pada jenis dan tingkat keparahan jerawat Anda. Obat yang diberikan dokter bisa berupa obat topikal (diaplikasikan pada kulit) atau obat oral (diambil melalui mulut atau diminum). Biasanya, obat-obatan yang digunakan bisa berupa kombinasi dari keduanya. Namun, khusus untuk ibu hamil tidak diperbolehkan menggunakan obat resep oral untuk jerawat.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari obat-obatan dan perawatan lain yang Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Obat topikal
Produk-produk ini akan bekerja dengan sangat baik bila diterapkan sekitar 15 menit pada kulit kering yang sudah dibersihkan. Anda tidak dapat melihat manfaat dari perawatan ini selama beberapa minggu. Dan Anda mungkin melihat iritasi kulit pada awalnya, seperti kemerahan, kekeringan dan mengelupas.
Dokter mungkin merekomendasikan langkah-langkah untuk meminimalkan efek samping ini, termasuk menggunakan dosis yang akan ditingkatkan secara bertahap, mengganti obat setelah aplikasi pendek atau beralih ke obat lain.

Obat resep topikal yang paling umum digunakan untuk mengatasi jerawat adalah :

  • Retinoid. Obat ini tersedia dalam bentuk krim, gel dan lotion. Obat retinoid dibuat dari vitamin A dan termasuk tretinoin (Avita, Retin-A, dan lain-lain), adapalene (Differin) dan tazarotene (Tazorac, Avage). Obat ini dapat diterapkan pada kulit di malam hari, dimulai dengan tiga kali seminggu, dan kemudia diterapkan setiap hari ketika kulit sudah terbiasa dengan aplikasi obat. Obat ini bekerja dengan mencegah penyumbatan folikel rambut.
  • Antibiotik. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri yang berlebih pada kulit dan mengurangi kemerahan. Selama beberapa bulan pertama pengobatan, Anda dapat menggunakan kedua retinoid dan antibiotik, antibiotik diterapkan di pagi hari dan retinoid di malam hari. Antibiotik sering digabungkan dengan benzoyl peroxide untuk mengurangi kemungkinan perkembangan resistensi antibiotik. Contohnya termasuk klindamisin dengan benzoil peroksida (BenzaClin, Duac, Acanya) dan eritromisin dengan benzoil peroksida (Benzamycin).
  • Dapson (Aczone). Gel ini paling efektif bila dikombinasikan dengan retinoid topikal. Efek samping yang ditimbulkan termasuk kemerahan dan kulit kering.

Obat-obatan oral

  • Antibiotik. Untuk jerawat sedang hingga parah, Anda mungkin perlu antibiotik oral untuk mengurangi bakteri dan melawan peradangan. Pilihan antibiotik untuk mengobati jerawat termasuk tetrasiklin, seperti minocycline dan doxycycline. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mengurangi dosis obat-obat ini segera setelah gejala jerawat mulai membaik atau segera setelah diketahui bahwa obat ini tidak membantu mengatasi jerawat Anda – biasanya, dalam waktu tiga sampai empat bulan. Mengurangi dosis secara bertahap membantu mencegah resistensi antibiotik dengan meminimalkan paparan yang tidak perlu dari obat-obat ini dalam waktu yang lebih lama.

Anda mungkin harus menggunakan obat-obatan topikal dan antibiotik oral bersama-sama. Studi menunjukkan bahwa menggunakan topikal benzoil peroksida bersamaan dengan antibiotik oral dapat mengurangi risiko pengembangan resistensi antibiotik.

Antibiotik dapat menyebabkan efek samping, seperti sakit perut dan pusing. Obat ini juga meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari kulit serta mengakibatkan perubahan warna gigi secara permanen dan berkurangnya pertumbuhan tulang pada anak-anak yang lahir dari ibu yang mengonsumsi tetrasiklin saat hamil.

  • Gabungan kontrasepsi oral. Kombinasi kontrasepsi oral berguna untuk mengobati jerawat pada wanita dan gadis remaja. BPOM menyetujui tiga produk yang menggabungkan estrogen dan progestin (Ortho Tri-Cyclen, Estrostep dan Yaz).
    Efek samping yang paling umum dari obat ini adalah sakit kepala, nyeri payudara, mual, penurunan berat badan dan perdarahan. Komplikasi potensial yang serius yang mungkin ditimbulkan yakni sedikit meningkatkan risiko penggumpalan darah.
  • Agen anti-androgen. Obat spironolactone (aldactone) dapat dipertimbangkan untuk perempuan dan gadis remaja jika antibiotik oral tidak membantu mengatasi jerawat. Obat ini bekerja dengan menghalangi efek hormon androgen pada kelenjar minyak. Kemungkinan efek samping termasuk nyeri payudara, nyeri saat menstruasidan retensi kalium.
  • Isotretinoin. Obat ini disediakan untuk orang-orang dengan jerawat yang paling parah. Isotretinoin (Amnesteem, Claravis, Sotret) adalah obat dengan dosis kuat bagi orang-orang dengan jerawat yang tidak merespon pengobatan lain.
    Isotretinoin oral sangat efektif. Tetapi karena efek samping potensial yang ditimbulkan, dokter perlu memonitor siapa pun yang menggunakan obat ini. Efek samping paling serius yang bisa ditimbulkan yakni ulcerative colitis, peningkatan risiko depresi dan bunuh diri, dan cacat lahir parah.
    Fatanya, isotretinoin membawa risiko efek samping yang begitu serius sehingga wanita usia produktif yang mengonsumsi obat ini harus berpartisipasi dalam program pemantauan BPOM untuk akhirnya mendapatkan persetujuan untuk menerima resep obat.

Terapi
Terapi ini dapat disarankan pada kasus tertentu, baik sendiri atau dalam kombinasi dengan obat-obatan.

  • Terapi cahaya. Berbagai terapi berbasis cahaya telah dicoba dan terbukti sukses mengobati jerawat. Namun studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan metode yang ideal, sumber cahaya dan dosis yang tepat. Terapi cahaya menargetkan bakteri yang menyebabkan peradangan jerawat. Beberapa jenis terapi cahaya dapat dilakukan di kantor dokter. Terapi cahaya biru dapat dilakukan di rumah dengan perangkat genggam.
    Kemungkinan efek samping dari terapi cahaya termasuk rasa sakit, kemerahan sementara dan kepekaan terhadap sinar matahari.
  • Kelupas kimia. Prosedur ini menggunakan aplikasi larutan kimia berulang, seperti asam salisilat. Hal ini paling efektif bila dikombinasikan dengan perawatan jerawat lainnya, kecuali retinoid oral. Kelupas kimia tidak dianjurkan untuk orang yang mengonsumsi retinoid oral karena kombinasi perawatan ini secara signifikan dapat menimbulkan iritasi kulit.
    Kelupas kimia dapat menyebabkan rona kemerahan sementara, scaling dan terik, dan perubahan warna kulit jangka panjang.
  • Ekstraksi beluk (whitehead) dan komedo. Dokter kulit menggunakan alat khusus untuk menghilangkan beluk dan komedo (comedos) yang belum dibersihkan dengan obat topikal secara perlahan. Teknik ini dapat menimbulkan jaringan parut.
  • Injeksi steroid. Nodular dan lesi kistik dapat diobati dengan menyuntikkan obat steroid langsung pada areanya. Hal ini bisa memperbaiki penampilan nodul dan lesi tanpa perlu diekstraksi. Efek samping dari teknik ini meliputi penipisan kulit, kulit lebih ringan dan pembuluh darah kecil yang tampak lebih jelas di area injeksi.

Mengobati bekas jerawat
Prosedur yang digunakan untuk mengurangi bekas luka yang ditinggalkan oleh jerawat adalah sebagai berikut :

  • Pengisi jaringan lunak. Penyuntikan pengisi jaringan lunak, seperti kolagen atau lemak, di bawah kulit dan masuk ke bekas luka menjorok dapat mengisi atau meregangkan kulit. Hal ini membuat bekas luka kurang terlihat. Hasilnya bersifat sementara, sehingga Anda perlu mengulangi suntikan secara berkala. Efek samping termasuk pembengkakan sementara, kemerahan dan memar.
  • Kelupas kimia. Asam potensi tinggi diterapkan ke kulit untuk menghilangkan lapisan atas dan meminimalkan bekas luka yang lebih dalam.
  • Dermabrasi. Prosedur ini biasanya digunakan untuk jaringan parut yang lebih berat. Prosedur ini dilakukan dengan teknik pengamplasan (planing) lapisan permukaan kulit dengan sikat yang berputar. Hal ini membantu membaurkan bekas jerawat ke dalam kulit di sekitarnya.
  • Laser resurfacing. Ini merupakan prosedur skin resurfacing yang menggunakan laser untuk memperbaiki penampilan kulit.
  • Terapi cahaya. Laser tertentu, sumber cahaya berdenyut dan perangkat frekuensi radio yang tidak melukai epidermis dapat digunakan untuk mengobati luka. Perawatan ini memanaskan dermis dan menyebabkan kulit baru terbentuk. Setelah beberapa perawatan, bekas jerawat akan tampak kurang terlihat. Perawatan ini memiliki waktu pemulihan lebih pendek dibandingkan beberapa metode lain. Tapi Anda mungkin perlu mengulangi prosedur lebih sering dan hasilnya lebih halus.
  • Operasi kulit. Menggunakan prosedur kecil yang disebut pukulan eksisi (punch excision), dokter memotong bekas jerawat satu per satu dan memperbaiki lubang di lokasi bekas luka dengan jahitan atau cangkok kulit.
    Mengobati jerawat pada anak-anak

Kebanyakan penelitian obat jerawat melibatkan orang-orang pada usia 12 tahun atau lebih tua. Namun, dewasa ini semakin banyak anak-anak berusia muda yang juga terserang masalah jerawat. Dalam salah satu penelitian terhadap 365 anak perempuan yang berusia 9 sampai 10 tahun, 78 persen dari mereka memiliki lesi jerawat. Jika anak Anda memiliki jerawat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit anak. Tanyakan tentang obat yang harus dihindari pada masa kanak-kanak, dosis yang tepat, interaksi obat, efek samping, dan bagaimana pengobatan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pengobatan jerawat pada anak-anak umumnya dipersulit oleh situasi keluarga. Sebagai contoh, jika seorang anak harus sering berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya karena orang tuanya bercerai, menggunakan dua set obat, satu di setiap rumah mungkin akan membantu.

Gaya Hidup dan Pengobatan Rumah
Anda bisa mencoba menghindari atau mengendalikan jerawat ringan dengan produk nonprescription, perawatan kulit dasar yang benar dan teknik perawatan diri lainnya :

  • Cuci area bermasalah dengan pembersih yang lembut. Cuci muka Anda dengan sabun lembut dan air hangat dua kali sehari. Jika jerawat cenderung berkembang di sekitar garis rambut, cuci rambut Anda atau keramas setiap hari.
    Hindari produk tertentu, seperti scrub wajah, astringents dan masker, karena produk ini cenderung mengiritasi kulit, yang dapat memperburuk jerawat. Mencuci berlebihan dan menggosok juga dapat mengiritasi kulit. Dan jika Anda mencukur rambut di area kulit yang bermasalah, lakukanlah dengan lembut dan perlahan.
  • Cobalah produk jerawat OTC untuk mengatasi minyak berlebih dan mempermudah pengelupasan kulit. Carilah produk yang mengandung benzoil peroksida sebagai bahan aktif. Anda juga dapat mencoba produk yang mengandung sulfur, resorsinol atau asam salisilat. Obat jerawat nonprescription dapat menyebabkan efek samping awal – seperti kemerahan, kekeringan dan scaling – yang umumnya membaik setelah satu bulan pertama pemakaian.

BPOM memperingatkan bahwa beberapa lotion jerawat populer nonprescription, pembersih dan produk perawatan kulit lainnya dapat menyebabkan reaksi langka namun serius.

  • Hindari iritasi. Anda mungkin harus menghindari kosmetik atau tabir surya, produk penata rambut atau concealer jerawat yang mengandung minyak. Gunakan produk berlabel dengan bahan dasar air atau noncomedogenic, yang berarti tidak begitu memicu tumbuhnya jerawat.
  • Gunakan pelembab bebas minyak dengan tabir surya. Bagi sebagian orang, matahari dapat memperburuk jerawat. Dan beberapa obat jerawat membuat kulit lebih rentan terhadap sinar matahari. Periksa dengan dokter Anda untuk melihat apakah obat yang Anda gunakan membuat kulit sensitif terhadap matahari. Jika ya, jauhkan kulit dari paparan sinar matahari sebisa mungkin. Kemudian, gunakan pelembab bebas minyak (noncomedogenic) yang mengandung tabir surya secara teratur.
  • Perhatikan apa yang menyentuh kulit Anda. Jaga rambut Anda tetap bersih dan jauh dari wajah. Selain itu, hindari juga meletakkan tangan atau benda, seperti telepon, di wajah Anda. Pakaian ketat atau topi juga bisa menimbulkan masalah, terutama jika Anda berkeringat. Keringat dan minyak dapat berkontribusi mengakibatkan jerawat.
  • Jangan memencet atau memeras noda. Melakukan hal ini hanya akan menyebabkan infeksi atau jaringan parut.

Pengobatan Alternatif
Beberapa studi menunjukkan bahwa menggunakan suplemen berikut dapat membantu mengobati jerawat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efektivitas dan keamanan potensial jangka panjang dari perawatan ini dan perawatan jerawat alami lainnya, obat tradisional Cina, dan tumbuh-tumbuhan ayurveda.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang pro dan kontra dari perawatan khusus ini sebelum Anda mencobanya.

  • • Minyak pohon teh. Gel yang mengandung 5 persen minyak pohon teh mungkin sama efektifnya seperti lotion yang mengandung 5 persen benzoyl peroxide, meskipun minyak pohon teh mungkin bekerja lebih lambat. Kemungkinan efek samping termasuk dermatitis kontak dan, jika Anda mengalami rosacea, memburuknya gejala tadi. Satu studi melaporkan bahwa seorang anak laki-laki mengalami perkembangan payudara setelah menggunakan produk lavender kombinasi dan produk rambut minyak pohon teh. Minyak pohon teh hanya bisa digunakan dalam bentuk topikal.
    • Alpha hydroxy acid. Asam alami ini ditemukan dalam buah jeruk dan makanan lain. Ketika diterapkan pada kulit, asam ini membantu mengangkat sel kulit mati dan membuka pori-pori. Asam ini juga dapat memperbaiki penampilan bekas jerawat. Efek samping yang mungkin ditimbulkan berupa peningkatan kepekaan terhadap matahari, kemerahan, sensasi menyengat ringan pada sulit dan iritasi kulit.
    • Asam azelaic. Asam alami ini ditemukan dalam sereal gandum dan produk hewani. Asam ini memiliki sifat antibakteri. Krim dengan 20 persen asam azelaic tampaknya sama efektif dengan perawatan jerawat konvensional lainnya bila digunakan dua kali sehari selama setidaknya empat minggu. Hal ini bahkan lebih efektif bila digunakan dalam kombinasi dengan eritromisin. Asam azelaic Resep (Azelex, Finacea) bisa menjadi pilihan selama kehamilan dan saat menyusui.
    • Bovine tulang rawan. Krim yang mengandung 5 persen tulang rawan sapi, diterapkan pada kulit yang terkena dua kali sehari, mungkin efektif dalam mengurangi jerawat.
    • Zinc. Seng dalam lotion dan krim dapat mengurangi jerawat.
    • Ekstrak teh hijau. Lotion dari 2 persen ekstrak teh hijau membantu mengurangi jerawat dalam dua studi remaja dan dewasa muda dengan jerawat ringan hingga sedang.
    • Aloe vera. Gel dengan kandungan 50 persen lidah buaya dikombinasikan dengan obat jerawat konvensional (tretinoin) dan diuji selama 8 minggu pada 60 orang dengan jerawat sedang. Pendekatan kombinasi secara signifikan lebih efektif daripada tretinoin saja.
    • Ragi Brewer. Strain ragi tertentu, yang disebut CBS 5926, tampaknya bisa membantu mengurangi jerawat. Ragi adalah satu-satunya item dalam daftar ini yang diambil secara lisan. Namun ragi dapat menyebabkan perut kembung.

Penanganan dan Dukungan
Jerawat dan bekas luka dapat memengaruhi hubungan sosial dan rasa percaya diri seseorang. Berbicara dengan keluarga, kelompok pendukung atau konselor terkadang dapat membantu mengatasi masalah ini.

PENCEGAHAN
Setelah jerawat membaik, Anda mungkin perlu untuk melanjutkan pengobatan jerawat atau perawatan lainnya untuk mencegah jerawat baru. Anda mungkin perlu menggunakan obat topikal pada daerah rawan jerawat, melanjutkan penggunaaan kontrasepsi oral atau sesi terapi cahaya yang sedang Anda jalani. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai langkah-langkah yang bisa dilakukan agar wajah tetap bersih.

Anda juga dapat mengikuti tips pencegahan jerawat ini:

  • Pastikan Anda hanya mencuci daerah rawan jerawat dua kali sehari. Mencuci dapat menghilangkan kelebihan minyak dan sel kulit mati. Tapi terlalu sering mencuci wajah dapat mengiritasi kulit. Cuci daerah yang terkena dengan pembersih yang lembut dan gunakan produk perawatan kulit bebas minyak dan berbasis air.
  • Gunakan krim jerawat OTC atau gel untuk membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit. Carilah produk yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat sebagai bahan aktif.
  • Gunakan produk makeup bebas minyak. Pilih kosmetik bebas minyak yang tidak menyumbat pori-pori (noncomedogenics).
  • Hapus makeup sebelum tidur. Tidur dengan kosmetik pada kulit dapat menyumbat pori-pori. Selain itu, pastikan Anda mengganti makeup yang sudah usang dan membersihkan kuas kosmetik dan aplikator dengan air sabun secara rutin.
  • Kenakan pakaian yang longgar. Pakaian yang ketat bisa memerangkap panas dan kelembaban dan dapat mengiritasi kulit. Jika memungkinkan, hindari pakaian ketat, ransel, helm, topi dan peralatan olahraga untuk mencegah gesekan kulit.
  • Mandi setelah aktivitas berat. Minyak dan keringat pada kulit Anda dapat menyebabkan jerawat.
  • Hindari menyentuh area kulit bermasalah. Melakukan hal tersebut dapat memicu lebih banyak jerawat.