Kadar gula darah yang normal pada anak-anak

SehatFresh.com – Anak-anak tumbuh dengan cepat, dan tubuh mereka membutuhkan glukosa untuk perkembangan normal. Kadar glukosa yang sehat pada anak-anak biasanya lebih tinggi dari kadar glukosa yang sehat pada orang dewasa. Setiap anak memiliki kebutuhan gukosa yang berbeda. Dokter anak dapat menentukan kadar glukosa terbaik untuk anak Anda saat ia tumbuh dan berkembang. Kadar glukosa yang tinggi dapat mengindikasikan kebutuhan untuk pengujian diabetes.

  • Balita
    Pada anak balita, target gula darah normal adalah 100 hingga 200mg/dL. Gula darah puasa harus mendekati angka rendah kisaran. Gula darah setelah makan dan sebelum tidur harus mendekati angka tinggi kisaran. Jika gula darah sebelum tidur di bawah 150mg/dL, dokter anak Anda mungkin merekomendasikan camilan tidur atau pengujian pada malam hari.
  • 5-11 tahun
    Untuk anak-anak yang berusia antara 5 dan 11, target gula darah normal adalah 70 hingga 150mg/dL. Gula darah puasa harus mendekati 70mg/dL. Gula darah setelah makan dan sebelum tidur harus dekat pada kisaran 150mg/dL. Jika gula darah sebelum tidur di bawah 120 mg/dL, dokter anak Anda mungkin merekomendasikan camilan tidur dan / atau pengujian pada malam hari.
  • 12 tahun ke atas
    Untuk anak yang berusia 12 tahun atau lebih, kadar glukosa yang sehat pada dasarnya sama dengan orang dewasa yaitu mendekati 70 mg/dL saat berpuasa dan 150 mg/dL setelah makan. Jika gula darah sebelum tidur adalah di bawah 100 mg / dL, tanyakan kepada dokter anak Anda tentang camilan tidur atau pengujian pada malam hari.

Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum akan merangsang pankreas menghasilkan insulin, sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. Pada saat melakukan aktivitas fisik, kadar gula darah juga bisa menurun karena otot menggunakan glukosa untuk energi.

Jumlah anak yang menderita diabetes di Indonesia terus meningkat dengan jumlah terbanyak adalah diabetes tipe 2. Ada beberapa faktor risiko diabetes pada anak, diantaranya bayi lahir dengan berat badan lebih dari 4 kilogram atau bayi lahir dengan berat badan rendah, menderita obesitas, anak sering buang air kecil, atau berat badan mendadak turun. Sementara itu pada diabetes tipe 1 di mana pankreas tidak lagi memproduksi insulin, gejalanya tidak mudah dikenali karena itu perlu dilakukan pemeriksaan gula darah.

Untuk mencegah diabetes, orangtua harus memperhatikan kebiasaan makan dan membiasakan anaka untuk melakukan aktivitas fisik anaknya. Orang tua harus mengontrol konsumsi gula yang berlebihan pada anak dengan menerapkan pola makan yang seimbang. Perhatikan pula perkembangan berat badan anak. Dengan deteksi dini, diharapkan anak bisa terhindar dari penyakit diabetes.

Sumber gambar : tips sehat keluarga bunda.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY