Kadar Kolestrol Normal Pada Anak

SehatFresh.com – Tuntutan kehidupan modern seperti sekarang ini semakin membuat orang tua sibuk dengan pekerjaannya sehingga banyak dari mereka yang tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan dan mengontrol makanan yang dikonsumsi anak-anaknya. Akhirnya, makanan cepat saji menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan makan anak sehari-hari. Padahal, makanan cepat saji bisanya miskin nutrisi karena biasanya mengandung zat pengawet dan zat aditif makanan dan tentunya ini tidak baik bagi kesehatan. Jika hal tersebut terus berlanjut, maka bisa memicu terjadinya penumpukan lemak dan kolesterol tinggi pada anak.

Kolesterol adalah jenis lemak, atau lipid, yang secara alami ada dalam aliran darah dan diproduksi terutama oleh hati. Kadar kolesterol pada anak-anak dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk usia, jenis kelamin, etnis dan pola makan hariannya. Anak-anak dengan kadar kolesterol darah tinggi berisiko terkena beberapa jenis penyakit jantung di usia dewasa.

Kadar lemak darah akan berfluktuasi selama masa kanak-kanak dan remaja. Kadar kolesterol cenderung rendah saat lahir dan meningkat selama masa kanak-kanak, dan mencapai puncaknya sekitar masa pubertas. Namun, kadar kolesterol tersebut akan menurun selama masa pubertas karena dipengaruhi kadar hormon seks yang meningkat dan kemudian meningkat lagi. Meski fluktuasi adalah hal normal, The American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa semua anak harus diskrining setidaknya sekali untuk kolesterol tinggi antara usia 9 dan 11 dan antara usia 17 sampai 21. Bahkan, pengujian kolesterol tambahan mungkin dianjurkan untuk anak-anak dengan faktor risiko tertentu .

Pengukuran kolesterol darah biasanya mencakup kolesterol total bersama dengan tinggi rendahnya lipoprotein densitas, yang masing-masing dikenal sebagai HDL dan LDL. LDL dianggap kolesterol “jahat” karena ketika kadarnya tinggi dapat memicu pembentukan plak pada pembuluh darah. Sedangkan HDL disebut kolesterol “baik” karena berperan melawan pembentukan plak. Ketiga hal tersebut merupakan indikator dalam menentukan apakah kadar kolesterol berada pada tingkat normal atau tidak.

Pada anak-anak dan remaja, kadar kolesterol total normalnya kurang dari 170 miligram per desiliter (mg/dL). Angka 170-199 mg/dL adalah batasnya, dan angka yang melabih 200 mg/dL atau lebih dikategorikan tinggi. Selama masa kanak-kanak, LDL normal adalah kurang dari 110 mg/dL. Nilai LDL normal dibatasi antara 110-129 md/dL, dan jika 130 mg/dL atau lebih tinggi maka dikatakan tidak normal. Untuk angka HDL normal pada anak-anak, angkanya harus lebih besar dari 45 mg/dL. Batasannya adalah 40-45 mg/dL, dan kurang dari 40 mg/dL adalah angka yang rendah.

Kadar kolesterol tinggi pada anak dapat meningkatkan risiko pembentukan plak lebih awal dan penyakit jantung, yang dikenal sebagai aterosklerosis kardiovaskuler. Anak-anak dengan kadar kolesterol tinggi juga cenderung memiliki tingkat kolesterol yang tinggi pula ketika masa dewasa. Selain pola makan yang kurang sehat, gaya hidup anak yang kurang aktif dan memiliki anggota keluarga dengan penyakit jantung juga meningkatkan risiko kolesterol tinggi.

Kadar kolesterol normal dapat dikendalikan dengan melakukan kebiasaan sehat. Diet seimbang dengan olahraga teratur merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan berat badan yang ideal. Diet seimbang harus mencakup buah-buahan, sayuran, ikan, biji-bijian dan produk susu rendah lemak serta dengan membatasi pula asupan garam dan gula. Anak-anak dengan kondisi medis yang memengaruhi kadar kolesterolnya atau dengan faktor risiko lain mungkin perlu langkah-langkah tambahan untuk mengelola kadar kolesterol mereka agar tetap terkendali pada tingkat yang normal.

Sumber gambar : grlgonedomestic.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY