Kaitan Penyakit Peridontal Dan Disfungsi Ereksi

Menyikat gigi secara rutin dan menjaga kesehatan gusi, ternyata tidak hanya dapat meningkatkan fungsi estetika, namun seringkali dijadikan indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan. Terutama pada pria, masalah kesehatan mulut seperti bau mulut yang tidak sedap yang disertai gusi berdarah merupakan kondisi yang bisa meningkatkan risiko seorang pria terkena disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi sendiri merupakan masalah kesehatan yang memengaruhi kualitas hidup. Faktor fisik, terutama masalah pada pembuluh darah merupakan penyebab 2/3 kasus ini, kasus lainnya seringkali disebabkan oleh masalah-masalah psikologis, seperti stres emosional dan depresi.

Sebuah studi menyatakan bahwa pria yang jarang menggosok gigi lebih mungkin untuk mengalami masalah ereksi. Riset yang dilakukan di Taiwan menyebutkan, pria dengan masalah disfungsi ereksi 79 persen cenderung didiagnosis mengalami penyakit periodontal kronis daripada pria tanpa disfungsi ereksi.
Riset di Turki juga menujukkan, pria 30-an yang memiliki penyakit periodontal yang parah lebih dari tiga kali, lebih besar kemungkinannya menderita masalah ereksi dibandingkan laki-laki dengan gusi yang sehat. Hasil penelitian menunjukkan, sebanyak 53 persen dari laki-laki dengan disfungsi ereksi, masalah ketika mendapatkan atau mempertahankan ereksi, memiliki radang gusi. Ini dibandingkan dengan 23 persen orang-orang tanpa tanda-tanda penyakit gusi.

Penyakit periodontal kronis merupakan infeksi pada gusi dan jaringan penyangga gusi sehingga terbentuk semacam kantong nanah di gusi. Peradangan kronis ini dapat merusak sel-sel endotel yang membentuk lapisan di seluruh pembuluh darah, termasuk pembuluh darah pada penis. Karena pembuluh darah menuju penis sekitar 25 persen dari yang menuju pembuluh koroner, disfungsi ereksi seringkali menjadi peringatan dini adanya gangguan jantung dan masalah pembuluh darah.

Bau mulut yang tidak sedap serta gusi berdarah merupakan gejala penyakit periodontal. Pria yang sering mengalami radang, termasuk periodontitis biasanya akan kekurangan enzim tertentu yang dinamakan eNOS. Enzim yang memproduksi senyawa Nitrat Oksida ini sangat dibutuhkan dalam proses ereksi, karena fungsinya adalah melebarkan pembuluh darah.
Potensi hubungan antara masalah gigi dan kinerja seksual terletak pada kesehatan pembuluh darah. Ereksi terjadi ketika otak merasakan rangsangan seksual, menyebabkan otot-otot di penis bersantai dan meningkatkan aliran darah ke jaringan organ tersebut. Pembuluh vena lalu menutup untuk menjaga darah mengalir keluar dari daerah tersebut.

Sebagai tindakan preventif, para ahli menyarankan untuk melakukan pembersihan gigi lebih rutin. Selain sikat gigi rutin setiap hari, Anda jugar perlu melakukan pembersihan karang gigi tiap tiga bulan sekali membersihkan karang gigi, bukan lagi enam bulan sekali. Orang yang pernah menderita penyakit periodontal cenderung alami kekambuhan. Olahraga teratur, menghindari alkohol dan rokok juga perlu dilakukan untuk turunkan risiko disfungsi ereksi.

*pic ilmubarokah.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY