Kaitan Disfungsi Ereksi Dan Penyakit Jantung

Salah satu masalah seksual yang sering terjadi pada pria adalah disfungsi ereksi. Jika akhir-akhir ini Anda mengalami gejala disfungsi ereksi, sebaiknya Anda lebih waspada. Ternyata, disfungsi ereksi bisa menjadi tanda penyakit kardiovaskular dan indikator bahwa sudah waktunya untuk berbicara dengan ahli jantung Anda. Banyak yang masih menganggap disfungsi ereksi hanya sebagai masalah seksual, tetapi bukti telah menemukan bahwa hal tersebut jauh lebih kompleks dari itu. Ada hubungan antara disfungsi ereksi dan penyakit jantung, seperti yang telah dilaporkan dalam beberapa penelitian.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2005 oleh Departemen Urologi dan Andrologi di Donauspital, Wina, Austria menyimpulkan bahwa derajat disfungsi ereksi ringan hingga sedang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung atau stroke dalam jangka waktu 10 tahun.

Ereksi merupakan hasil dari aliran darah ekstra ke penis yang mengisi dan menggembungkan pembuluh darah. Setiap kali ada gangguan dalam kemampuan darah untuk mengalir bebas melalui pembuluh, ereksi akan sulit menjadi sulit didapatkan atau dipertahankan. Hal ini adalah apa yang terjadi ketika penyakit jantung menyebabkan penyumbatan atau pengerasan arteri (aterosklerosis) dan alasan mengapa disfungsi ereksi adalah tanda penyakit kardiovaskular.

Dengan kata lain, proses kimia yang kompleks di balik ereksi dapat terganggu jika sistem pembuluh darah tidak berfungsi dengan benar. Aterosklerosis, penumpukan plak di pembuluh darah, juga dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi dengan mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh. Penis memiliki pembuluh darah jauh lebih kecil dibandingkan pembuluh darah di organ lain yang membawa darah ke jantung dan otak. Inilah mengapa pria yang memiliki penyakit jantung dini dapat melihat efek pertama di penis mereka dan kemudian di pembuluh darah yang lebih besar.

Masalah disfungsi ereksi dan penyakit jantung diperkirakan mempunyai penyebab yang sama, yaitu tersumbatnya pembuluh darah. Gangguan ereksi sering terjadi terlebih dahulu sehingga mungkin dapat menjadi semacam peringatan akan risiko penyakit jantung di kemudian hari. Pakar epidemiologi dari Australian National University’s National Center menyatakan bahwa masalah ereksi yang lebih banyak dialami pria dewasa memang bukan jaminan penyakit jantung sepenuhnya. Namun, pria dengan disfungsi ereksi sebaiknya juga memeriksakan kesehatan jantungnya.

Jika Anda berada pada risiko tinggi terkena penyakit jantung, lakukanlah beberapa perubahan mendasar, seperti berolahraga, mengubah pola makan serta menjaga berat badan tetap pada tingkat ideal. Jika memiliki tanda-tanda dan gejala penyakit jantung lebih serius, Anda mungkin perlu pemeriksaan serta pengobatan lebih lanjut dari para ahli medis.

*pic www.jamunusantara.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY