Kandungan Nutrisi pada Jeroan dan Cara Mengolahnya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak seperti masyarakat di belahan dunia barat yang menganggap aneh konsumsi jeroan hewan, di Indonesia hampir tiap bagian dari hewan dapat diolah menjadi sesuatu yang lezat dimakan, termasuk jeroan. Soto babat, paru balado, hingga rujak cingur, siapa tak kenal menu khas Indonesia yang bahan utamanya adalah jeroan.

Alasan utama pelarangan konsumsi jeroan bagi mereka dengan masalah kesehatan tertentu, adalah tingginya kandungan kolesterol dan purin didalamnya.Tapi apa benar makan jeroan sebegitu berbahaya sehingga tidak baik dikonsumsi oleh orang yang kesehatannya tidak terganggu? Bagaimana tips memasak jeroan yang baik?

  1. Hati

Cucilah hati dengan bersih disarankan untuk mencucinya berkali-kali karena hati merupakan tempat tersimpatnya racun. Setelah itu rebus hati sampai matang. Setelah hati di pastikan benar-benar matang barulah hati dapat di oleh menjadi bahan makanan. Pilihlah jenis hati yang memiliki ciri-ciri berwarna merah kecoklatan, lembut, dan sangat mudah hancur akan tetapi apabila direbus hati akan mengeras.

  1. Ginjal

Meskipun ginjal tidak seperti hati akan tetapi ginjal juga memerlukan pengelolaan yang harus di perhatikan pada saat akan memasak. Yang pasti harus di cuci hingga bener-benar bersih kemudian baru dapat di olah menjadi bahan makanan. Ciri-ciri ginjal yang baik untuk di konsumsi yaitu berwarna merah tua, lembut, dan beraroma khas.

  1. Babat

Sama halnya dengan ginjal mengolah babat harus diperhatikan kebersihannya yaitu dengan cara di cuci terlebih dahulu sebelum di olah menjadi bahan makanan. ciri-ciri babat yang masih segar berwarna putih kelabu atau berwarna cream kehijauan, hati-hati apabila anda membeli babat di pasaran berwarna putih bersih karena babat tersebut sudah melalui proses pemutihan menggunakan bahan kimia.

  1. Lidah

Ciri-ciri lidah yang baik untuk dikansumsi yaitu berwarna merah jambu atau keabuaan dan biasanya diselimuti dengan membran muscus tebal dan kasar. Cara mengelola lidah yaitu di cuci dengan bersih dan hilangkan terlebih dahulu membran kasarnya kemudian baru dapat di masak menjadi bahan makanan.

  1. Usus

Usus merupakan jenis jeroan yang sangat mudah rusak dan terkontaminasi kuman penyakit karena usus merupakan tempat penyimpanan kotoran. Buanglah kotoran yang ada di usus kemudian cuci hingga usus dalam keadaan benar-benar bersih setelah itu dapat di olah dan di masak. Sebaiknya jangan konsumsi usus yang lebih dari dari 4 jam setelah proses penyembelian dan pilihan usus yang berwarna kecoklatan untuk usus sapi serta kuning kecoklatan untuk usus ayam.

Apa kandungan nutrisi yang terdapat pada jeroan?

Menurut pernyataan Kementerian Pertanian menegaskan bahwa jeroan mempunyai kandungan gizi dan vitamin yang dibutuhkan oleh manusia. Apabila jeroan di konsumsi dalam jumlah yang cukup maka tidak akan menimbulkan bahaya kesehatan. Hal ini di dukung oleh pernyataan yang dinyatakan oleh Direktur Kesehatan Hewan Kementan I ketut Diarmita bahwa jeroan memiliki beberapa kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lemak, asam folat, zat besi, kalium, magnesium, fosfor, dan zeng. Berikut ini beberapa kandungan nutrisi berdasarkan jenis jeroan, diantaranya :

  1. Hati memiliki kandungan nutrisi berupa zat besi yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.
  2. Babat memiliki kandungan nutrisi berupa probiotik dan gelatin yang berfungsi untuk kesehatan sistem pencernaan.
  3. Usus memiliki kandungan nutrisi berupa gelatin yang berfungsi menjaga kesehatan sistem pencernaan.
  4. Otak memiliki kandungan nutrisi berupa omega-3. Selain itu otak juga mengandung phosphatidylcholine dan phosphatidylserine yang berfungsi untuk kesehatan syaraf.
  5. Jantung memiliki kandungan nutrisi berupa zat besim zinc, vitamin, asam folat.
  6. Ginjal salah satu jeroan yang memiliki kandungan omega-3 yang sangat tinggi.
  7. Limpa memiliki kandungan nutrisi berupa omega-3. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here